NU Harus Menjadi Kekuatan Soft Diplomacy Dunia
- Istimewa
“Ini ciri yang harus dimiliki oleh calon ketua umum yang akan datang, yang tahu persis tentang geopolitik, geostrategi, dan grand ideology di dalam konteks berkehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di dalam kehidupan dunia ini.”
Pesan tersebut menempatkan Muktamar NU dalam perspektif yang lebih luas. Pemilihan kepemimpinan tidak hanya menyangkut siapa yang paling mampu mengelola organisasi di dalam negeri, tetapi juga siapa yang memiliki kapasitas membawa NU berinteraksi dengan dunia yang semakin kompleks.
Dalam gagasan tersebut, NU memiliki peluang untuk memperluas pengaruhnya bukan melalui kekuasaan formal, melainkan melalui kemampuan membangun jembatan, menghadirkan dialog, memperkuat perdamaian, dan menciptakan keseimbangan dalam relasi global.
Dengan demikian, setelah mengajak NU kembali kepada ruh Ahlus Sunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai amanah diniyah, Ali Masykur Musa memperluas horizon kepemimpinan NU menuju panggung dunia: NU sebagai kekuatan masyarakat sipil-keagamaan yang mampu menjalankan soft diplomacy untuk menghadirkan kehidupan global yang damai dan seimbang.(chm)
Load more