News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Omak! Sebelum Viral “Ciyee Curhat”, Syerly Pernah Didemo Warga dan Diminta Dicopot dari Jabatan Lurah

Profil dan rekam jejak Syerly, Lurah Paya Pasir Medan yang viral setelah melontarkan celetukan saat warga mengadu kepada Wali Kota Rico Waas hingga mendapat sanksi pembinaan.
Kamis, 30 Juli 2026 - 15:34 WIB
Omak! Sebelum Viral “Ciyee Curhat”, Syerly Pernah Didemo Warga dan Diminta Dicopot dari Jabatan Lurah
Sumber :
  • Facebook Keluarhan Paya Pasir

tvOnenews.com - Satu celetukan singkat di tengah kunjungan kerja Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendadak membawa nama Lurah Paya Pasir, Syerly, menjadi sorotan publik.

Ucapan “Ciyee, curhat dia bah” yang terlontar ketika seorang warga menyampaikan persoalan keamanan dan minimnya penerangan jalan, menyebar luas di media sosial serta memicu kritik terhadap sikap seorang pejabat publik dalam merespons aspirasi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa yang terjadi di kawasan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, pada Selasa (28/7/2026), itu kemudian tidak berhenti sebagai polemik di ruang digital. 

Inspektorat Kota Medan memanggil Syerly untuk memberikan klarifikasi dan menyimpulkan adanya indikasi pelanggaran kode etik. Langkah pembinaan disiplin pun direkomendasikan sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut.

Profil dan Rekam Jejak Syerly sebagai ASN

Syerly, S.Pd., M.AP., merupakan Aparatur Sipil Negara atau ASN yang dipercaya menjabat sebagai Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Latar belakang pendidikannya mencakup gelar Sarjana Pendidikan serta Magister Administrasi Publik.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai lurah, Syerly membawahi sembilan lingkungan di wilayah Kelurahan Paya Pasir. 

Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi hingga penanganan persoalan lingkungan dan koordinasi pembangunan di tingkat kelurahan.

Sebelum bertugas di Paya Pasir, Syerly diketahui pernah mengemban amanah sebagai Lurah Terjun. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Omak! Sebelum Viral “Ciyee Curhat”, Syerly Pernah Didemo Warga dan Diminta Dicopot dari Jabatan Lurah
Omak! Sebelum Viral “Ciyee Curhat”, Syerly Pernah Didemo Warga dan Diminta Dicopot dari Jabatan Lurah
Sumber :
  • Tangkapan layar

Namun, perjalanan Syerly sebagai pejabat kelurahan juga sempat diwarnai sorotan warga. Pada Selasa (9/12/2025), puluhan warga yang didominasi ibu rumah tangga mendatangi Kantor Camat Medan Marelan. Mereka menyampaikan tuntutan agar Syerly dievaluasi dan diganti dari jabatannya.

Aksi tersebut berkaitan dengan keluhan warga mengenai respons pemerintah kelurahan saat sejumlah wilayah di Paya Pasir dilanda banjir. 

Seorang warga Lingkungan 8 bernama Syahdan menyampaikan kekecewaan terhadap sikap yang dinilai kurang responsif terhadap warga terdampak.

“Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah enggak hadir, bahkan sewaktu saya datangi Lurah malah ia marah sembari mengancam tak akan ada lagi berikan bantuan ke warga lingkungan kami. Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja,” kata Syahdan saat aksi berlangsung.

Terkait tudingan tersebut, saat itu media masih berupaya mendapatkan tanggapan dan klarifikasi resmi dari Syerly. 

Keluhan warga tersebut juga tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran, sehingga perlu dipandang sebagai bagian dari aspirasi dan protes masyarakat yang muncul pada waktu itu.

Celetukan Saat Warga Mengadu Berujung Viral

Nama Syerly kembali menjadi perhatian setelah mendampingi Wali Kota Medan Rico Waas dalam peninjauan kawasan Danau Siombak. Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut melintasi wilayah Kelurahan Paya Pasir.

Seorang warga bernama Ulfa kemudian mendekati rombongan untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi lingkungan tempat tinggalnya. Ia menyoroti kondisi jalan yang gelap karena minimnya lampu penerangan serta kekhawatiran warga terhadap gangguan keamanan.

“Pak nanti izin pasang lampu ya, Pak, gelap kali soalnya,” kata warga tersebut.

Warga itu juga menjelaskan bahwa persoalan penerangan telah mendorongnya memasang lampu secara swadaya. Menurut pengakuannya, terdapat empat titik penerangan yang dibangun menggunakan dana pribadi.

“Selama ini saya pasang sendiri, Pak, empat tiang ini pake uang pribadi,” tuturnya.

Di tengah penyampaian keluhan tersebut, Syerly yang berdiri di dekat Wali Kota Rico Waas melontarkan celetukan, “Cie, curhat dia bah,” sambil tersenyum.

Potongan video itu kemudian beredar luas di media sosial. Sejumlah warganet menilai ucapan tersebut kurang tepat karena disampaikan ketika warga sedang mengadukan persoalan keamanan dan fasilitas umum. 

Kritik pun berkembang menjadi pembahasan mengenai pentingnya empati serta profesionalisme pejabat publik dalam menerima keluhan masyarakat.

Syerly kemudian memberikan klarifikasi. Ia menyatakan tidak memiliki maksud merendahkan warga dan menjelaskan bahwa dirinya telah mengenal Ulfa secara pribadi. 

Menurutnya, celetukan tersebut merupakan candaan spontan karena keduanya selama ini terbiasa berinteraksi secara akrab.

Ulfa juga membenarkan bahwa ia dan Syerly tidak memiliki persoalan pribadi. Keduanya kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat.

Inspektorat Rekomendasikan Pembinaan Disiplin

Meski telah ada klarifikasi dan permintaan maaf, Inspektorat Kota Medan tetap melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa tersebut. Syerly dipanggil untuk memberikan penjelasan mengenai ucapan yang terekam dalam video.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Inspektorat Kota Medan menyatakan terdapat indikasi pelanggaran terhadap kode etik ASN sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Medan.

Peraturan tersebut mengatur bahwa ASN di lingkungan Pemerintah Kota Medan wajib berpedoman pada nilai dasar BerAKHLAK, termasuk berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Kode etik itu juga menjadi pedoman perilaku ASN dalam menjalankan tugas serta berinteraksi dengan masyarakat.

Inspektur Kota Medan Erfin Fahrurrazi menyebut tindakan Syerly terindikasi tidak memenuhi kewajiban untuk menunjukkan integritas dan keteladanan sebagai aparatur pemerintah.

“Buntut dari temuan ini, Inspektorat merekomendasikan adanya langkah pembinaan disiplin terhadap yang bersangkutan,” tutur Erfin dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Medan.

Sanksi yang direkomendasikan dalam perkara ini merupakan langkah pembinaan disiplin dan bukan perkara pidana. 

Dengan demikian, tidak terdapat penerapan pasal pidana dalam polemik tersebut karena peristiwa yang dipersoalkan berkaitan dengan etika, perilaku, dan standar profesional ASN.

Secara umum, pembinaan dan penegakan disiplin ASN mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 

Ketentuan tersebut menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, tanggung jawab, serta kepatuhan ASN terhadap aturan dan kode perilaku dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Polemik yang menimpa Syerly pun menjadi pengingat bahwa setiap respons pejabat kepada masyarakat dapat dinilai bukan hanya dari maksud pribadi, tetapi juga dari konteks, cara penyampaian, dan dampaknya di ruang publik. 

Bagi aparatur yang berada di garis terdepan pelayanan, sikap empati dan keteladanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan warga. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral