Curhatan Ruben Onsu: Rela Utang Rp10,1 Miliar unttuk Renovasi Rumah, Transfer Rp11,1 Miliar ke Ayah Sarwendah
"Posisi kreditnya saat ini memang sedang tidak lancar. Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan. Namun, kami maupun Ruben belum pernah mendapatkan informasi resmi dari bank bahwa aset tersebut akan dilelang," ujarnya.
Di luar cicilan rumah, Ruben juga masih membiayai kebutuhan anak-anak, pembayaran kartu kredit, hingga biaya liburan keluarga. Jika seluruh pengeluaran tersebut dijumlahkan, nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
Pihak Ruben mengatakan beberapa kewajiban finansial sementara waktu ditunda sampai terdapat kesepakatan mengenai hak bertemu anak serta transparansi penggunaan dana yang berkaitan dengan kebutuhan anak.
Polemik Pernyataan soal Rumah dan Harta Bersama
Pengungkapan biaya renovasi rumah senilai lebih dari Rp11 miliar menuai tanggapan dari pihak Sarwendah. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mempertanyakan alasan pihak Ruben kembali membuka persoalan yang menurutnya telah menjadi bagian dari kesepakatan sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Minola menegaskan bahwa pihaknya hanya memberikan klarifikasi atas berbagai pernyataan yang telah lebih dahulu disampaikan di ruang publik.
"Dia, dalam live TikTok, kan ngomong rumah itu dari hasil 'saya dan papa', ini menjadi pertanyaan," kata Minola.
Menurutnya, apabila tidak ada pernyataan tersebut, publik maupun media tidak akan mempertanyakan siapa yang membiayai pembangunan rumah tersebut.
"Kalau dia tidak mengeluarkan statement itu, maka tidak ada pertanyaan dari masyarakat, dari teman-teman media. Masak kami diam saja ketika kami ditanyakan?" ujarnya.
Minola juga menambahkan bahwa berbagai fakta yang diungkap merupakan bentuk pembelaan terhadap Ruben yang belakangan dinilai tidak bertanggung jawab sebagai suami maupun ayah.
"Kalau ada suara Ruben tidak bertanggung jawab, ini sesuatu hal yang sangat menyedihkan sekali," kata Minola.
Sementara itu, pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa angka Rp11 miliar bukan hanya merupakan jasa kontraktor, tetapi juga mencakup pembelian material bangunan dan berbagai kebutuhan renovasi lainnya.
Hingga kini, polemik mengenai aset, utang renovasi, serta pembagian harta bersama masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan.
Load more