Universitas Negeri Yogyakarta Gunakan Bus Listrik 8 Meter VKTR, Perkuat Kolaborasi Industri Nasional untuk Mobilitas Kampus Berkelanjutan
- VKTR
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., menyampaikan, "Penggunaan bus listrik VKTR merupakan bagian dari upaya UNY dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau, sejalan dengan agenda kami mendukung SDGs 7,11, dan 13, bersama Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi poin 6 tentang kemitraan dan poin 5 tentang hasil kerja yang digunakan oleh masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi sivitas akademika.
Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh implementasi teknologi ramah lingkungan di sektor pendidikan," VKTR turut menggandeng Laksana sebagai mitra karoseri produksi bus untuk UNY, "Kolaborasi Laksana dan VKTR untuk bus listrik UNY membuktikan satu hal. Industri karoseri dalam negeri mampu bersaing dengan produk CBU. Bus ini kami produksi dengan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi, mulai dari struktur bodi, sistem kelistrikan, hingga proses perakitan akhir. Standar kualitas dan keamanannya kami jaga setara dengan produk impor. Tapi ini bukan sekadar soal teknis. Kehadiran bus listrik di kampus UNY adalah langkah nyata menuju transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ini juga mendukung agenda SDGs, khususnya di bidang energi bersih dan mobilitas rendah emisi. Sinergi antara industri dan perguruan tinggi seperti ini yang akan mempercepat transisi energi nasional", ungkap Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada elektrifikasi kendaraan komersial, VKTR terus memperluas implementasi solusi mobilitas listrik di berbagai sektor, mulai dari transportasi publik, logistik, kawasan industri, hingga institusi pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi transportasi yang tidak hanya rendah emisi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna melalui efisiensi operasional, kenyamanan, dan keandalan produk.
Melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, VKTR percaya bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh sinergi antara industri, institusi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem mobilitas yang berkelanjutan di Indonesia.(chm)
Load more