Irjen Rudi Darmoko Tinjau Riung, Mbay, dan Palue Pascagempa Flores Naik Helikopter
- istimewa
Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit sendirian. Kehadiran pimpinan kepolisian secara langsung menjadi simbol bahwa negara masih berada di tengah mereka.
Bukan hanya melalui personel yang ditempatkan di lapangan, tetapi juga melalui keputusan dan kebijakan yang diambil berdasarkan kondisi nyata. Sebab, bencana tidak mengenal batas administrasi.
Ketika satu wilayah terdampak, wilayah lain pun harus ikut bersiap. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, seluruh kekuatan negara harus mampu bergerak dalam satu irama.
Dalam konteks itulah, kunjungan Kapolda NTT menjadi penting. Ia tidak hanya melihat apa yang telah terjadi, tetapi juga membaca apa yang mungkin terjadi berikutnya.
Selain meninjau dampak gempa, perjalanan Kapolda NTT juga berkaitan erat dengan kesiapan lokasi yang akan dikunjungi Wakil Presiden Republik Indonesia.
Agenda tersebut tentu membutuhkan kesiapan pengamanan yang matang. Setiap titik kunjungan harus dipastikan aman, akses harus dipetakan, koordinasi antarinstansi harus berjalan, dan kondisi masyarakat di sekitar lokasi harus menjadi perhatian.
Polri memiliki posisi penting dalam memastikan seluruh rangkaian agenda kenegaraan tersebut berlangsung aman tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat terdampak bencana.
Karena itu, pemantauan Kapolda NTT ke sejumlah wilayah dapat dibaca sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh unsur pengamanan dan pelayanan publik benar-benar siap menghadapi agenda besar tersebut.
Tidak boleh ada keterlambatan dalam merespons persoalan dan yang paling penting, kepentingan masyarakat terdampak tetap harus menjadi prioritas. (aag)
Load more