Siapa Jesslyn Wijaya Lay? Atlet Golf Putri yang Dikabarkan Hilang hingga Diduga Dibawa ke Malaysia
tvOnenews.com - Nama Jesslyn Wijaya Lay mendadak menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan dugaan penculikan yang dilaporkan terjadi di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Kasus yang sempat menghebohkan itu kini masih didalami aparat kepolisian setelah muncul fakta baru bahwa Jesslyn diduga telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sehari setelah peristiwa yang dilaporkan terjadi.
Di balik kasus yang masih menyisakan tanda tanya tersebut, Jesslyn dikenal sebagai salah satu atlet golf putri Indonesia yang aktif mengikuti berbagai turnamen amatir dan kejuaraan antarklub.
Meski baru menekuni olahraga golf sejak 2021, perempuan muda ini mampu menunjukkan perkembangan pesat hingga meraih sejumlah prestasi dan membangun popularitas di media sosial.
Perjalanan Jesslyn Wijaya Lay di Dunia Golf
Jesslyn Wijaya Lay merupakan pegolf muda Indonesia yang aktif berkompetisi di berbagai turnamen golf amatir. Selain dikenal sebagai atlet, ia juga merupakan putri dari pengusaha Ponty Wijaya dan diketahui memiliki aktivitas di bidang bisnis.
Perjalanan Jesslyn di dunia golf tergolong singkat. Berdasarkan sesi tanya jawab di akun Instagram pribadinya, ia mulai serius menekuni olahraga tersebut pada pertengahan 2021.
Meski baru beberapa tahun berlatih, kemampuannya berkembang cukup cepat sehingga mampu bersaing di berbagai kompetisi.
Salah satu pencapaian terbaiknya diraih pada Juni 2023 ketika berhasil merebut gelar Best Nett Overall (BNO) Regular dalam turnamen bulanan yang diselenggarakan Chemical Golf Club di Rainbow Hills Golf Club.
Prestasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya karena berhasil mengungguli banyak peserta di kategori umum.
Atas keberhasilannya itu, Jesslyn juga memperoleh apresiasi dari Chemical Golf Club yang dikenal sebagai salah satu komunitas golf terbesar di Asia Tenggara.
Di luar lapangan golf, Jesslyn cukup aktif membangun interaksi dengan para pengikutnya melalui media sosial.
Akun Instagram @jesswijgolf memiliki lebih dari 10 ribu pengikut dan dipenuhi berbagai unggahan mengenai latihan, turnamen, perjalanan, hingga aktivitas sehari-hari.
Tak hanya di Instagram, Jesslyn juga aktif di TikTok melalui akun @jesswij yang telah memiliki puluhan ribu pengikut dan ratusan ribu tanda suka dari berbagai unggahannya.
Dugaan Penculikan Masih Didalami Polisi
Nama Jesslyn semakin menjadi sorotan setelah muncul laporan dugaan penculikan yang terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, saat ia menghadiri acara ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Menurut keterangan kuasa hukum keluarga, Andi Darti, berdasarkan informasi saksi, Jesslyn diduga didatangi beberapa pria bertubuh besar sebelum acara keluarga dimulai.
"Korban sempat berteriak meminta tolong dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujar Andi.
Laporan dugaan penculikan kemudian dibuat ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi juga mengakui hasil penyelidikan sementara menunjukkan memang terdapat peristiwa seseorang membawa Jesslyn secara paksa menuju sebuah mobil.
"Memang benar ada kejadian sesuai yang dilaporkan, yaitu membawa korban atas nama J oleh empat atau lima orang ke mobil secara paksa," kata Roby.
Namun, penyidik menegaskan hingga kini belum dapat memastikan apakah rangkaian peristiwa tersebut merupakan tindak pidana penculikan atau bukan.
"Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan apakah peristiwa ini sebuah perbuatan pidana atau tidak," ujarnya.
Polisi Temukan Fakta Baru, Jesslyn Diduga Berangkat ke Malaysia
Dalam perkembangan terbaru, polisi menemukan fakta bahwa Jesslyn diduga meninggalkan Indonesia sehari setelah kejadian.
Berdasarkan manifes penerbangan yang diperoleh penyidik, Jesslyn diketahui berangkat dari Semarang menuju Kuala Lumpur bersama dua orang yang memiliki hubungan keluarga dengannya.
"Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dua orang lainnya yang diketahui memiliki hubungan keluarga dengan J," ungkap Roby.
Meski demikian, polisi belum menghentikan penyelidikan meskipun pelapor telah mencabut laporannya. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota keluarga Jesslyn.
Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia Shinta juga menyampaikan bahwa hasil pendalaman sementara belum menemukan adanya indikasi kekerasan terhadap Jesslyn.
"Yang kami lihat adalah memang dari korban itu tidak ada kekerasan," ujar Rita.
Sementara itu, polisi memastikan belum ditemukan adanya permintaan uang tebusan maupun motif yang mengarah pada penculikan sebagaimana umumnya terjadi dalam kasus serupa.
Pasal Hukum yang Berpotensi Diterapkan
Apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur tindak pidana penculikan atau perampasan kemerdekaan seseorang, pelaku dapat dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana, antara lain:
* Pasal 328 KUHP tentang penculikan atau membawa seseorang secara melawan hukum dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
* Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang secara melawan hukum dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 tahun.
Namun hingga saat ini kepolisian belum menetapkan tersangka maupun menyimpulkan bahwa dugaan penculikan benar-benar terjadi.
Penyidik masih terus mendalami seluruh fakta, termasuk motif, kronologi, serta keberadaan Jesslyn Wijaya Lay, guna memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan tindak pidana atau persoalan lain yang melibatkan pihak keluarga. (udn)
Load more