News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengemudi Ojek Ditembak Saat Gagalkan Curanmor di Jaktim, Polisi Buru Pelaku Bersenjata

Polisi menyelidiki kasus pengemudi ojek ditembak pelaku curanmor di Matraman, Jakarta Timur. Korban terkena luka tembak saat berusaha menggagalkan pencurian motor.
Senin, 20 Juli 2026 - 18:22 WIB
Pengemudi Ojek Ditembak Saat Gagalkan Curanmor di Jaktim, Polisi Buru Pelaku Bersenjata
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Aksi keberanian seorang pengemudi ojek di kawasan Matraman, Jakarta Timur, berakhir tragis. Niatnya membantu menggagalkan aksi pencurian sepeda motor justru membuat dirinya menjadi korban penembakan oleh pelaku yang diduga membawa senjata api.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2026). Saat itu, korban yang sedang menunggu penumpang berusaha menghadang dua pelaku curanmor yang melarikan diri setelah gagal membawa kabur sepeda motor warga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, salah satu pelaku diduga langsung melepaskan tembakan hingga mengenai bagian paha korban.

Polisi kini bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Korban Hadang Pelaku Curanmor, Tiba-Tiba Terdengar Suara Tembakan

Kapolsek Matraman AKP Suripno mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan tersebut. Polisi juga telah menerima laporan mengenai percobaan pencurian sepeda motor yang berujung pada aksi kekerasan terhadap warga.

"Sementara proses masih dalam penyelidikan terkait kasus penembakan," kata AKP Suripno saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta.

Menurutnya, korban menjadi sasaran tembakan ketika berusaha menghalangi aksi pencurian kendaraan bermotor.

"Penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku. Yang jelas, warga yang menghalangi percobaan curanmor kena tembak," ujar Suripno.

Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Evi (57), kejadian bermula ketika terdengar teriakan warga yang menyebut adanya maling di sekitar Pasar Palmeriam. Saat itu, sejumlah warga langsung mengejar dua orang yang diduga sebagai pelaku pencurian.

Korban yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian mencoba menghadang motor pelaku.

"Jadi, (korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas sudah dihalangi, langsung bunyi, 'dor' tembakan tuh. Saya langsung bilang, lah, ditembak, ditembak," kata Evi.

Akibat tembakan tersebut, korban mengalami luka pada bagian paha. Ia sempat terjatuh setelah warga melihat darah keluar dari tubuhnya.

"Tadinya tidak jatuh tuh. Pas saya teriak, 'berdarah itu, darah, darah, darah' saya gitu, langsung jatuh itu orang (tidak mati), langsung dibawa puskesmas dulu tapi tidak diterima, dibawa ke rumah sakit," jelas Evi.

Pelaku Kabur Usai Menembak, Warga Tak Berani Mengejar

Aksi pelaku membuat warga sekitar panik. Meski beberapa warga sempat mengejar, sebagian memilih berhenti karena takut setelah mendengar suara tembakan.

Evi menyebut kedua pelaku menggunakan masker saat beraksi sehingga sulit dikenali.

"Pakai masker dua pelaku itu. Orang-orang juga lihat, cuma tidak berani karena dengar tembakan. Saya saja langsung lari, takut," ungkapnya.

Menurut keterangan saksi, pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Jalan Matraman Raya.

Sebelum insiden penembakan terjadi, kedua pelaku diduga berusaha mencuri sepeda motor RX-King milik warga bernama Ilham (28) di sebuah indekos tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ilham mengatakan dirinya mengetahui motornya hendak dicuri setelah mendengar suara mencurigakan dari luar kamar.

"Saya pantau itu, langsung saya gedor pintu. Makanya, bunyi kayak suara tembakan itu (di CCTV)," ujar Ilham.

Pelaku yang gagal membawa motor kemudian melarikan diri. Ilham sempat mengejar sambil meminta bantuan warga sekitar.

"Kalau ditodongnya, saya baru sampai sini, sih, depan pagar. Habis itu, saya langsung ngumpet di pilar sini. Terus, saya spontan teriak di depan gerbang," katanya.

Teriakan tersebut kemudian memicu warga melakukan pengejaran hingga akhirnya terjadi aksi penembakan terhadap pengemudi ojek.

Polisi Kumpulkan Bukti, Pelaku Bisa Dijerat Pasal Berlapis

Dalam penyelidikan kasus ini, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan sejumlah bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian.

AKP Suripno menyampaikan bahwa proses olah TKP telah dilakukan guna mengetahui kronologi lengkap peristiwa.

"Olah TKP sudah dilakukan, dan dua saksi pendukung juga telah kami periksa, demikian sementara proses masih lidik," ujarnya.

Jika terbukti melakukan penembakan saat aksi pencurian, pelaku dapat dijerat dengan sejumlah aturan pidana.

Untuk dugaan pencurian kendaraan bermotor, pelaku dapat dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Sementara aksi penembakan dapat dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan apabila terbukti menyebabkan luka terhadap korban. Jika menggunakan senjata api ilegal, pelaku juga dapat dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yang mengatur kepemilikan dan penggunaan senjata api tanpa izin.

Selain itu, apabila penembakan dilakukan dengan tujuan melukai atau menghilangkan nyawa korban, penyidik dapat mempertimbangkan penerapan pasal terkait percobaan pembunuhan sesuai hasil penyidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, polisi masih memburu kedua pelaku. Aparat memastikan seluruh rangkaian kejadian akan didalami, termasuk asal senjata yang digunakan serta kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus curanmor lainnya di wilayah Jakarta Timur. (udn)
 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

5 Wartawan Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau! Basarnas Banten Kerahkan RIB-02, Lokasi Belum Ditemukan

5 Wartawan Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau! Basarnas Banten Kerahkan RIB-02, Lokasi Belum Ditemukan

Basarnas Banten angkat bicara terkait dengan isu hilang kontak lima (5) wartawan saat menuju ke Gunung Anak Krakatau. Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwianto
Update Kondisi Charles Leclerc Pasca Kecelakaan di F1 GP Italia 2026, Pembalap Ferrari Itu Bilang Begini

Update Kondisi Charles Leclerc Pasca Kecelakaan di F1 GP Italia 2026, Pembalap Ferrari Itu Bilang Begini

Charles Leclerc memberikan kabar terbaru mengenai kondisinya setelah mengalami kecelakaan pada F1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza.
4 Organisasi yang Menerima Donasi Fajar Sahrudin Sebelum Meninggal, Komunitas Kesehatan Mental hingga Peduli Hewan

4 Organisasi yang Menerima Donasi Fajar Sahrudin Sebelum Meninggal, Komunitas Kesehatan Mental hingga Peduli Hewan

Berikut 4 organisasi yang menerima donasi Fajar Sahrudin sebelum meninggal dunia, komunitas kesehatan mental hingga peduli hewan.
Resmi Dipinjamkan ke Persebaya, Saddil Ramdani Siap Bikin Persib Menyesal?

Resmi Dipinjamkan ke Persebaya, Saddil Ramdani Siap Bikin Persib Menyesal?

Saddil Ramdani pun ingin membuktikan diri bahwa dia bisa bersaing dalam skuad asuhan Bernardo Tavares ini.
Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia

Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia

PBVSI mengambil langkah mengejutkan dengan melakukan perubahan mendadak pada posisi pelatih Timnas Voli Indonesia menjelang gelaran AVC Men's Cup 2026 lalu.
Viral Keributan Antar Kelompok Buat Geger Pengunjung di Mal Bekasi, Polisi: Dipicu SPG Digoda

Viral Keributan Antar Kelompok Buat Geger Pengunjung di Mal Bekasi, Polisi: Dipicu SPG Digoda

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan aksi keributan diduga antar kelompok pekerja di salah satu mal yang terletak di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral