Cara Istri Temon Obati Rasa Rindu, Seminggu Berpulang Belum Sanggup Singkirkan Jejak Sang Suami
- Istimewa.
Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang alias Temon masih meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Genap tujuh hari setelah sang komedian berpulang, sang istri, Mae, mengaku belum mampu menghilangkan berbagai kenangan yang masih tersisa di dalam rumah, terutama di kamar tempat mereka biasa beristirahat bersama.
Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarga, Mae memilih mempertahankan beberapa barang milik Temon seperti semula. Baginya, benda-benda tersebut menjadi pengobat rindu sekaligus menghadirkan perasaan seolah sang suami masih berada di dekatnya.
Hal itu diungkapkan Mae usai acara Ibadah Syukur mengenang tujuh hari kepergian Temon di kediamannya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Mae mengaku kini justru tidur menggunakan bantal yang sebelumnya dipakai Temon. Tak hanya itu, ia juga belum mengganti sprei maupun guling yang selama ini digunakan sang suami karena masih ingin merasakan kedekatan dengan almarhum.
"Saya tidur di bantal yang dia tidurin sebelumnya sekarang. Jadi di bagian dia, biasanya kan saya di sebelah sini, jadi saya di pinggir yang di bagian dia tidur," kata Mae.
Ia kemudian melanjutkan bahwa semua perlengkapan tidur di sisi sang suami masih dibiarkan seperti saat Temon masih hidup.
"Jadi bantalnya belum saya ganti. Sprei guling belum saya ganti. Jadi saya tidur di situ, sampingnya foto dia, ya udah," lanjutnya.
Bagi Mae, cara tersebut menjadi salah satu bentuk sederhana untuk mengurangi rasa kehilangan yang hingga kini masih begitu kuat. Meski menyadari sang suami telah tiada, ia mengaku masih sering berharap dapat kembali merasakan kehadiran Temon.
Bahkan, Mae mengatakan dirinya sama sekali tidak merasa takut apabila suatu saat bisa kembali "bertemu" dengan almarhum. Sebaliknya, ia justru sangat merindukan sosok yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun.
"Nggak, saya malah pengen ketemu. Saya bilang biarin aja dia coba nongolin aja saya pengen ketemu," ujarnya.
Selain mempertahankan barang-barang peninggalan Temon, Mae juga memiliki cara lain untuk mengenang sang suami. Ia memilih menyanyikan lagu-lagu yang memiliki kenangan khusus dalam perjalanan cinta mereka.
Mae mengenang awal perkenalannya dengan Temon pada 1998. Saat itu, Temon masih aktif sebagai penyiar radio, sementara dirinya merupakan salah satu penggemar yang kerap menerima kiriman lagu dari sang komedian.
Kini, lagu-lagu tersebut justru menjadi penghubung kenangan yang membuat Mae merasa lebih dekat dengan almarhum.
"Mengobati rindu, saya nyanyiin lagu-lagu dia, lagu-lagu kenangan kita. Kan dulu dia penyiar, saya kebetulan fans-nya jadi sering dikirimin lagu kan, jadi saya mau nyanyiin sekarang buat dia, gantian," tutur Mae.
Meski masih larut dalam rasa kehilangan, Mae menyadari dirinya harus tetap kuat demi anak-anak mereka, terutama Remino yang masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu.
Ia pun bertekad meneruskan harapan dan cita-cita Temon dengan membesarkan putra bungsu mereka sebaik mungkin agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan.
"Ngebesarin anak kita, Remino. Insya Allah, niat kita ya ngebesarin Remino untuk jadi anak hebat," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun akibat serangan jantung. Sebelum mengembuskan napas terakhir, komedian yang dikenal luas sebagai rekan duet Abdel Achrian itu sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Namun, tak lama setelah tiba di rumah sakit, nyawa Temon tidak dapat diselamatkan. Jenazahnya kemudian dimakamkan pada keesokan harinya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (cmi)
Load more