Profil Troy Pantouw: Jubir Otorita IKN yang Meninggal di Kamar Rusun, Ternyata Punya Rekam Jejak Mentereng
- Instagram @troy_pantouw
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026).
Kepergian Troy mengejutkan banyak pihak. Sosok yang selama ini menjadi wajah komunikasi pembangunan IKN itu ditemukan meninggal dunia di kamar huniannya di Rumah Susun (Rusun) ASN 3, Tower 6, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Di balik perannya sebagai juru bicara IKN, Troy memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik, komunikasi publik, hingga hubungan masyarakat yang membawanya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis.
Berawal dari Dunia Penyiaran dan Jurnalistik
Troy Harold Yohanes Pantouw lahir pada 8 Mei 1968. Pendidikan menengah ditempuhnya di SMA Santa Maria Surabaya sebelum melanjutkan kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada periode 1987-1993.
Karier profesional Troy dimulai dari industri media. Pada 1988 hingga 1992, ia dikenal sebagai penyiar radio sekaligus reporter di Radio Surabaya.
Pengalamannya di dunia jurnalistik kemudian berkembang ketika bergabung dengan SCTV pada rentang 1990 hingga 1998. Selama bekerja di stasiun televisi tersebut, Troy dipercaya mengisi berbagai posisi, mulai dari reporter, presenter berita, hingga executive producer.
Latar belakang sebagai jurnalis menjadi bekal penting yang kemudian mengantarkannya berkiprah di bidang komunikasi strategis.
Raih Beasiswa Bergengsi ke Inggris
Tak hanya aktif berkarier, Troy juga terus meningkatkan kompetensinya di bidang komunikasi. Ia pernah memperoleh beasiswa Chevening untuk menempuh pendidikan Master of Media and Communication di Birmingham City University, Inggris, pada 2000-2001.
Beberapa tahun kemudian, Troy kembali mengikuti pendidikan eksekutif di Henley Business School pada 2014, memperkuat kapasitasnya dalam bidang kepemimpinan dan komunikasi organisasi.
Kiprah di Dunia Humas
Setelah meninggalkan dunia media, Troy memilih berkarier di sektor komunikasi korporasi dan hubungan masyarakat.
Namanya cukup dikenal di kalangan praktisi humas Indonesia. Pada 2019, ia memperoleh penghargaan Fellow Accredited Public Relations Practitioner (FAPR) dari ASEAN Public Relations Network (APRN).
Selain itu, Troy juga aktif dalam organisasi profesi dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) periode 2011-2014.
Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, Troy juga pernah dipercaya menjadi Kepala Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Indonesia pada 2020-2022.
Setelah itu, ia melanjutkan kiprahnya sebagai Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia pada periode 2022-2023.
Menjadi Wajah Komunikasi Otorita IKN
Pada Maret 2023, Troy resmi bergabung dengan Otorita IKN sebagai Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN.
Dalam posisi tersebut, ia menjadi salah satu figur yang paling sering menyampaikan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara kepada masyarakat.
Troy bertugas mengomunikasikan berbagai isu strategis, mulai dari progres pembangunan infrastruktur, rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN), perkembangan investasi di IKN, pelayanan publik di kawasan Nusantara, hingga memberikan klarifikasi terhadap berbagai isu yang berkembang terkait proyek ibu kota baru.
Ditemukan Meninggal di Rusun ASN
Sementara itu, terkait meninggalnya Troy, Kapolresta IKN Kombes Pol Supriyanto menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari pihak Otorita IKN setelah penghuni kamar tidak memberikan respons.
"Sekira pukul 13.47 Wita kami mendapat laporan dari pihak OIKN terkait salah satu kamar di Rusun ASN 3 Tower 6 Lantai 1 Kamar 102. Saat petugas kebersihan hendak membersihkan ruangan, pintu kamar tidak bisa dibuka," ujar Supriyanto.
Karena tidak ada jawaban dari dalam kamar, petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk membuka akses masuk.
"Sudah diketok beberapa kali tidak ada respons. Kami lalu koordinasi dengan Damkar untuk membuka akses," jelasnya.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyatakan tidak menemukan adanya dugaan tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.
"Selesai dari RS Hermina IKN, posisi korban saat ini dibawa ke RS Hermina Balikpapan untuk proses visum lanjutan. Kami juga masih menunggu kedatangan pihak keluarga korban dari Jakarta," ujar Supriyanto.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban," tegasnya.
Meski demikian, penyebab pasti meninggalnya Troy masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan. Polisi juga memperoleh informasi awal bahwa almarhum sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Hingga saat ini ada informasi awal bahwa korban sempat mengeluhkan sakit dan merasa tidak enak badan. Itu yang masih kami dalami termasuk memeriksa saksi-saksi. Mengenai riwayat sakitnya apa, masih menunggu keterangan medis lanjutan," tutupnya. (cmi)
Load more