Langkah Pemerintah Naikan Anggaran Penanganan Bencana Tuai Respons Positif
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah berencana menaikkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada APBN 2027 menjadi berkisar Rp1 triliun.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Sujahri Somar dalam forum Obrolan Teras 13 bertema 'Evaluasi 2 Tahun pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka'.
Menurutnya komitmen alokasi anggaran ini merupakan sinyal positif untuk memperkuat skema mitigasi dan kesiapsiagaan nasional.
"Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang menaikkan anggaran BNPB hingga menembus angka Rp1,003 triliun pada RAPBN 2027. Ini adalah komitmen nyata yang memang kita tunggu agar penguatan mitigasi, kesiapsiagaan di daerah, perlindungan lingkungan, serta sarana tanggap bencana dapat berjalan secara optimal dan merata," kata Sujahri, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kendati demikian, Sujahri turut menyoroti dua persoalan pemerintah yakni kesiapan negara menghadapi bencana dan potensi disintegrasi bangsa.
Ia menilai penanganan bencana tidak boleh terus bersifat reaktif dan hanya berfokus pada respons setelah bencana terjadi.
"Negara tidak boleh hanya hadir setelah bencana terjadi. Negara harus hadir sebelum bencana itu datang, melalui mitigasi yang kuat, kesiapan yang matang, dan kebijakan yang mampu melindungi rakyat serta ruang hidupnya," ujarnya.
Selain itu, Sujahri mengingatkan adanya berbagai dinamika sosial dan politik di sejumlah daerah.
Ia meminta pemerintah perlu mengambil langkah secara serius agar permasalahan tersebut tak sampai berkembang menjadi persoalan disintegrasi.
"Persoalan disintegrasi tidak muncul dari ruang hampa. Ketika masyarakat merasa jauh dari keadilan, ketika pembangunan tidak dirasakan secara merata, dan ketika suara rakyat tidak didengar, maka di situlah negara harus hadir untuk melakukan koreksi," katanya.
Ia menekankan menjaga keutuhan Indonesia tidak cukup hanya dengan menyerukan persatuan.
Karena itu, ia menilai semangat Jaga Indonesia harus ditempatkan sebagai agenda bersama, bukan sekadar slogan.
Menurutnya menjaga Indonesia berarti memastikan setiap warga negara merasa dilindungi, setiap daerah memperoleh perhatian yang adil, serta setiap persoalan kebangsaan diselesaikan melalui pendekatan yang mengutamakan persatuan dan keadilan.
"Jaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayah dan keutuhan teritorial, tetapi juga menjaga rasa keadilan, menjaga kepercayaan rakyat, dan memastikan tidak ada daerah maupun kelompok masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh negara. Kalau itu kita jaga, maka persatuan Indonesia juga akan semakin kuat," katanya.
Load more