News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Balik Gaun Mewah IFW 2026, Ternyata Ada Pengrajin Lansia yang Masih Menjahit Payet Satu per Satu

Sorotan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 tak hanya tertuju pada deretan gaun mewah yang melintas di runway, tetapi juga pada cerita di balik proses pembuatannya.
Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:34 WIB
Koleksi Khayae di IFW 2026.
Sumber :
  • tvOnenews/Sumiyati.

Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 tak hanya tertuju pada deretan gaun mewah yang melintas di runway, tetapi juga pada cerita di balik proses pembuatannya.

Label lokal Khayae menghadirkan koleksi bertajuk Majestic Reverie yang memadukan nuansa klasik dengan sentuhan modern melalui penggunaan velvet, bordir, kristal, dan detail payet yang dikerjakan secara manual.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang membuat koleksi ini berbeda bukan hanya tampilannya yang glamor, melainkan filosofi yang dibangun oleh dua pendirinya, Silvia dan Elok. Mereka ingin menunjukkan bahwa kemewahan tidak selalu harus hadir dalam bentuk ornamen yang berlebihan, melainkan melalui kualitas material dan ketelitian pengerjaan tangan.

"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang mewah, glamor, tapi tidak berlebih. Kami memang menyukai sesuatu yang klasik, lalu kami mengolahnya menjadi busana yang tetap relevan untuk sekarang," ujar Silvia usai peragaan busana di IFW 2026, di JCC Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan payet berbentuk bulan sabit, detail yang kini jarang ditemui di dunia mode kontemporer. Payet tersebut pernah populer sebagai bagian dari kostum tari tradisional dan kini dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih elegan.

"Kalau diperhatikan, ada payet yang menurut saya jadul banget, yaitu payet sabit. Dulu biasanya dipakai untuk seragam tari. Kami munculkan lagi, tetapi dipilih warnanya supaya tetap terlihat elegan," katanya.

Koleksi Khayae di IFW 2026.
Koleksi Khayae di IFW 2026.
Sumber :
  • tvOnenews/Sumiyati.

Silvia menilai, kemewahan justru lahir dari kemampuan mengolah bentuk, tekstur, dan warna agar busana tetap tampak berkelas tanpa kehilangan karakter.

Dalam proses kreatifnya, Khayae juga sempat berganti-ganti material sebelum akhirnya menetapkan velvet sebagai bahan utama koleksi Majestic Reverie. Menurut Silvia, hanya velvet yang mampu menghadirkan kesan megah sesuai tema yang mereka usung.

"Ternyata yang bisa menginterpretasikan tema ini adalah velvet. Warnanya dalam, punya karakter yang kuat, dan sejak dulu juga identik dengan busana kerajaan di Eropa maupun Asia," jelasnya.

Meski memberikan hasil visual yang mewah, velvet menjadi salah satu bahan yang paling sulit diolah. Mulai dari proses menjahit hingga pressing, semuanya harus dilakukan dengan perlakuan khusus agar kilau alaminya tetap terjaga.

"Kesulitannya ada di bahan. Velvet itu tidak bisa di-press sembarangan. Kalau temperatur tidak tepat, kilaunya bisa mati," ungkap Silvia.

Namun, kisah paling menyentuh dari koleksi ini justru datang dari para pengrajin yang mengerjakan detail payet satu per satu. Khayae melibatkan perempuan dari berbagai generasi, termasuk sejumlah pekerja lanjut usia yang masih aktif berkarya hingga kini.

Elok mengungkapkan bahwa beberapa pengrajin mereka telah berusia sekitar 60 tahun dan tetap menghasilkan pekerjaan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

"Pegawai kami ada yang usianya sekitar 60 tahun dan masih mengerjakan payet. Karena itu hampir setiap busana selalu memiliki detail payet. Bagi kami, sustainability juga berarti mempekerjakan mereka, mulai dari yang muda sampai yang sepuh," ujarnya.

Pendekatan tersebut menjadi alasan mengapa Khayae tidak menggunakan wastra dalam koleksi kali ini. Sebagai gantinya, mereka memilih mengangkat nilai craftsmanship melalui pekerjaan tangan para pengrajin yang selama ini berada di balik layar industri mode.

Bagi Silvia dan Elok, Majestic Reverie bukan sekadar koleksi gaun pesta atau busana glamor. Mereka ingin setiap perempuan yang mengenakannya merasa memiliki nilai, keberanian, dan kepercayaan diri.

"Kami ingin setiap perempuan percaya bahwa dirinya berharga. Karena semahal apa pun bajunya, kalau tidak percaya diri, semuanya akan percuma," kata Silvia. (cmi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral