News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teror Bom Saat Hari Pertama MPLS Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Berhasil Ditangkap Polda Metro Jaya

Teror bom menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama MPLS. Polisi mengevakuasi siswa, Gegana menyisir sekolah, dan pelaku akhirnya berhasil ditangkap.
Senin, 13 Juli 2026 - 17:42 WIB
Ilustrasi Teror Bom Saat Hari Pertama MPLS Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Berhasil Ditangkap Polda Metro Jaya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi para siswa baru, mendadak berubah menjadi kepanikan. 

Sebuah pesan berisi ancaman bom diterima pihak sekolah saat kegiatan upacara sedang berlangsung pada Senin (13/7/2026), memaksa seluruh aktivitas belajar dihentikan demi keselamatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ancaman tersebut langsung memicu respons cepat aparat keamanan. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan segera dievakuasi keluar area sekolah, sementara tim Gegana Brimob, Densus 88 Antiteror, Inafis, hingga unsur pemerintah daerah diterjunkan untuk melakukan penyisiran menyeluruh. 

Selama beberapa jam, lingkungan sekolah menjadi pusat perhatian aparat guna memastikan tidak ada bahan peledak yang membahayakan.

Meski hasil penyisiran menyatakan tidak ditemukan bom ataupun benda mencurigakan, penyelidikan tidak berhenti di lokasi. Hanya beberapa jam setelah kejadian, 

Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang pria berinisial MY yang diduga sebagai pengirim pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp. Polisi kini masih mendalami motif di balik aksi yang mengganggu kegiatan pendidikan tersebut.

Ancaman Bom Dikirim Saat Upacara MPLS Berlangsung

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan, laporan mengenai ancaman bom diterima polisi sekitar pukul 07.30 WIB.

Namun, pesan tersebut sebenarnya telah dikirim ketika seluruh guru dan siswa sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS sehingga baru diketahui setelah kegiatan selesai.

"Laporannya 07.30 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya kita langsung datang semuanya camat lurah. Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU," tutur Nurma.

Pesan yang dikirim melalui WhatsApp itu ditujukan kepada seorang guru kelas satu dan petugas Tata Usaha (TU). Dalam isi pesan, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di **11 titik** berbeda di lingkungan sekolah.

Mendapat informasi tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi kepolisian.

Tak lama kemudian, personel Polsek Jagakarsa bersama tim Gegana, Densus 88, Inafis, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, camat, dan lurah tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan.

Prioritas utama aparat saat itu adalah memastikan keselamatan seluruh siswa yang sedang menjalani hari pertama MPLS.

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," ujar Nurma.

Gegana Sisir Sekolah, Pelaku Berhasil Diamankan

Tim Gegana dan Densus 88 langsung melakukan penyisiran secara menyeluruh terhadap seluruh ruangan sekolah, termasuk area yang disebut dalam pesan ancaman.

Selama lebih dari dua jam pemeriksaan, petugas tidak menemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir, lagi disisir," kata Nurma.

Di tengah proses penyelidikan, polisi bergerak cepat menelusuri jejak digital pengirim pesan ancaman.

Hasilnya, identitas terduga pelaku berhasil dikantongi.

Polisi lakukan penyelidikan terkait teror bom di SDN Srengseng Sawah 15.
Polisi lakukan penyelidikan terkait teror bom di SDN Srengseng Sawah 15.
Sumber :
  • Istimewa.

"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," ujar Nurma.

Pada hari yang sama, Polda Metro Jaya mengumumkan bahwa seorang pria berinisial **MY** telah diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa pelaku ditangkap di sekitar lokasi sekolah.

"Kegiatan teror yang terjadi untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Budi Hermanto.

Meski pelaku telah ditangkap, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta tujuan di balik pengiriman ancaman tersebut.

"Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," ujarnya.

Polisi Dalami Motif, Pelaku Terancam Dijerat Sejumlah Pasal

Walaupun hasil penyisiran memastikan tidak ada bom di lingkungan sekolah, aparat menegaskan bahwa ancaman palsu tetap merupakan tindak pidana serius karena menimbulkan kepanikan, mengganggu aktivitas pendidikan, dan memaksa pengerahan sumber daya negara dalam jumlah besar.

Dalam perkara seperti ini, penyidik dapat menerapkan beberapa ketentuan pidana sesuai hasil penyidikan.

Apabila ancaman dilakukan dengan sengaja untuk menimbulkan rasa takut atau teror di masyarakat, pelaku berpotensi dijerat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, jika unsur-unsur tindak pidana terorisme terpenuhi berdasarkan hasil penyidikan.

Selain itu, jika perbuatan terbukti berupa penyampaian informasi bohong yang menimbulkan keonaran atau keresahan publik melalui media elektronik, penyidik juga dapat mempertimbangkan penerapan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sepanjang unsur pidananya terpenuhi.

Dalam konteks KUHP, penyidik juga dapat menilai penerapan pasal-pasal yang mengatur penyiaran berita bohong, ancaman, atau perbuatan yang mengganggu ketertiban umum, bergantung pada fakta hukum yang diperoleh selama proses penyidikan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman palsu bukan sekadar lelucon. Dampaknya dapat mengganggu proses belajar mengajar, memicu trauma pada anak-anak, meresahkan orang tua, serta menguras sumber daya aparat keamanan yang seharusnya dapat difokuskan untuk menangani ancaman nyata. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ibu Sobirin Ngaku Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai: Orang Miskin Seperti Saya Tidak Tahu Harus Mengadu ke Mana Lagi

Ibu Sobirin Ngaku Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai: Orang Miskin Seperti Saya Tidak Tahu Harus Mengadu ke Mana Lagi

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW dipaksa untuk menandatangani surat damai.
SHM Dipinjam untuk Keperluan Usaha, Ahli Waris Kaget Dua Sertifikat Rumah Milik Komaridin Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank

SHM Dipinjam untuk Keperluan Usaha, Ahli Waris Kaget Dua Sertifikat Rumah Milik Komaridin Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank

Ahli waris almarhum Komaridin melaporkan dugaan peralihan kepemilikan dua Sertifikat Hak Milik (SHM) milik keluarganya ke Polda DI Yogyakarta. 
GSON Dorong Literasi Digital Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

GSON Dorong Literasi Digital Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Harapan besar itu terungkap dalam Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-7 GSON beberapa waktu lalu.
Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Pemkab Boyolali Copot Sementara Camat dari Jabatan

Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Pemkab Boyolali Copot Sementara Camat dari Jabatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali resmi memberhentikan sementara seorang camat berinisial (D) yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap (A).
Ketergantungan 90 Persen Impor, BPOM Upayakan Ketahanan Obat Nasional Imbas Selat Hormuz

Ketergantungan 90 Persen Impor, BPOM Upayakan Ketahanan Obat Nasional Imbas Selat Hormuz

BPOM mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya seperti menata regulasi serta berkolaborasi guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku obat di Indonesia
Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

FIFA memberikan kewenangan lebih besar kepada Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2026.

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Tampil impresif sebagai kiper utama, Cremonese yang gagal bertahan di Serie A pun resmi berpisah dengan Emil Audero. 
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Selengkapnya

Viral