Alasan Menyentuh Dedi Mulyadi Beri Kursi VIP untuk Petani hingga Kuli saat HUT RI ke-81, Tamu Kehormatan Rela 'Dijemur'
- YouTube Humas Jabar
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Sate, Bandung, berbeda dari biasanya.
Pada upacara yang berlangsung Senin (17/8/2026), Dedi memberikan tempat khusus di area VIP kepada masyarakat yang sehari-hari bekerja sebagai petani, nelayan, pengemudi ojek online hingga kuli bangunan.
Upacara HUT RI ke-81 tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut digelar di Halaman Gedung Sate atau Pesanggrahan Pancarasa.
- YouTube Humas Jabar
Kehadiran para pekerja dari berbagai latar belakang menjadi perhatian karena mereka ditempatkan di area yang biasanya diperuntukkan bagi tamu kehormatan.
Dedi menjelaskan, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia ingin memberikan penghormatan kepada masyarakat yang selama ini bekerja keras dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat.
Alasan Menyentuh Dedi Mulyadi Beri Kursi VIP untuk Rakyat
Di hadapan para peserta upacara, Dedi menyampaikan apresiasi kepada para petani, nelayan, ojol, hingga kuli bangunan yang hadir.
Ia juga meminta maaf karena pada kesempatan tersebut dirinya justru berada di luar area tenda VIP.
- YouTube Humas Jabar
Menurut Dedi, area tersebut sengaja diberikan kepada masyarakat yang selama ini bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung pembangunan daerah.
“Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf pada saat ini kita berada di luar arena tenda VIP,” ujar KDM, Senin (17/8/2026).
"Karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, Grab, termasuk kuli bangunan," lanjut Gubernur Jabar itu.
Selain kelompok pekerja tersebut, Dedi turut memberikan penghargaan kepada petugas kebersihan. Ia menyinggung peran para tukang sapu yang setiap hari menjaga kebersihan jalan-jalan di Jawa Barat.
"Hari ini upacara juga diikuti oleh para tukang sapu yang setiap hari membersihkan seluruh areal jalan-jalan di Provinsi Jawa Barat, yang hampir kita rekrut lebih dari 3.000 orang," pungkasnya.
Dedi Mulyadi Minta Maaf kepada Warga Jabar
- YouTube Humas Jabar
Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, Dedi juga menyampaikan pesan yang cukup emosional. Ia mengakui masih banyak persoalan masyarakat Jawa Barat yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Dedi bahkan meminta maaf karena pemerintah daerah belum mampu memberikan kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya kepada seluruh masyarakat.
“81 tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat Jawa Barat,” ucapnya.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah akses listrik.
Ketika mulai menjabat pada 2025, Dedi menyebut masih terdapat lebih dari 500.000 warga Jawa Barat yang belum mendapatkan akses listrik. Jumlah tersebut kemudian disebut telah berkurang dan kini tersisa sekitar 80.000 warga.
Ia menargetkan persoalan tersebut dapat dituntaskan pada 2027. Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi ironi karena Jawa Barat memiliki potensi energi yang besar, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi.
Dedi menegaskan pemerintah daerah perlu mengarahkan pengelolaan keuangan pada kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu targetnya adalah memastikan warga Jawa Barat memperoleh akses layanan kesehatan tanpa harus menghadapi persoalan biaya yang berujung utang.
"Ironi itu harus kita selesaikan secara bersama, dengan upaya melakukan penataan dalam sistem keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk terarah pada aspek yang menjadi kebutuhan dasar warga," kata Dedi.
"Tidak boleh lagi ada rakyat Jawa Barat yang masuk ke rumah sakit, pulangnya berhutang karena ketidakmampuan keuangan," tegas KDM. (asl)
Load more