News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).
Kamis, 30 Juli 2026 - 03:31 WIB
Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Vini memproduksi kue sarmut yang berbahan dasar talas menjadi produk khas bagi usahanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produk khas sebagai identitas usaha didapati Vini saat menjadi peserta dalam program yang digagas YIS yakni Desa Emas.

Dalam program Desa Emas itu, dia menyadari pentingnya memiliki produk khas yang dapat menjadi identitas usaha.

Kesempatan itu datang ketika mengikuti program pangan lokal yang mendorong pemanfaatan talas komoditas unggulan Bogor.

Berbagai percobaan dilakukan untuk mengolah tepung talas menjadi produk yang memiliki cita rasa berbeda. 

Setelah melalui proses yang panjang, Vini menemukan formulasi yang cocok dengan mengombinasikan tepung talas dan kue karamel sarang semut.

Awalnya, produk ini kurang mendapat perhatian karena dianggap sebagai kue tradisional biasa. 

Namun melalui strategi pembagian sampel kepada pelanggan, Kue Sarmut mulai dikenal dan diterima pasar.

Kini produk tersebut menjadi salah satu oleh-oleh khas Cigombong dan dijual sekitar Rp60.000 per boks.

Berkat konsistensinya mengembangkan produk berbasis talas, Vini beberapa kali dipercaya mewakili Kabupaten Bogor dalam pameran tingkat nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Saat ini, kapasitas produksi Riva Cake mencakup sekitar 20 jenis kue basah, lapis talas, serta Kue Sarmut yang mampu diproduksi hingga puluhan boks setiap hari.

Tidak hanya fokus mengembangkan usaha sendiri, Vini juga membangun komunitas Riva Baking Class (RBC) yang menjadi wadah berbagi ilmu bagi pelaku usaha kuliner.

Komunitas yang dirintis sekitar lima tahun lalu itu kini memiliki lebih dari 120 anggota yang berasal dari Bogor, Tangerang, hingga Jakarta.

Melalui kelas tersebut, peserta belajar membuat berbagai produk makanan, mulai dari roti, bagelan, dimsum, hingga produk frozen food.

Beberapa anggota bahkan berhasil mengembangkan usaha sendiri setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Bagi Vini, keberhasilan tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan membantu orang lain berkembang.

"Saya merasa sukses kalau saya bisa membuat orang lain sukses," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Di sisi lain, Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menilai perjalanan Vini menjadi contoh nyata bahwa pelaku UMKM dapat bangkit dari keterpurukan ketika mendapatkan pendampingan yang tepat, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berinovasi.

Menurutnya program Desa Emas memang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan dalam manajemen usaha, pemasaran, pengembangan produk, hingga perluasan jejaring bisnis.

"Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru di masyarakat," kata Sandiaga Uno.

Dirinya menyebut sosok Vini menunjukkan bagaimana pelaku usaha yang sempat mengalami kegagalan dapat bangkit kembali melalui inovasi dan pemanfaatan potensi daerah.

Produk kue sarmut berbahan dasar talas yang dikembangkan Vini dinilai sejalan dengan semangat Desa Emas yang mendorong lahirnya produk unggulan berbasis sumber daya lokal.

"Program ini bertujuan memberdayakan pelaku usaha melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. Dengan dukungan pendampingan dan partisipasi aktif masyarakat, UMKM dapat menjadi motor kemandirian ekonomi daerah," ujar Sandiaga.

Ia menambahkan, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, kisah Vini yang kini membina pelaku usaha melalui komunitas Riva Baking Class menjadi contoh multiplier effect yang ingin diwujudkan dalam setiap program pemberdayaan UMKM.

Kepada para pelaku UMKM, Sandiaga berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan usaha. Menurutnya, tantangan merupakan bagian dari proses membangun bisnis yang berkelanjutan.

"Jangan takut memulai dan jangan takut gagal. Terus belajar, berinovasi, manfaatkan potensi lokal, serta bangun jejaring dan kolaborasi. UMKM yang mau beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri akan memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas," ujarnya.(raa)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AS-Saudi Serang Irak, PM Irak Gelar Pertemuan Dewan Keamanan

AS-Saudi Serang Irak, PM Irak Gelar Pertemuan Dewan Keamanan

Menanggapi serangan udara yang dilancarkan oleh AS dan Saudi terhadap fasilitas milisi Syiah, Perdana Menteri Irak Ali Faleh Al-Zaidi akan mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional pada Rabu. Pernyataan ini dilansir dari Badan Keamanan pemerintah Irak.
Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terjaring OTT KPK menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Pemerintah diminta segara mengatasi akar masalahnya.
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Pemerintah menarget penataan ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis selesai sebelum 5 Agustus 2026. Daerah dengan stunting, ibu hamil, dan balita akan jadi prioritas pertama.
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung tingginya biaya politik, persoalan pendapatan, dan besarnya kewenangan menjadi akar persoalan korupsi di daerah.

Trending

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di media sosial @wargajakarta.id sebuah video memperlihatkan tukang martabak mini menjadi korban pencurian.
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung tingginya biaya politik, persoalan pendapatan, dan besarnya kewenangan menjadi akar persoalan korupsi di daerah.
Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Momen Pelajar SMAN 1 Plus Matauli Berbaur dengan Puluhan Militer dari 5 Negara

Momen Pelajar SMAN 1 Plus Matauli Berbaur dengan Puluhan Militer dari 5 Negara

SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) mendadak didatangi tamu berupa 35 personel militer yang berasal Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Australia.
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).
Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Pemerintah menarget penataan ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis selesai sebelum 5 Agustus 2026. Daerah dengan stunting, ibu hamil, dan balita akan jadi prioritas pertama.
Selengkapnya

Viral