News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Diciduk, Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Bom di Sekolah

SDN Srengseng Sawah 15 dipastikan aman setelah ancaman bom saat MPLS. Polda Metro Jaya menangkap pelaku berinisial MY, sementara polisi masih mendalami motif aksi tersebut.
Senin, 13 Juli 2026 - 17:59 WIB
Ilustrasi Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Diciduk, Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Bom di Sekolah
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kepanikan sempat menyelimuti SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). 

Ancaman bom yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp membuat seluruh aktivitas sekolah dihentikan sementara demi keselamatan ratusan siswa dan tenaga pendidik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden bermula ketika seorang guru kelas satu dan staf tata usaha menerima pesan pribadi yang mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah. 

Saat pesan masuk, seluruh warga sekolah masih mengikuti upacara pembukaan MPLS sehingga ancaman baru diketahui setelah kegiatan selesai. Begitu informasi diterima, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan kepolisian.

Merespons laporan tersebut, aparat bergerak cepat. Tim Gegana Brimob, Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Inafis, hingga unsur pemerintah daerah diterjunkan ke lokasi. 

Setelah penyisiran selama sekitar empat jam, sekolah dinyatakan aman karena tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Di hari yang sama, Polda Metro Jaya juga berhasil mengamankan seorang pria berinisial MY yang diduga sebagai pelaku pengirim ancaman.

Kronologi Ancaman Bom Saat Hari Pertama MPLS

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan, laporan mengenai ancaman bom diterima polisi sekitar pukul 07.30 WIB.

Pesan tersebut dikirim melalui WhatsApp kepada guru kelas satu dan petugas tata usaha ketika upacara MPLS sedang berlangsung.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

"Laporannya 07.30 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya kita langsung datang semuanya camat lurah. Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU," ujar Nurma.

Dalam pesan tersebut, pelaku mengaku telah menyebarkan bom di **11 titik** di area sekolah.

Menyikapi ancaman tersebut, seluruh siswa segera dievakuasi keluar dari lingkungan sekolah sebagai langkah antisipasi.

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," kata Nurma.

Selain kepolisian, proses pengamanan juga melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, camat, lurah, serta orang tua siswa yang datang memastikan kondisi anak-anak mereka.

Penyisiran Empat Jam, Sekolah Dinyatakan Aman

Tim gabungan dari Gegana, Densus 88 Antiteror Polri, BNPT, dan unit anjing pelacak langsung melakukan sterilisasi di seluruh area sekolah.

Kapolsek Jagakarsa memastikan proses penyisiran berlangsung selama kurang lebih empat jam.

"Dari beberapa jam ya, dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman," katanya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan bahan peledak ataupun benda yang mencurigakan.

Sebelumnya, Nurma juga sempat menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal oleh Gegana dan Densus 88 tidak menemukan adanya bom.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir, lagi disisir," ujarnya.

Meski situasi telah dinyatakan aman, kegiatan hari pertama MPLS akhirnya dibubarkan sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, keputusan mengenai aktivitas belajar mengajar pada hari berikutnya masih menunggu hasil koordinasi antara pihak sekolah, Suku Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

"Untuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari wali kota masih koordinasi untuk besok, apakah setelah dinyatakan aman bisa masuk sekolah untuk adik-adik," kata Nurma.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa tiga saksi, termasuk guru kelas satu dan staf tata usaha yang menerima pesan ancaman.

Selain itu, penyidik juga mengumpulkan barang bukti melalui rekaman CCTV di sekitar sekolah.

"Selain CCTV, kami juga mencari barang bukti dari Gegana, Densus 88, anjing pelacak, dan BNPT yang hadir melakukan pemeriksaan," ucapnya.

Pelaku Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Ancaman Hukumnya

Di tengah proses penyelidikan, Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang pria berinisial **MY** yang diduga sebagai pengirim pesan ancaman bom.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pelaku diamankan di sekitar lokasi sekolah.

"Kegiatan teror yang terjadi untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Budi Hermanto.

Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik aksi tersebut.

"Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," ujarnya.

Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa juga menyebut identitas pelaku telah dikantongi sebelum akhirnya dilakukan penangkapan.

"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," ujar Nurma.

Apabila terbukti bersalah, pelaku dapat dijerat sejumlah ketentuan pidana sesuai hasil penyidikan. Penyidik berpotensi menerapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, apabila seluruh unsur tindak pidana terorisme terpenuhi.

Selain itu, jika ancaman dilakukan melalui media elektronik dengan menyebarkan informasi palsu yang menimbulkan keresahan publik, penyidik juga dapat mempertimbangkan penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sepanjang memenuhi unsur pidana yang diatur dalam undang-undang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman bom, meskipun ternyata tidak terbukti, tetap merupakan tindakan serius yang dapat menimbulkan kepanikan massal, mengganggu proses pendidikan, serta menguras sumber daya aparat keamanan. 

Karena itu, kepolisian memastikan penyidikan akan terus dilakukan hingga motif dan seluruh fakta hukum dalam perkara ini terungkap secara menyeluruh. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ibu Sobirin Ngaku Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai: Orang Miskin Seperti Saya Tidak Tahu Harus Mengadu ke Mana Lagi

Ibu Sobirin Ngaku Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai: Orang Miskin Seperti Saya Tidak Tahu Harus Mengadu ke Mana Lagi

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW dipaksa untuk menandatangani surat damai.
SHM Dipinjam untuk Keperluan Usaha, Ahli Waris Kaget Dua Sertifikat Rumah Milik Komaridin Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank

SHM Dipinjam untuk Keperluan Usaha, Ahli Waris Kaget Dua Sertifikat Rumah Milik Komaridin Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank

Ahli waris almarhum Komaridin melaporkan dugaan peralihan kepemilikan dua Sertifikat Hak Milik (SHM) milik keluarganya ke Polda DI Yogyakarta. 
GSON Dorong Literasi Digital Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

GSON Dorong Literasi Digital Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Harapan besar itu terungkap dalam Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-7 GSON beberapa waktu lalu.
Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Pemkab Boyolali Copot Sementara Camat dari Jabatan

Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Pemkab Boyolali Copot Sementara Camat dari Jabatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali resmi memberhentikan sementara seorang camat berinisial (D) yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual terhadap (A).
Ketergantungan 90 Persen Impor, BPOM Upayakan Ketahanan Obat Nasional Imbas Selat Hormuz

Ketergantungan 90 Persen Impor, BPOM Upayakan Ketahanan Obat Nasional Imbas Selat Hormuz

BPOM mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya seperti menata regulasi serta berkolaborasi guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku obat di Indonesia
Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

Heboh VAR di Piala Dunia 2026: Messi Lolos Kartu Merah, Mbappe Gagal Raih Penalti

FIFA memberikan kewenangan lebih besar kepada Video Assistant Referee (VAR) pada Piala Dunia 2026.

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Tampil impresif sebagai kiper utama, Cremonese yang gagal bertahan di Serie A pun resmi berpisah dengan Emil Audero. 
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Selengkapnya

Viral