Polda NTT Turunkan Tim Psikologi untuk Gelar Trauma Healing dengan Teknik USEFT bagi Korban Gempa
- tim tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Kepedulian Polda NTT tidak hanya sebatas memberikan bantuan hingga mengevakuasi korban gempa yang terjadi di NTT pada Sabtu (15/8) lalu. Namun, Polda NTT juga menurunkan Tim Psikologi dari BAGPSI Biro SDM Polda NTT untuk menggelar Trauma Healing melalui teknik Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) atau Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique bagi korban gempa di Posko Gelora Samador, Sikka.
Hal ini dibeberkan oleh Kapolda Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Rudi Darmoko kepada awak media secara keterangan tertulis, yang diterima di Jakarta pada Senin (17/8/2026).
Ia menyebutkan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi soft approach Polri dalam membantu memulihkan kondisi mental anak-anak yang sempat mengalami ketakutan, kecemasan, trauma, karena dampak gempa di NTT.
Tak hanya itu saja, para korban juga mendapatkan sesi Trauma Healing melalui pemberian motivasi, edukasi mengenai pentingnya hidup rukun, toleransi, menjaga persatuan, serta permainan edukatif yang membantu mengalihkan perhatian kobran dan juga korban gempa yang merupakan anak-anak dari pengalaman traumatis yang mereka alami.
Selain itu, personel Polda NTT juga memberikan Trauma Healing dengan teknik USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique), yaitu metode relaksasi yang dipadukan dengan teknik tapping, pengenalan emosi, dan afirmasi positif.
Untuk diketahui, terapi ini bertujuan membantu anak-anak mengurangi tekanan psikologis, membangun kembali rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat untuk kembali belajar dan beraktivitas secara normal.
Di samping itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengatakan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, evakuasi, tetapi juga harus menyentuh pemulihan psikologis masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
"Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis akibat konflik. Karena itu, Polri hadir bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pendampingan agar dapat kembali merasa aman, ceria," ujar Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko.
Menurutnya, kegiatan Trauma Healing dengan teknik USEFT merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kembali rasa aman serta mempercepat proses pemulihan sosial di tengah masyarakat.
"Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, kami berharap trauma yang dialami korban gempa terutama anak-anak dapat berangsur pulih sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara normal. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri sekaligus mendukung terciptanya rekonsiliasi yang berkelanjutan," jelasnya. (aag)
Load more