News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masyarakat Tunggul Pandean Jepara Antusias Dukung GI Nalumsari 150 kV: Yang Demo Matikan Saja Listriknya

Pemerintah berupaya berikan pelayanan sistem kelistrikan secara maksimal di tengah masyarakat. Belajar dari pengalaman seperti pemadaman listrik di Pulau Jawa
Rabu, 29 Juli 2026 - 18:16 WIB
Masyarakat Tunggul Pandean Jepara Antusias Dukung GI Nalumsari 150 kV
Sumber :
  • istimewa

Begitu juga dengan penuturan Ketua RW 2, Sunardi yang sangat senang adanya pembangunan GI di desa mereka. 

"Berkah bagi desa kami, karena Gi bisa dibangun disini. Karena pastinya ke depan listrik disini bakal semakin andal dan aktivitas warga akan semakin mudah nantinya," cetusnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejarah Berdirinya GI

Mantan Petinggi Desa (Kades) Tunggul Pandean Parmono yang akrab disapa Momok ketika dikonfirmasi dikediamannya secara tegas mendukung pembangunan GI 150 kV Nalumsari.

"Proyek ini dirintis sejak tahun 2017 itu berlangsung setelah saya selesai menjabat. Itu di era Kades Ibu Ambar Zulaiko. Ketika itu setahu saya, hasil pembicaraan dengan pihak PLN, GI hadir untuk mengatasi beban maksimal pada GI Jepara dan GI Kudus. Dan pengerjaannya bukan tiba-tiba," tegas Momok, Rabu (29/7/2026).

Untuk proyek itu sepengetahuannya, SOP dijalankan secara tertib, mulai dari tahapan sosialisasi, pembebasan lahan, dan audiensi sinergi pemerintahan semua dilakukan. Apalagi ini memang untuk kepentingan masyarakat banyak khususnya di desa.

"Saya cukup tahu semua proses itu. Januari 2017, sosialisasi pertama kepada warga dan awal proses pembebasan tanah milik warga dan Agustus 2018, sosialisasi tahap kedua terkait kelanjutan pembebasan lahan. Semua lancar. Jadi, kalau pun ada gangguan, itu hanya orang yang mencari-cari kesalahan dan merasa tidak dapat untung dari proyek itu. Padahal dengan GI ini, nantinya mereka-mereka yang protes itu ikut menikmatinya," tandasnya.

Pria yang biasa disapa dengan sebutan Pak Mantan ini menjelaskan, bahwa TKD yang kini menjadi lokasi GI itu juga bukan tanah produktif. Karena memang tanah keras yang tidak bisa ditanami.

"Dulu kita sempat sewakan bengkong (TKD) itu 2,5 juta, tapi gak laku. Kemudian sejuta aja sebulan terus ditanami tebu, hasilnya hancur. Jadi memang sama sekali tidak bisa dimanfaatkan. Kalau yang sekarang, sudah tiga kali malah panen padi," sebutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menimpali hal itu, Kepala Desa Tunggul Pandean Khotibul Umam secara rinci juga menjelaskan, tahapan pembangunan GI itu sangat prosedural termasuk adanya ruislagh atau tukar guling aset.

“Dari info yang saya terima dari sebelum saya menjabat sebagai petinggi. Dulu yg menjadi bakal utk pendirian gardu induk itu salah satunya tanahnya bapak Suliyono dan Pak Rio. Berhubung mereka tidak mau menerima hasil dari appraisal maka dipindahkan ke tanah bondo deso yg itu kebetulan tanah bengkok (TKD) petinggi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Selengkapnya

Viral