News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Studi Ungkap Semaglutide Bantu Perbaiki Gangguan Metabolik pada Pasien Skizofrenia, Tanpa Perburuk Kondisi Mental

Sebuah uji klinis acak menunjukkan bahwa penggunaan semaglutide pada pasien skizofrenia dengan prediabetes dan obesitas mampu memperbaiki berbagai indikator metabolik.
Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:45 WIB
Ilustrasi stres
Sumber :
  • Pexels/Photo By: Kaboompics.com

Jakarta, tvOnenews.com - Perawatan pasien skizofrenia selama ini identik dengan pengendalian gejala kejiwaan. Namun, para ahli kini semakin menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fisik pasien, terutama karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, prediabetes, diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular.

Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA Psychiatry memberikan gambaran baru mengenai upaya tersebut. Sebuah uji klinis acak menunjukkan bahwa penggunaan semaglutide pada pasien skizofrenia dengan prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan mampu memperbaiki berbagai indikator metabolik tanpa menyebabkan perburukan gejala psikiatri selama masa penelitian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tersebut dinilai memperkuat pandangan bahwa penanganan pasien skizofrenia sebaiknya tidak hanya berfokus pada stabilitas kondisi mental, tetapi juga memerhatikan penyakit penyerta yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan harapan hidup pasien.

Risiko Gangguan Metabolik Lebih Tinggi

Pasien skizofrenia diketahui memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan metabolik dibandingkan masyarakat umum. Selain dipengaruhi pola makan, aktivitas fisik, dan gaya hidup, penggunaan sejumlah antipsikotik generasi kedua juga berkontribusi terhadap kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme gula darah.

Karena itu, para peneliti menilai pemantauan kondisi metabolik seharusnya menjadi bagian rutin dalam penatalaksanaan pasien yang menjalani terapi antipsikotik jangka panjang.

Libatkan 154 Pasien

Penelitian bertajuk HISTORI Randomized Clinical Trial melibatkan 154 pasien skizofrenia berusia 18 hingga 60 tahun. Seluruh peserta sedang mengonsumsi antipsikotik generasi kedua dan telah didiagnosis mengalami prediabetes disertai obesitas atau kelebihan berat badan.

Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok pertama menerima semaglutide dosis 1 mg selama 30 minggu, sementara kelompok lainnya mendapatkan plasebo. Selama penelitian berlangsung, terapi antipsikotik yang sudah dijalani peserta tetap diteruskan.

Berat Badan Turun, Gula Darah Lebih Terkontrol

Selama 30 minggu penelitian, kelompok yang memperoleh semaglutide menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan.

Rata-rata berat badan peserta turun hingga 9,21 kilogram. Selain itu, kadar HbA1c—parameter yang menggambarkan kontrol gula darah dalam dua hingga tiga bulan terakhir—juga mengalami penurunan rata-rata 0,46 persen dibandingkan kelompok plasebo.

Perbaikan tidak berhenti di situ. Sebanyak 81 persen peserta yang menerima semaglutide berhasil mencapai kadar HbA1c normal di bawah 5,7 persen. Sebagai perbandingan, kelompok plasebo hanya mencatat angka 19 persen.

Peneliti juga menemukan adanya peningkatan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik, penurunan trigliserida, serta peningkatan kualitas hidup fisik peserta selama mengikuti penelitian.

Tidak Memperburuk Gejala Skizofrenia

Salah satu kekhawatiran dalam penggunaan terapi tambahan pada pasien gangguan jiwa adalah kemungkinan munculnya gangguan terhadap stabilitas psikologis.

Namun, hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda perburukan gejala skizofrenia maupun penurunan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan mental selama masa pemantauan.

Efek samping yang paling banyak dilaporkan justru berupa gangguan saluran pencernaan, dengan profil keamanan yang dinilai serupa dengan berbagai penelitian semaglutide sebelumnya. Peneliti juga tidak menemukan perbedaan bermakna terkait kejadian efek samping serius antara kelompok semaglutide dan plasebo.

Pentingnya Pendekatan Menyeluruh

Menurut peneliti, hasil ini semakin menegaskan bahwa kesehatan metabolik perlu menjadi bagian integral dalam pelayanan pasien gangguan jiwa berat.

Selama ini, perhatian terhadap pasien skizofrenia lebih banyak tertuju pada pengendalian gejala psikiatri. Padahal, komplikasi metabolik berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko penyakit kronis, kecacatan, hingga kematian dini.

Karena itu, skrining rutin terhadap berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, serta faktor risiko metabolik lainnya dinilai penting dilakukan sejak awal pasien menjalani terapi antipsikotik.

Pendekatan multidisiplin yang melibatkan psikiater, dokter penyakit dalam atau endokrinolog, ahli gizi, serta tenaga kesehatan lain juga dinilai dapat membantu mengoptimalkan penanganan pasien secara menyeluruh.

Relevan untuk Indonesia

Temuan ini dinilai memiliki relevansi bagi Indonesia, mengingat angka obesitas dan diabetes terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Integrasi layanan kesehatan mental dengan pengelolaan penyakit metabolik dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan jiwa berat.

Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa hasil studi tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh pasien skizofrenia. Penelitian hanya melibatkan pasien yang menggunakan antipsikotik generasi kedua serta telah mengalami prediabetes dan obesitas atau kelebihan berat badan.

Selain itu, penelitian ini tidak mengevaluasi semaglutide sebagai terapi untuk mengobati skizofrenia, melainkan sebagai terapi untuk memperbaiki gangguan metabolik pada pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan antipsikotik.

Di Indonesia, zat aktif semaglutide yang dipasarkan oleh Novo Nordisk tersedia dalam dua produk dengan indikasi berbeda, yakni Ozempic untuk terapi diabetes melitus tipe 2 dan Wegovy untuk manajemen berat badan sesuai indikasi yang telah disetujui. Keduanya merupakan obat resep yang hanya dapat digunakan berdasarkan penilaian serta pengawasan tenaga kesehatan. (cmi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sungai Ciwidey Menghitam Diduga Tercemar Limbah, Dedi Mulyadi Murka: Ngaku atau Tidak Ngaku Pasti Kita Proses

Sungai Ciwidey Menghitam Diduga Tercemar Limbah, Dedi Mulyadi Murka: Ngaku atau Tidak Ngaku Pasti Kita Proses

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti dugaan pencemaran lingkungan Sungai Ciwidey.
Jadwal Final Piala Dunia: Ada Spanyol Vs Argentina Dini Hari Nanti

Jadwal Final Piala Dunia: Ada Spanyol Vs Argentina Dini Hari Nanti

Jadwal final Piala Dunia 2026, di mana ada big match antara Spanyol melawan Argentina, yang dipastikan berlangsung seru dan menarik.
Respons Tak Terduga Hotman Paris usai Disindir Sang Anak, Pengacara yang Disebut Hanya ”Marketing”

Respons Tak Terduga Hotman Paris usai Disindir Sang Anak, Pengacara yang Disebut Hanya ”Marketing”

Anak Hotman Paris mengkritisi keputusan sang ayah, yang resmi bergabung sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Lensa Berbicara: Liga Aspal Hidupkan Semangat Sepak Bola Anak-anak Menteng Jaya

Lensa Berbicara: Liga Aspal Hidupkan Semangat Sepak Bola Anak-anak Menteng Jaya

Penyelenggaraan Liga Aspal menjadi alternatif ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas positif di tengah keterbatasan fasilitas olahraga dan minimnya ruang bermain yang layak di lingkungan permukiman. 
Kangkangi Lionel Messi, Kylian Mbappe Jadi Raja Gol Tanpa Gelar Juara di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026

Kangkangi Lionel Messi, Kylian Mbappe Jadi Raja Gol Tanpa Gelar Juara di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe kini kembali lampaui catatan Lionel Messi serta menjadi raja gol sementara di top skor Piala Dunia 2026.
Kecelakaan Beruntun Tewaskan Empat Orang Sekaligus di Deli Serdang, Polisi Ungkap Penyebab Utamanya

Kecelakaan Beruntun Tewaskan Empat Orang Sekaligus di Deli Serdang, Polisi Ungkap Penyebab Utamanya

Korban meninggal dunia ialah Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), yang seluruhnya merupakan warga Sidikalang, serta Anton Simorangkir.

Trending

Sedikitnya Dua Jet Tempur AS Hancur dalam Serangan Rudal Iran ke Yordania

Sedikitnya Dua Jet Tempur AS Hancur dalam Serangan Rudal Iran ke Yordania

Setidaknya dua pesawat jet tempur Amerika Serikat jatuh oleh rudal dan drone pasukan militer Iran dalam serangan terbaru di pangkalan udara di Yordania pada Sabtu pagi.
Perpemindo Apresiasi Langkah Legislator Irma Chaniago Dorong Peningkatan Perlindungan PMI

Perpemindo Apresiasi Langkah Legislator Irma Chaniago Dorong Peningkatan Perlindungan PMI

Perkumpulan Pengusaha Penempatan Pekerja Migran Indonesia (Perpemindo) turut mendukung pernyataan anggota DPRD RI Komisi IX Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago.
Jonathan Frizzy Bongkar Neraka di Balik Jeruji: Tidur Berdiri Hingga Makan Bekas Tikus!

Jonathan Frizzy Bongkar Neraka di Balik Jeruji: Tidur Berdiri Hingga Makan Bekas Tikus!

Jonathan Frizzy akhirnya buka suara mengenai pengalaman paling kelam dalam hidupnya setelah menjalani hukuman penjara selama enam bulan terkait kasus vape mengadung obat keras.
Hotman Paris Sebut Febrie Orang Kebanggaan Prabowo yang Dikriminalisasi

Hotman Paris Sebut Febrie Orang Kebanggaan Prabowo yang Dikriminalisasi

Hotman menyebut Febrie merupakan tangan kanan Presiden Prabowo di Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang telah menyetor uang ke negara Rp430 triliun...
Kronologi Delapan Siswi Tenggelam di Kolam Mata Air Garut: dari Tadabur Alam hingga Belajar Berenang

Kronologi Delapan Siswi Tenggelam di Kolam Mata Air Garut: dari Tadabur Alam hingga Belajar Berenang

Inilah kronologi delapan siswi tenggelam di kolam penampungan mata air di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Viral "Drama" di KRL soal Pelakor hingga Sang Pria Berupaya Melerai, Begini Penjelasan KAI

Viral "Drama" di KRL soal Pelakor hingga Sang Pria Berupaya Melerai, Begini Penjelasan KAI

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan “drama” pelakor di KRL. 
Hotman Paris Sesumbar Tak Butuh Bayaran dari Febrie Adriansyah karena Tarifnya Super Mahal

Hotman Paris Sesumbar Tak Butuh Bayaran dari Febrie Adriansyah karena Tarifnya Super Mahal

Hotman pun beberkan alasannya menjadi kuasa hukum Febrie Adsiansyah. Menurutnya bukan semata-mata karena uang atau sekadar mencari muka, karena ia konglomerat.
Selengkapnya

Viral