Studi Klinis di Indonesia Temukan Potensi Probiotik sebagai Terapi Pendamping Jerawat
- Freepik
Meski hasil awal tersebut dinilai menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa temuan ini masih merupakan bagian dari proses pengembangan bukti ilmiah dan memerlukan penelitian lanjutan.
“Uji klinis ini memberikan landasan saintifikasi penggunaan probiotik sebagai terapi pendamping (adjuvant terapi) pada jerawat. Tentunya hasil penelitian ini perlu dilihat sebagai bagian dari proses pengembangan bukti ilmiah yang masih terus berkembang dan tetap membutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme maupun manfaat klinisnya," tambah Prof. Keri Lestari.
Potensi Mikrobioma dalam Penelitian Kesehatan
Penelitian tersebut menjadi salah satu contoh meningkatnya perhatian terhadap ilmu mikrobioma dalam dunia kesehatan. Para peneliti melihat bahwa pemahaman mengenai komunitas mikroorganisme di dalam tubuh manusia dapat membuka peluang pendekatan yang lebih komprehensif terhadap berbagai penyakit, termasuk gangguan kulit.
Prof. Dean Lee Heng Yee, Director of Bcrobes Group, mengatakan bahwa perkembangan ilmu mikrobioma membuka peluang yang semakin luas untuk memahami kesehatan manusia secara lebih komprehensif.
“Bcrobes percaya bahwa inovasi kesehatan harus berjalan bersama dengan penelitian dan bukti ilmiah. Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga mencakup dukungan terhadap penelitian, publikasi ilmiah, serta edukasi yang dapat membantu tenaga kesehatan dan masyarakat memperoleh informasi yang kredibel,” ujar Prof. Dean Lee Heng Yee.
Pandangan serupa disampaikan Dr. Kaley Oon Seok Fang, Medical Affairs Director Bcrobes, yang menilai hasil studi tersebut sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi lebih jauh peran probiotik dalam mendukung terapi jerawat.
“Hasil ini membuka ruang untuk memahami lebih jauh hubungan antara mikrobiota usus dan kesehatan kulit. Ke depan, kami akan terus mendorong riset dan kolaborasi dengan akademisi serta tenaga kesehatan agar potensi ini dapat dikaji lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Kaley.
Pentingnya Riset Berbasis Bukti
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, juga diperkenalkan buku Transformasi Paradigma Probiotik: Generasi Baru Kesehatan Berbasis Mikrobioma yang membahas kesehatan usus, keseimbangan mikrobiota, dan pemanfaatan probiotik berdasarkan literatur ilmiah.
Apt. Noffendri Roestam, S.Si., Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia periode 2022-2026, mengapresiasi semakin berkembangnya kontribusi apoteker dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Load more