News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Kekerasan Jadi Sorotan pada Hari Anak Nasional 2026

Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, pada tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". 
Jumat, 24 Juli 2026 - 21:58 WIB
Peringatan Hari Anak Nasional 2026, 25 Mobil Pintar Disebar
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, pada tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". 

Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak anak sekaligus menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjamin hak setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi secara optimal. 

Tema tahun ini juga menjadi pengingat bahwa investasi terhadap anak merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Pemerintah juga mendorong seluruh elemen masyarakat menghadirkan ruang yang aman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun ruang digital. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif, kampanye perlindungan anak, hingga peningkatan akses pendidikan yang inklusif, terutama bagi anak-anak di wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan.

Sejalan dengan semangat tersebut, berbagai lembaga dan dunia usaha turut menggelar kegiatan yang berfokus pada pemenuhan hak anak. 

Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil, wilayah tertinggal, maupun anak berkebutuhan khusus agar memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Maka dari itu, Askrindo pun ikut berpartisipasi dengan menggelar kegiatan edukatif secara serentak melalui 25 unit Mobil Pintar (MoPi) yang beroperasi di 25 provinsi. 

Program yang dijalankan bersama PAUD Inspirasi Indonesia tersebut menjangkau anak usia dini hingga usia sekolah melalui kegiatan mendongeng, membaca bersama, permainan edukatif, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, edukasi deteksi keterlambatan bicara pada anak usia dini, serta sesi parenting bagi orang tua dan pendamping.

Direktur Utama Askrindo M. Fankar Umran mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pemenuhan hak anak, khususnya di bidang pendidikan yang inklusif.

"Peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momentum krusial bagi Askrindo untuk terus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak Indonesia. Melalui Mobil Pintar, kami hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memperluas akses pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan merata. Tanpa memandang latar belakang dan keterbatasan geografis, berhak atas kesempatan belajar dan ruang tumbuh yang aman serta menginspirasi," ujar Fankar.

Fankar mengatakan kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Anak Nasional 2026 turut mencakup sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.

Data pemerintah menunjukkan persoalan tersebut masih jauh dari kata selesai. Kementerian PPPA melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat sepanjang 2025 terdapat 35.025 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan.  

Pemerintah menegaskan angka tersebut hanyalah fenomena gunung es karena masih banyak korban yang memilih tidak melapor. Sementara itu, data SIMFONI PPA per Juli 2025 menunjukkan terdapat 15.615 kasus kekerasan yang telah tercatat. 

Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling dominan dengan 6.999 kasus.  Mayoritas korban merupakan anak berusia 13 hingga 17 tahun, sedangkan lokasi kejadian paling banyak berada di lingkungan rumah tangga, yakni mencapai 9.956 kasus. 

Tidak hanya edukasi mengenai sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, ada juga edukasi deteksi keterlambatan bicara pada anak usia dini, serta kegiatan parenting bagi orang tua sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral