Baru Terungkap! Anak Temon Ternyata Mimpi Ini Sebelum Sang Ayah Meninggal, Dianggap Jadi Firasat Berpulang
- dok.kolase tvOnenews.com /Instagram temontemplar27
Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang alias Temon masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Tepat sepekan setelah sang komedian berpulang, anak-anaknya masih berusaha menerima kenyataan kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi panutan di dalam keluarga.
Dalam acara Ibadah Syukur tujuh hari kepergian Temon yang digelar di kediaman keluarga di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026), putrinya, Reca, membagikan kisah yang hingga kini masih membekas di benaknya. Ia mengaku pernah mengalami mimpi yang belakangan disadarinya sebagai sebuah firasat sebelum sang ayah meninggal dunia.
Menurut Reca, beberapa waktu sebelum Temon berpulang, ia bermimpi melihat pohon nangka yang berada di samping rumah keluarganya tiba-tiba roboh. Mimpi itu sempat membuatnya merasa tidak tenang karena pohon tersebut memiliki arti tersendiri bagi sang ayah.
"Aku sempat mimpi. Di rumah kan ada pohon nangka itu kan. Itu, gimana ya? Buat Papa tuh kayaknya penting banget gitu. Dan itu pohonnya roboh," kata Reca.
Merasa gelisah dengan mimpi tersebut, Reca kemudian memilih menceritakannya langsung kepada Temon. Ia berharap sang ayah dapat lebih memerhatikan kondisi kesehatannya.
"Aku tapi sempat ngobrol sama Papa sempat ngomong kayak, 'Papa, aku mimpi loh, aku mimpi pohon nangkanya rubuh'," lanjut Reca.
Setelah menyampaikan mimpinya, Reca juga sempat mengingatkan Temon agar rutin menjaga kesehatan dan mengonsumsi obat sesuai anjuran. Namun, respons sang ayah justru membuatnya mencoba berpikir lebih tenang.
"Aku bilang 'Aku takut, makanya Papa sehat-sehat ya, minum obat yang bener'. Terus kayak Papa bilang, 'Nggak apa-apa, doain aja yang baik-baik'," ucap Reca menirukan percakapan dengan ayahnya.
Belakangan, setelah Temon benar-benar meninggal dunia, Reca baru menyadari bahwa mimpi tersebut terasa begitu berbeda. Kenangan itu kini menjadi salah satu momen yang paling sulit dilupakan oleh keluarga.
Kakak Reca, Rico, kemudian menjelaskan alasan mengapa pohon nangka itu begitu berarti bagi ayah mereka. Menurutnya, pohon tersebut telah ada sejak Temon masih kecil dan menjadi tempat favorit sang komedian untuk menghabiskan waktu.
"Memang dari dia kecil udah ada, sih. Yang biasa dia nongkrong di bawah pohon nangka," tambah Rico.
Selain mengenang pohon nangka yang memiliki nilai emosional bagi Temon, Rico juga menceritakan bagaimana almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras. Bahkan ketika kondisi kesehatannya mulai menurun, Temon tetap berusaha memenuhi tanggung jawabnya kepada orang lain.
Baginya, sang ayah merupakan pribadi yang sangat menghargai komitmen. Jika sudah berjanji, Temon akan berusaha keras untuk menepatinya meski harus mengabaikan kondisi tubuhnya sendiri.
"Mau keadaan sakit, tetap dipaksain sama dia. Apalagi kalau udah janji sama orang. Sebisa mungkin dia pasti tepatin dulu," tutur Rico.
Kini, kepergian Temon menjadi pengingat bagi anak-anaknya untuk terus memegang nilai-nilai kehidupan yang selama ini diajarkan sang ayah. Reca mengatakan pesan terbesar yang selalu disampaikan Temon adalah menjaga kerukunan dalam keluarga serta saling menyayangi sebagai saudara.
"Ya, paling kita ngelanjutin apa yang udah Papa pesenin ke kita-kita aja kali ya. Kayak harus akur-akur, terus damai, sabar, nurut. Udah gitu aja, sih," tutup Reca.
Komedian Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun akibat serangan jantung. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat mengeluhkan nyeri dada dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan jenazahnya dimakamkan sehari kemudian di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (cmi)
Load more