3 Provinsi Ini Rasakan Dentuman dari Erupsi Gunung Anak Krakatau
- Tangkapan Layar
Jakarta, tvOnenews.com- Kabar erupsi gunung anak krakatau menyita perhatian publik di media sosial. Banyak yang mengaku merasakan atau mendengar suara dentuman.
Salah satu wilayah yang merasakan Bandung dentuman dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak 5 September 2026. Pada pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 04.40 WIB.
Berdasarkan informasi dalam BMKG, kalau terdengarnya dentuman oleh masyarakat diduga terjadi di tiga provinsi.
- Istimewa
Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyebutkan adanya suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Jawa Barat termasuk Bandung Raya, Banten, dan Lampung.
"erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur merupakan fenomena yang umum terjadi. Suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat diduga kuat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama," kata Lana di Bandung, dalam antara.
Lebih lanjut kata Lana, meski jaraknya jauh dari Gunung Anak Krakatau, suara dentuman terdengar hingga Bandung Raya.
- Tim TvOne/Pujiansyah
Situasi ini sebabkan ekspansi cepat pelepasan gas, serta gesekan dan turbulensi aliran lava dengan kecepatan tinggi pada konduit (lubang kepundan).
"Gelombang suara dari Anak Krakatau dapat merambat jauh melalui atmosfer dan akhirnya terdengar di Bandung, meskipun beberapa wilayah pesisir yang lebih dekat belum tentu mendengarnya dengan jelas," katanya.
Dengan begitu, tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga), yang telah ditetapkan sejak 2 Juli 2026.
Saat ini kondisinya, bisa diperhatikan masyarakat, perlu mewaspadai potensi bahaya berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, maupun hujan abu vulkanik.
Sebaran abu juga dapat mengganggu jarak pandang dan kesehatan. Masyarakat perlu berhati-hati dan menjaga kesehatan dengan pakai masker.
"Masyarakat kami minta tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi, termasuk sebaran abu vulkanik, namun tidak perlu panik," katanya.
"Apabila terjadi hujan abu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan pelindung pernapasan dan mengikuti arahan resmi dari Badan Geologi, PVMBG, serta BPBD setempat," pesan Lana.
Sehubungan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sudah diinformasikan BMKG yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 tercatat sudah sampai ke sebagian wilayah Jakarta.
Hal ini terlihat dari citra satelit yang dibagikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resmi mereka.
Dalam Instagram BMKG Wilayah 2 per pukul 05.00 WIB ada dua katagori sebaran abu berdasarkan ketinggiannya.
"Citra Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) 6 September 2026, 05.00 WIB. Berdasarkan perkembangan informasi aktivitas erupsi GAK dari PVMBG dan VAAC Darwin serta hasil analisis RGB Citra Himawari-9 teridentifikasi sebaran abu vulkanik," demikian keterangan BMKG wilayah 2 dikutip Minggu 6 September 2026.
Berdasarkan infonya, sebaran pertama pada permukaan 20.000 kaki yang bergerak ke arah Timur Laut- Selatan. Mencakup Sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.(klw)
Load more