News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dinilai Merugikan Petani, APTI Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) secara tegas menolak rancangan aturan pembatasan kadar nikotin dan tar.
Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:41 WIB
Dinilai Merugikan Petani, APTI Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) secara tegas menolak rancangan aturan pembatasan kadar nikotin dan tar

Sekjen DPN APTI, Mudi mengaku rancangan kebijakan Peraturan Pemerintah (PP) No 28 Tahun 2024 dan peraturan turunannya turut berdampak pada keberlangsungan petani serta varietas tembakau lokal yang selama ini menjadi komoditas andalan penghidupan petani. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Implikasi nya sangat besar bagi petani. Jika pembatasan kadar nikotin harus di bawah 1mg dan tar harus di bawah 10mg ini dipaksakan dan dilakukan sekarang, bagaimana nasib petani? Ke mana hasil panen kami dijual? Selama ini 99% hasil panen kami diserap industri hasil tembakau (IHT)," kata Mudi kepada awak media, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Muhdi menekankan bahwa selama ini IHT adalah sektor yang paling mandiri, yang mampu menyerap produktivitas petani tembakau dan cengkeh lokal.

"Kami menolak dengan tegas tentang rencana aturan pembatasan nikotin dan tar. Dampaknya akan luar biasa.Tolong pengambil kebijakan berpikir lebih jernih. Kami petani hanya ingin kepastian berusaha, bekerja dengan tenang agar dapat melanjutkan kehidupan. Mau menunggu 30 tahun atau 50 tahun sampai menghasilkan varietas dengan kadar nikotin yang kecil, tidak ada yang bisa menjamin keberlangsungan petani. Semua tergantung pemerintah," paparnya.  

Muhdi pun mengingatkan bahwa pada bulan Agustus-September tahun ini, mayoritas petani tembakau akan mulai panen.

Ia pun menekankan dengan adanya polemik rancangan regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar, petani khawatir dan pesimistis akan mempengaruhi kepastian serta hasil kualitas dan kuantitas serapan. 

"Tidak mudah untuk mengubah atau menghasilkan varietas tembakau baru dengan kadar nikotin sangat rendah. Bagaimana persiapannya, bagaimana nanti ke depan tata kelolanya, perubahan pupuknya. Semuanya perlu waktu, tergantung kesiapan pemerintah. Tidak bisa serta merta, itu sama saja dengan menyuruh petani dibunuh," ujar Muhdi. 

Sementara itu, petani tembakau Bondowoso, M Yasid mengatakan suara penolakan petani terhadap rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar telah direspon dan diterima oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). 

"Pembahasan atas ambang batas nikotin dan tar belum pada produk tembakau belum akan diterapkan dalam waktu dekat sebagaimana informasi yang berkembang di masyarakat. Substansi mengenai pengaturan kadar nikotin dan tar akan ditelaah dan dikaji secara komprehensif melalui koordinasi antar lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri dan masyarakat," kata Yasid.

Yasid menjelaskan memaksakan pembatasan kadar nikotin dan tar jelas akan mematikan varietas tembakau lokal khususnya yang ada di Jawa Timur.

"Jawa Timur itu adalah sentra tembakau yang memenuhi kebutuhan nasional dengan luasan setiap tahun rata-rata antara 120.000 sampai 150.000 dengan jumlah petani sekitar 1 juta. Pembatasan kadar nikotin dan tar ini menjadi ancaman nyata bagi petani di Jawa Timur. Di Jawa Timur, semua varietas yang ada di Jawa Timur, kandungan rata-rata nikotinnya minimal 2mg. Ini sangat berat sekali dan sangat merugikan petani," kata Yasid. 

"Makanya kami datang jauh-jauh dari Jawa Timur menuntut kepada Kemenko PMK untuk mencabut dan membatalkan rancangan aturan itu.Kami bukan anti terhadap regulasi. Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah selama itu aturan adil, setara. Jangan kemudian kami diperlakukan dengan tidak adil, yaitu dengan pembatasan yang justru membunuh sumber penghidupan kami. Kemenko PMK berjanji bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan-pembahasan berkelanjutan. Namun demikian, kami dari wakil petani meminta dilibatkan secara langsung dan terbuka di dalam pembahasan itu," sambungnya.(raa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Driver Ojol Tangkap Remaja Bawa Sajam, Dedi Mulyadi Pastikan Bonus Sayembara Cair

Viral Driver Ojol Tangkap Remaja Bawa Sajam, Dedi Mulyadi Pastikan Bonus Sayembara Cair

Keberanian para ojol yang berhasil mengamankan sekelompok remaja mendapat apresiasi langsung dari Dedi Mulyadi, dan mereka dipastikan terima bonus sayembara.
Mengenal Vitiligo, Penyakit Kulit yang Tak Menular tetapi Berdampak pada Mental

Mengenal Vitiligo, Penyakit Kulit yang Tak Menular tetapi Berdampak pada Mental

Vitiligo merupakan kelainan kulit yang menyebabkan hilangnya pigmen melanin sehingga muncul bercak-bercak putih pada berbagai bagian tubuh.
Kapan Pertandingan Perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026?

Kapan Pertandingan Perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026?

Lantas, kapan tepatnya pertandingan perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 dilaksanakan? Berikut jadwal pertandingan dan lawan perdana Skuad Garuda nanti.
Vozinha Gabung Colo-Colo

Vozinha Gabung Colo-Colo

Penjaga gawang Timnas Tanjung Verde, Vozinha, resmi bergabung dengan klub raksasa Chile, Colo-Colo. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Colo-Colo, Anibal Mosa.
UMKM Oleh-Oleh Khas Demak Sukses Perluas Pasar dan Berhasil Naik Kelas Berkat Pemberdayaan BRI

UMKM Oleh-Oleh Khas Demak Sukses Perluas Pasar dan Berhasil Naik Kelas Berkat Pemberdayaan BRI

Keinginan sederhana untuk menghadirkan oleh-oleh khas Demak jadi titik awal perjalanan bisnis Bambwi Jaya pada 2019. Saat itu pemiliknya Bambwi Rumiyati melihat
Belum Main sudah Cetak Rekor Baru, Timnas Indonesia Diperkuat 11 Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2026

Belum Main sudah Cetak Rekor Baru, Timnas Indonesia Diperkuat 11 Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2026

Kejutan besar mewarnai langkah Timnas Indonesia jelang mengarungi sengitnya persaingan di ajang ASEAN Championship 2026 (Piala AFF 2026). Untuk pertama kalinya

Trending

Buntut Cekcok dengan Sekuriti di Bundaran HI, 3 Anggota Polda Jabar Bakal di Patsus dan Jalani Proses Kode Etik

Buntut Cekcok dengan Sekuriti di Bundaran HI, 3 Anggota Polda Jabar Bakal di Patsus dan Jalani Proses Kode Etik

Polda Jawa Barat membenarkan bahwa tiga pria pembawa mobil Alphard yang terlibat cekcok dengan sekuriti di wilayah Bundaran HI, Jakarta, merupakan anggotanya.
Dari Saksi Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ungkap Kronologi Penahanan Febrie Adriansyah

Dari Saksi Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ungkap Kronologi Penahanan Febrie Adriansyah

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, resmi menjalani masa penahanan.
Marselino Ferdinan Segel 7 dari Beckham Putra Nugraha, Intip Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Marselino Ferdinan Segel 7 dari Beckham Putra Nugraha, Intip Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

AFF mengumumkan nomor punggung tim peserta Piala AFF 2026 pada Jumat (24/7/2026), termasuk nomor punggung yang digunakan pemain Timnas Indonesia. 
Tersangka Febrie Adriansyah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK, Ini Pertimbangannya

Tersangka Febrie Adriansyah Ditahan 20 Hari di Rutan KPK, Ini Pertimbangannya

Eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah dilakukan penahanan di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), oleh Tim Penyidik (Tim Sembilan) Kejaksaan Agung, pada Jumat (24/7/2026).
Achmad Donny Terpilih sebagai Ketum PB SEMMI 2026-2029, Kongres IX Tegaskan Komitmen Kawal Asta Cita Presiden

Achmad Donny Terpilih sebagai Ketum PB SEMMI 2026-2029, Kongres IX Tegaskan Komitmen Kawal Asta Cita Presiden

Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) sukses menggelar Kongres IX yang berlangsung pada 21–24 Juli 2026 di Pusdiklat Lantas Polri, Banten
Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Jaksa Meski Sudah Ditahan di Rutan KPK

Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Jaksa Meski Sudah Ditahan di Rutan KPK

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono mengatakan bahwa Febrie Adriansyah masih menerima gaji meski telah mundur dari Jampidsus.
Fix Garuda Calling! Ini Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Rasa Eropa Siap Angkat Trofi

Fix Garuda Calling! Ini Formasi Mengerikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Rasa Eropa Siap Angkat Trofi

Intip formasi terbaik Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 setelah PSSI resmi mengumumkan daftar 26 pemain. Skuad Garuda diprediksi bakal bercita rasa Eropa.
Selengkapnya

Viral