Pendakwah Indonesia UAH Meminta Kepolisian Memproses Viralnya Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Al-Quran
- YouTube/Adi Hidayat Official
Jakarta, tvOnenews.com- Pendakwah Indonesia, Ustaz Adi Hidayat (UAH) ikut menyoroti viralnya video promosi alkohol dengan hafalan Al-Quran di media sosial (Medsos). Ia pun meminta agar pihak berwajib segera bertindak tegas.Â
- dok.kolase tvOnenews.com/ @infojawabarat
Dengan pesan singkatnya, Ustaz Adi disapa UAH tersebut menyebutkan akun dengan menandakan (tag) akun Humas Polri. Ia meminta untuk segera diproses kasus tersebut.Â
Seperti kita ketahui, Ustaz Adi seringkali membagikan pesan bijak, kultum atau ceramah hingga nasihat untuk umat muslim. Dia juga kritis terhadap fenomena sosial di kehidupan sehari-hari. Â
"Yth. Mabes Polri. Mohon segera diproses peristiwa pidana terkait. Demikian, terima kasih. UAH. @divisihumaspolri," tulisnya dikutipdari akun resminya, @adihidayatofficial pada Jumat (14/8).
- Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official
Sehubungan dengan kabar UAH juga.membuat laporan atas viralnya video promosi alkohol pakai Al-Quran ini, masih menunggu respons pihak Kepolisian. Â
Namun perlu diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama terkait tantangan (challenge) hafalan Al-Qur'an berhadiah minuman keras (miras) merek Newport di festival musik The Sounds Project, Ancol.
Berdasarkan informasi yang dirangkum tvOnenews.com, tersangka tersebut memiliki inisial RES, AK, I, dan M.Â
Diketahui, kalau RES (atau E): Bertindak sebagai pemandu acara atau MC di booth Newport yang memandu interaksi di lokasi.
Sementara AK (atau R) dan I: Pihak yang diduga memberikan tantangan kepada pengunjung untuk melafalkan Surat Al-Ikhlas dan Surat Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol miras.
Kemudian tersangka M: Pengunjung festival yang tampil melafalkan Surat Ad-Dhuha menggunakan pengeras suara.
Sejauh ini, pihak Brand alkohol Newport, sudah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maafnya. Newport melalui Direktur Handoko Sasongko menyampaikan maaf secara terbuka kepada publik.Â
Dengan begitu, pihak manajemen menyesal atas insiden dugaan penistaan agama yang memicu gelombang emosi publik.
"Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ujar Handoko dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).
Load more