Soroti Dugaan BBM Subsidi Dijual ke Tambang, Muhammad Rohid, B.A. Desak BPH Migas Bertindak Tegas
- YouTube TV Parlemen
tvOnenews.com - Anggota Komisi XII DPR RI Muhammad Rohid mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menindak tegas dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diduga disalurkan kepada kegiatan pertambangan.
Rohid turut mendesak Pertamina Patra Niaga untuk segera menindak tegas dua SPBU yang terindikasi melakukan penyelewengan dengan menjual BBM bersubsidi kepada jaringan mafia BBM.
Ia meminta Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan menyeluruh serta menjatuhkan sanksi tegas apabila kedua SPBU tersebut terbukti melanggar ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.
Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan terhadap pihak yang membeli dan menyalurkan BBM secara ilegal, tetapi juga harus menyasar SPBU yang diduga menjadi pintu masuk terjadinya penyelewengan subsidi negara.
Rohid mengungkapkan adanya laporan dugaan penyelewengan solar bersubsidi di sejumlah daerah, termasuk Sumatera Utara dan Kalimantan Timur. Ia meminta BPH Migas segera menerjunkan tim untuk memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sebelum menyampaikan kritik, Rohid terlebih dahulu mengapresiasi jajaran BPH Migas yang dinilainya telah aktif melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan.
“Saya pertama ingin mengapresiasi Kepala BPH Migas hari ini, yang memang sudah banyak turun ke lapangan untuk menindak,” ujar Rohid.
Ia kemudian menyoroti dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di Kabupaten Sidikalang, Sumatera Utara. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat indikasi keterlibatan oknum pengawas hingga aparat penegak hukum dalam praktik tersebut.
“Ini ada di Provinsi Sumatera Utara, letaknya di Kabupaten Sidikalang. Nah, ini ada indikasi pengawas itu bermain dan dia menjual BBM solar. Ada indikasi aparat penegak hukum juga yang terlibat di sini. Jadi, saya sampaikan hari ini, Pak Kepala harus lebih berani ke depannya. Jangan pandang bulu, Pak Kepala. Jangan gara-gara mungkin ada aparat di situ, jadi ragu-ragu. Jangan, Pak. Perintah Presiden Prabowo hari ini jelas, Pak. Siapa pun backing-nya, siapa pun backup-nya, tangkap, Pak!” tegasnya.
- YouTube TV Parlemen
Rohid meminta BPH Migas segera memeriksa SPBU yang diduga menjadi lokasi penyelewengan serta mengusut seluruh pihak yang terlibat tanpa memandang latar belakang maupun pihak yang memberikan perlindungan.
“Saya minta Kepala BPH besok segera kirim tim ke mari. Cek siapa pelaku-pelakunya. Silakan ditangkap, Pak, di SPBU ini,” katanya.
Selain Sumatera Utara, Rohid juga menyoroti dugaan penyaluran BBM bersubsidi kepada perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur.
“Nah, ini SPBU di Kalimantan Timur, Pak Wadirut,” ujarnya.
Menurut Rohid, laporan mengenai penjualan BBM bersubsidi dari SPBU kepada kegiatan pertambangan di Kalimantan Timur telah banyak diterima. Ia menilai praktik tersebut bukan lagi persoalan yang dapat ditutupi dan harus segera ditangani secara serius.
“Jadi, banyak sekali laporan dari Kaltim. Banyak sekali SPBU yang menjual ke tambang-tambang. Itu sudah lumrah. Kita enggak usah bicara tutup-tutupan, ini sudah lumrah di sana,” ungkapnya.
Rohid menegaskan bahwa BBM bersubsidi dibiayai melalui anggaran negara dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Karena itu, setiap bentuk penyalahgunaan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengurangi hak masyarakat untuk memperoleh subsidi.
Ia juga meminta dilakukan evaluasi terhadap jajaran regulator dan pengawas guna memastikan tidak ada oknum yang turut terlibat dalam praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
“Yang seperti ini harus dievaluasi. Jangan sampai regulator-regulator, oknum-oknumnya, ikut bermain di sini. Karena sudah cukup jelas, BBM subsidi ini dibiayai oleh negara. Bukan pakai uang kita pribadi, tetapi uang negara, Pak. Biar jelas,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan dan penindakan, Rohid mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) di Komisi XII DPR RI yang secara khusus menangani persoalan mafia BBM.
Menurutnya, praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi melibatkan jaringan yang kompleks sehingga membutuhkan pengawasan dan penelusuran secara lebih mendalam.
“Saya mungkin izin memberikan saran, Pimpinan. Ke depannya, untuk mem-backup BPH Migas ini, kita bentuk panja, Pimpinan. Mafia BBM ini luar biasa. Kita enggak tahu siapa pelakunya dan mana saja orangnya,” katanya.
Rohid menegaskan bahwa penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi harus dilakukan secara tegas karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ia meminta BPH Migas tidak memberikan toleransi kepada siapa pun yang terbukti menyelewengkan subsidi negara.
Selain itu, Muhammad Rohid, B.A. juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap dua SPBU yang diduga terbukti melakukan praktik penjualan BBM bersubsidi kepada mafia BBM. Menurutnya, tindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat diperlukan agar penyaluran subsidi tepat sasaran dan tidak terus dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan secara ilegal.
“Nah, saya minta tindak tegas, Pak, hari ini. Apalagi sekarang zamannya Presiden kami, Presiden Prabowo Subianto. Enggak usah main-main, Pak. Hari ini saya sampaikan, ini untuk rakyat, kembali untuk rakyat, dari rakyat untuk rakyat. Saya sampaikan dengan tegas hari ini di sini,” pungkasnya.(chm)
Load more