Review The Return (2024), Ketika Odysseus Pulang sebagai Pria yang Patah, Bukan Pahlawan
- Prime Video
Jakarta, tvOnenews.com - Selama tiga ribu tahun, kisah The Odyssey karya Homer hampir selalu dikenang lewat petualangan spektakulernya seperti menghadapi Cyclops, godaan Siren, murka Poseidon, hingga tipu daya Kuda Troya.
Namun, The Return (2024) garapan Uberto Pasolini memilih jalan yang sama sekali berbeda. Film yang dibintangi Ralph Fiennes sebagai Odysseus dan Juliette Binoche sebagai Penelope ini justru dimulai ketika semua petualangan itu telah usai.
Hal yang tersisa bukan lagi seorang pahlawan yang dielu-elukan, melainkan seorang pria tua yang pulang membawa luka perang, rasa bersalah, dan pertanyaan yang jauh lebih menyakitkan, apakah ia masih pantas disebut suami, ayah, dan raja setelah dua puluh tahun menghilang?
Sinopsis
Dua puluh tahun setelah meninggalkan Ithaca untuk berperang di Troya dan mengembara di lautan, Odysseus akhirnya kembali ke tanah kelahirannya.
Namun, ia tiba bukan sebagai raja yang disambut rakyatnya. Tubuhnya dipenuhi bekas luka, wajahnya nyaris tak dikenali, dan jiwanya masih dihantui bayang-bayang perang yang tak pernah benar-benar berakhir.
Di sisi lain, Ithaca telah berubah. Penelope hidup layaknya tawanan di istananya sendiri, terus ditekan oleh para pelamar yang ingin merebut takhta dengan memaksanya menikah kembali.
Sementara itu, Telemachus tumbuh tanpa sosok ayah dan kini menjadi sasaran para pelamar yang menganggapnya sebagai penghalang ambisi mereka.
Alih-alih langsung mengungkapkan jati dirinya, Odysseus memilih mengamati semuanya dari balik penyamaran.
Ia menyaksikan putranya tumbuh menjadi laki-laki yang nyaris asing baginya, istrinya bertahan sendirian selama puluhan tahun, dan kerajaannya perlahan kehilangan harapan akan kepulangannya. Di titik inilah dilema Odysseus muncul.
Ia bukan hanya harus merebut kembali takhta, tetapi juga mempertanyakan apakah dirinya masih memiliki hak atas kehidupan yang telah berjalan tanpa dirinya selama dua dekade.
Semakin lama ia menunda membuka identitasnya, semakin besar pula pergulatan batin yang dihadapinya.
Ia ingin memeluk keluarganya, tetapi juga takut mereka lebih mengenang sosok Odysseus yang telah lama pergi daripada pria renta yang kini berdiri di hadapan mereka.
Load more