Lansia 80 Tahun Tewas Terserempet KRL di Tebet, Sempat Terlihat Berjalan di Pinggir Rel
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
tvOnenews.com - Pagi di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026), mendadak diwarnai insiden tragis. Seorang pria lanjut usia berinisial I, yang diketahui berusia 80 tahun, meninggal dunia setelah terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.50 WIB di jalur rel kawasan Jalan Kebon Baru, RT 006/RW 006, Kebon Baru, Tebet. Sebelum kejadian, sejumlah saksi disebut sempat melihat korban berjalan di sekitar pinggir rel. Tidak lama kemudian, KRL melintas dari arah Bogor menuju Jakarta.
Insiden itu bukan hanya menyebabkan korban kehilangan nyawa, tetapi juga berdampak pada perjalanan Commuter Line pada pagi hari. Rangkaian KRL yang terlibat sempat mengalami gangguan sehingga petugas harus melakukan pemeriksaan sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
Polisi Pastikan Korban Meninggal di Lokasi
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara setelah mendapatkan informasi mengenai seorang warga yang terserempet kereta.
"Benar, telah dilakukan pengecekan TKP (tempat kejadian perkara) diduga orang yang terserempet kereta listrik," kata Joko dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/08/26).
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, korban sebelumnya terlihat berada di sekitar pinggir rel. Ketika KRL dari arah Bogor menuju Jakarta melintas, korban kemudian terserempet rangkaian kereta.
"Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, terlihat korban berjalan di sekitaran pinggir rel," ujar Joko.
Akibat insiden tersebut, korban meninggal dunia di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kepolisian juga belum memastikan adanya dugaan bahwa korban sengaja mengakhiri hidupnya. Saat ditanya mengenai kemungkinan tersebut, Joko mengatakan, "Tidak didapat info tersebut."
Artinya, berdasarkan informasi awal kepolisian, belum ada keterangan yang dapat memastikan motif ataupun penyebab korban berada di sekitar jalur rel sebelum kejadian.
Perjalanan KRL Sempat Mengalami Gangguan
Peristiwa tersebut turut memengaruhi operasional Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota. KAI Commuter sebelumnya menyampaikan bahwa KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota mengalami insiden tertemper orang di antara Stasiun Pasar Minggu dan Manggarai.
"Saat ini, dalam penanganan petugas. Perjalanan Commuter Line saat ini masih menunggu pengecekan rangkaian di Stasiun Tebet,” tulis KAI Commuter melalui akun X resminya.
Pemeriksaan dilakukan karena rangkaian kereta mengalami dampak pada sistem pengereman. Penanganan tersebut menyebabkan perjalanan sejumlah kereta mengalami keterlambatan.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor sempat mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam. Sebagian perjalanan juga mengalami pembatalan.
Untuk mengurangi dampak terhadap perjalanan penumpang, KAI Commuter sempat menerapkan rekayasa pola operasi dengan menggunakan satu jalur antara Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Manggarai.
Perjalanan Kembali Normal
Setelah proses penanganan dan pemeriksaan rangkaian selesai, perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota kembali dijalankan menuju Stasiun Manggarai.
KAI Commuter memastikan operasional pada relasi tersebut kemudian kembali normal. Meski demikian, insiden ini kembali menunjukkan risiko keselamatan yang dapat muncul ketika seseorang berada terlalu dekat dengan jalur perjalanan kereta.
Dalam kasus ini, polisi masih menangani kejadian dan telah melakukan pemeriksaan di lokasi. Informasi awal yang diperoleh dari saksi menyebut korban berjalan di sekitar pinggir rel sebelum KRL melintas.
Sementara itu, identitas korban disebut sebagai Ishak, pria berusia 80 tahun. Jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa di Tebet tersebut juga menjadi pengingat bahwa area rel merupakan kawasan yang memiliki risiko tinggi bagi masyarakat. Kereta memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak ketika mendapati orang berada di jalurnya.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak berjalan, duduk, atau melakukan aktivitas di sekitar jalur rel yang bukan merupakan area untuk publik. Selain membahayakan diri sendiri, keberadaan orang di jalur kereta juga dapat mengganggu keselamatan perjalanan dan operasional transportasi umum. (udn)
Load more