News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Mengejutkan Pengirim Ancaman Bom SD di Jaksel: Terlilit Pinjol, Mengaku Kecewa dengan Hidupnya

Pengakuan terbaru pelaku ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY mengaku terlilit pinjaman online dan memiliki persoalan pribadi.
Selasa, 14 Juli 2026 - 16:34 WIB
Pengakuan Mengejutkan Pengirim Ancaman Bom SD di Jaksel Terlilit Pinjol, Mengaku Kecewa dengan Hidupnya
Sumber :
  • ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

tvOnenews.com - Kasus ancaman bom yang sempat menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memasuki babak baru. 

Polisi mengungkap pengakuan terbaru dari pelaku berinisial MY (34), yang ternyata merupakan orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pemeriksaan, MY mengaku sedang menghadapi berbagai persoalan pribadi, termasuk memiliki utang pinjaman online (pinjol).

Meski demikian, penyidik menegaskan hingga saat ini belum ditemukan hubungan langsung antara masalah keuangan yang dialami pelaku dengan aksi ancaman bom yang dikirimkannya. 

Polisi masih mendalami motif sebenarnya melalui pemeriksaan lanjutan, termasuk asesmen psikologis oleh psikolog forensik untuk mengetahui kondisi mental pelaku saat melakukan perbuatannya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa tekanan ekonomi, termasuk jeratan pinjaman online, dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis seseorang. 

Namun, para ahli menegaskan bahwa tekanan finansial bukanlah pembenaran atas tindakan kriminal. Dalam kasus ini, penyidik tetap memproses dugaan tindak pidana berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang ditemukan.

Polisi Ungkap Pelaku Mengaku Kecewa dengan Kehidupannya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imannudin mengatakan pelaku sempat menceritakan kondisi pribadinya kepada penyidik. 

Berdasarkan pemeriksaan sementara, MY mengaku sedang mengalami kekecewaan dalam hidupnya.

"Tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya, bukan terhadap sekolah," kata Iman kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Keterangan tersebut menjadi salah satu materi yang terus didalami penyidik untuk mengetahui latar belakang tindakan pelaku. 

Polisi menegaskan hingga kini belum ditemukan indikasi bahwa ancaman bom dipicu persoalan dengan pihak sekolah maupun aktivitas pendidikan di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menambahkan, pelaku juga mengaku memiliki utang pinjaman online. Namun, penyidik belum memperoleh bukti yang menghubungkan persoalan tersebut dengan aksi ancaman bom.

"Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik," ujarnya.

Saat ini MY masih menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pendalaman kondisi psikologis oleh psikolog forensik.

Pelaku Ternyata Orang Tua Murid, Ancaman Dikirim Saat Upacara

Dari hasil penyelidikan diketahui MY merupakan ayah dari salah seorang siswa di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Bahkan, setelah mengirim ancaman bom, pelaku masih sempat datang ke sekolah untuk menjemput anaknya seperti biasa.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, MY mengaku mengirim pesan ancaman tersebut hanya karena iseng. Meski demikian, polisi belum langsung menerima alasan tersebut dan masih mendalami kemungkinan adanya motif lain.

Ancaman bom dikirim pada Senin (13/7/2026) pagi ketika para siswa dan guru sedang mengikuti upacara bendera. 

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan mengerahkan Tim Gegana Brimob serta personel Densus 88 Antiteror untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.

Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan bom maupun bahan peledak di lingkungan sekolah. Meski ancaman tersebut ternyata palsu, proses evakuasi dan penyisiran tetap dilakukan sesuai prosedur demi menjamin keselamatan para siswa, guru, dan masyarakat sekitar.

Jeratan Pinjol Bukan Alasan Melakukan Tindak Pidana

Pengakuan pelaku mengenai utang pinjaman online kembali menyoroti dampak sosial dari persoalan finansial yang dialami sebagian masyarakat. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus individu yang mengalami tekanan akibat utang pinjol memang kerap muncul, mulai dari gangguan kesehatan mental, konflik keluarga, hingga tindak kriminal. Namun, aparat menegaskan bahwa setiap perkara harus dibuktikan berdasarkan fakta penyidikan.

Dalam kasus MY, polisi memastikan belum ada bukti bahwa utang pinjaman online menjadi penyebab langsung munculnya ancaman bom terhadap sekolah. Pemeriksaan psikologis masih dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai motif pelaku.

Secara hukum, tindakan menyampaikan ancaman bom palsu dapat dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana. Penyidik dapat menerapkan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) apabila unsur penyebaran informasi yang menimbulkan keresahan atau gangguan terhadap ketertiban umum terpenuhi, bergantung pada cara ancaman disampaikan dan hasil penyidikan.

Selain itu, apabila terbukti memberikan informasi palsu yang mengakibatkan kepanikan dan mengganggu pelayanan publik, penyidik juga dapat menerapkan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, termasuk pasal-pasal mengenai penyiaran kabar bohong yang menimbulkan keonaran, sesuai fakta hukum yang terungkap selama proses penyidikan.

Hingga kini, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan masih melanjutkan pemeriksaan terhadap MY. 

Polisi menegaskan proses hukum dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, sementara hasil pemeriksaan psikologis akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam melengkapi berkas perkara. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fantastis! Polri Usut Dugaan Korupsi Kredit BTN Rp629,8 Miliar

Fantastis! Polri Usut Dugaan Korupsi Kredit BTN Rp629,8 Miliar

Kredit dari BTN Kantor Cabang Jakarta Kuningan tersebut digunakan untuk pembiayaan proyek pembangunan Apartemen Metro Galaxy Park di Bekasi, nilainya Rp629,8 miliar.
Catatan Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo: Negara Kembali Kuasai Hutan

Catatan Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo: Negara Kembali Kuasai Hutan

Kompromi struktural tersebut kini telah lenyap di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Negara saat ini tampak sangat bergeliat menyelamatkan aset negara melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (satgas PKH).
Gara-gara Dikalahkan Persib, Media Vietnam Kecewa Lihat Kondisi V-League yang Makin Tertinggal di ASEAN: Periode Tergelap!

Gara-gara Dikalahkan Persib, Media Vietnam Kecewa Lihat Kondisi V-League yang Makin Tertinggal di ASEAN: Periode Tergelap!

Kekalahan The Cong-Viettel FC dari Persib memicu sorotan media Vietnam terhadap sepak bola klub mereka. V-League disebut alami periode sulit di kompetisi Asia.
Beli iPhone 14 atau 15 di 2026? Keduanya Turun Harga

Beli iPhone 14 atau 15 di 2026? Keduanya Turun Harga

Harga iPhone 14 dan iPhone 15 turun pada Oktober 2026. Simak daftar harga iBox, perbandingan spesifikasi, kamera, dan fitur sebelum membeli.
Daftar Nominasi AFC Awards Bangkok 2026 Resmi Diumumkan: PSSI Cuma Dapat Satu, Thailand dan Vietnam Malah Bersaing Jadi yang Terbaik

Daftar Nominasi AFC Awards Bangkok 2026 Resmi Diumumkan: PSSI Cuma Dapat Satu, Thailand dan Vietnam Malah Bersaing Jadi yang Terbaik

PSSI hanya meraih satu nominasi di AFC Awards Bangkok 2026, sementara Thailand, Vietnam, dan Malaysia masuk perebutan penghargaan federasi terbaik di Asia.
Kapan Waktu Tepat Ganti Oli Mobil Matik? Ternyata Tak Selalu Harus Menunggu 60 Ribu Km

Kapan Waktu Tepat Ganti Oli Mobil Matik? Ternyata Tak Selalu Harus Menunggu 60 Ribu Km

Kapan oli mobil matik harus diganti? Simak patokan kilometernya menurut pabrikan, tanda transmisi bermasalah, dan alasan mobil sering macet perlu perhatian.

Trending

Masih Bisa Lolos, Ini Hitung-hitungan Peluang Timnas Futsal Indonesia Susul Brasil ke Semifinal Copa das Nacoes de Futsal 2026 

Masih Bisa Lolos, Ini Hitung-hitungan Peluang Timnas Futsal Indonesia Susul Brasil ke Semifinal Copa das Nacoes de Futsal 2026 

Timnas Futsal Indonesia harus menelan kekalahan dengan skor 0-3 dari Brasil pada pertandingan pembuka mereka di Copa das Nacoes de Futsal 2026, Jumat (16/10/2026).
Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Kabar duka menyelimuti penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 
iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Tembus Rp58 Juta, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Tembus Rp58 Juta, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra mencakup harga, kamera, performa, baterai, dan fitur unggulan. Simak sebelum membeli flagship
Hasil Laga Timnas Futsal Indonesia: Sempat Bikin Brasil Frustasi, Skuad Garuda Telan Kekalahan Perdana

Hasil Laga Timnas Futsal Indonesia: Sempat Bikin Brasil Frustasi, Skuad Garuda Telan Kekalahan Perdana

Tampil di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Jumat (16/10/2026) pagi WIB, Timnas Futsal Indonesia kalah dari Brasil dalam laga perdana fase grup
Viral Pegawai SPBU Bali Protes ke Gubernur Koster: Saya Bukan Robot

Viral Pegawai SPBU Bali Protes ke Gubernur Koster: Saya Bukan Robot

Viral video adu mulut dua operator SPBU di Denpasar dengan Gubernur Bali I Wayan Koster viral di media sosial. Keduanya mengeluhkan kelelahan akibat kebijakan.
Safriel, Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan

Safriel, Salah Satu Korban Meninggal Akibat Karhutla Bromo Dimakamkan

Suasana duka menyelimuti pemakaman Safriel Ardiansyah (19), korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bromo, Probolinggo.
Link Live Streaming KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober: Ada Megawati Hangestri yang Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Link Live Streaming KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober: Ada Megawati Hangestri yang Siap Beraksi Lagi Hari Ini

Link Live Streaming KOVO Cup 2026, Jumat 16 Oktober, laga terakhir di fase grup yang akan mempertemukan Hyundai Hillstate vs GS Caltex.
Selengkapnya

Viral