Circular Economy Forum 2026 Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Sirkular dan Industri Hijau Indonesia
- Antara
tvOnenews.com - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular sekaligus mendukung transformasi industri hijau Indonesia melalui Circular Economy Forum 2026, yang diselenggarakan sebagai bagian dari Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 di SMESCO Convention Hall, Jakarta.
Transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tekanan terhadap sumber daya, rantai pasok, serta tuntutan terhadap industri yang lebih efisien dan rendah emisi. Di Indonesia, penerapan ekonomi sirkular pada sektor-sektor prioritas diproyeksikan dapat memberikan kontribusi hingga Rp638 triliun terhadap PDB, menciptakan 4,4 juta pekerjaan hijau, dan mengurangi emisi hingga 126 juta ton CO₂e pada 2030. Namun, tingkat sirkularitas masih relatif rendah, dimana pada 2023, input materi sirkular tercatat sekitar 9 persen, tingkat pemanfaatan material 4 persen, dan tingkat daur ulang 5 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi sirkular tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan limbah, tetapi juga dengan bagaimana sumber daya, material, produk, dan nilai ekonomi dapat dipertahankan lebih lama di dalam sistem. Bagi sektor industri, pendekatan ini dapat mendukung efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, inovasi proses produksi, sekaligus memperkuat produktivitas dan daya saing.
Mengusung tema “Scaling Circular Economy Systems for Competitive and Sustainable Growth,” Circular Economy Forum 2026 mempertemukan pemerintah, dunia usaha, sektor keuangan, asosiasi industri, pelaku solusi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjembatani kesenjangan implementasi antara kebijakan, pengetahuan dan kapasitas, pembiayaan, teknologi, serta kebutuhan bisnis. Forum juga menjadi ruang untuk berbagi praktik yang dapat direplikasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dan rantai nilai.
Dr. Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD, menekankan bahwa implementasi ekonomi sirkular membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan berbagai aktor, kebutuhan, dan solusi yang selama ini masih berjalan secara terpisah.
“Circular Economy Hub yang sedang kami dorong diharapkan dapat menjadi infrastruktur kolaborasi, dimana tempat kebutuhan perusahaan bertemu dengan solusi, inovasi bertemu dengan pembiayaan, dan pengalaman implementasi menjadi evidence bagi kebijakan,” ujar Indah.
Menurut Indah, Circular Economy Hub diharapkan memainkan tiga peran utama, yaitu menyediakan wawasan berbasis bukti untuk mendukung pengembangan kebijakan dan strategi ekonomi sirkular; mendorong implementasi dan replikasi praktik terbaik melalui pertukaran pembelajaran dan pengetahuan; serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dan rantai nilai.
Dalam paparannya, Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, menegaskan bahwa ekonomi sirkular perlu dilihat lebih luas dari sekadar agenda lingkungan.
“Ekonomi sirkular bukan hanya sebagai agenda lingkungan, tapi juga sebagai strategi bisnis. Karena ekonomi sirkular mencakup seluruh rantai nilai, tidak ada satu pihak yang bisa menjalankannya sendirian,” ujar Nizhar.
Nizhar menggarisbawahi bahwa pembangunan ekosistem perlu melibatkan pemasok, konsumen, pengumpul, pendaur ulang, pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, hingga penyedia teknologi. Arah yang telah ditetapkan pemerintah melalui Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular 2025–2045 juga perlu diterjemahkan menjadi keputusan investasi, inovasi, dan praktik bisnis yang nyata.
Sepanjang forum, pembahasan mencakup implementasi peta jalan ekonomi sirkular, perannya dalam transformasi industri hijau, pembiayaan dan pengembangan model bisnis sirkular, penguatan UMKM dan pekerjaan hijau, serta praktik rantai pasok sirkular pada sektor elektronik, tekstil, pangan, dan plastik. Ekonomi sirkular juga diposisikan sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus memperkuat produktivitas, inovasi, dan daya saing industri Indonesia.
Sebagai tindak lanjut forum, Circular Economy Hub akan terus dikembangkan sebagai platform kolaborasi dan pengetahuan yang menghubungkan dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, penyedia solusi, asosiasi, komunitas, dan mitra pembangunan. Hub ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan implementasi dengan pengetahuan, teknologi, pembiayaan, dan praktik di lapangan, sekaligus memfasilitasi pertukaran praktik baik, mengidentifikasi tantangan bersama, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor dan rantai nilai.
Melalui inisiatif ini, IBCSD terus mendorong terbentuknya ekosistem yang mampu mempercepat implementasi ekonomi sirkular, meningkatkan efisiensi sumber daya dan daya saing industri, serta mendukung transformasi Indonesia menuju ekonomi hijau yang kompetitif dan berkelanjutan.(chm)
Load more