Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).
Vini memproduksi kue sarmut yang berbahan dasar talas menjadi produk khas bagi usahanya.
Produk khas sebagai identitas usaha didapati Vini saat menjadi peserta dalam program yang digagas YIS yakni Desa Emas.
Dalam program Desa Emas itu, dia menyadari pentingnya memiliki produk khas yang dapat menjadi identitas usaha.
Kesempatan itu datang ketika mengikuti program pangan lokal yang mendorong pemanfaatan talas komoditas unggulan Bogor.
Berbagai percobaan dilakukan untuk mengolah tepung talas menjadi produk yang memiliki cita rasa berbeda.
Setelah melalui proses yang panjang, Vini menemukan formulasi yang cocok dengan mengombinasikan tepung talas dan kue karamel sarang semut.
Awalnya, produk ini kurang mendapat perhatian karena dianggap sebagai kue tradisional biasa.
Namun melalui strategi pembagian sampel kepada pelanggan, Kue Sarmut mulai dikenal dan diterima pasar.
Kini produk tersebut menjadi salah satu oleh-oleh khas Cigombong dan dijual sekitar Rp60.000 per boks.
Berkat konsistensinya mengembangkan produk berbasis talas, Vini beberapa kali dipercaya mewakili Kabupaten Bogor dalam pameran tingkat nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Saat ini, kapasitas produksi Riva Cake mencakup sekitar 20 jenis kue basah, lapis talas, serta Kue Sarmut yang mampu diproduksi hingga puluhan boks setiap hari.
Tidak hanya fokus mengembangkan usaha sendiri, Vini juga membangun komunitas Riva Baking Class (RBC) yang menjadi wadah berbagi ilmu bagi pelaku usaha kuliner.
Komunitas yang dirintis sekitar lima tahun lalu itu kini memiliki lebih dari 120 anggota yang berasal dari Bogor, Tangerang, hingga Jakarta.
Melalui kelas tersebut, peserta belajar membuat berbagai produk makanan, mulai dari roti, bagelan, dimsum, hingga produk frozen food.
Beberapa anggota bahkan berhasil mengembangkan usaha sendiri setelah mengikuti pelatihan tersebut.
Bagi Vini, keberhasilan tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan membantu orang lain berkembang.
"Saya merasa sukses kalau saya bisa membuat orang lain sukses," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Di sisi lain, Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menilai perjalanan Vini menjadi contoh nyata bahwa pelaku UMKM dapat bangkit dari keterpurukan ketika mendapatkan pendampingan yang tepat, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berinovasi.
Menurutnya program Desa Emas memang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui program tersebut peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan dalam manajemen usaha, pemasaran, pengembangan produk, hingga perluasan jejaring bisnis.
"Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru di masyarakat," kata Sandiaga Uno.
Dirinya menyebut sosok Vini menunjukkan bagaimana pelaku usaha yang sempat mengalami kegagalan dapat bangkit kembali melalui inovasi dan pemanfaatan potensi daerah.
Produk kue sarmut berbahan dasar talas yang dikembangkan Vini dinilai sejalan dengan semangat Desa Emas yang mendorong lahirnya produk unggulan berbasis sumber daya lokal.
"Program ini bertujuan memberdayakan pelaku usaha melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. Dengan dukungan pendampingan dan partisipasi aktif masyarakat, UMKM dapat menjadi motor kemandirian ekonomi daerah," ujar Sandiaga.
Ia menambahkan, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Karena itu, kisah Vini yang kini membina pelaku usaha melalui komunitas Riva Baking Class menjadi contoh multiplier effect yang ingin diwujudkan dalam setiap program pemberdayaan UMKM.
Kepada para pelaku UMKM, Sandiaga berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan usaha. Menurutnya, tantangan merupakan bagian dari proses membangun bisnis yang berkelanjutan.
"Jangan takut memulai dan jangan takut gagal. Terus belajar, berinovasi, manfaatkan potensi lokal, serta bangun jejaring dan kolaborasi. UMKM yang mau beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri akan memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas," ujarnya.(raa)
Load more