News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa yang Memasang CCTV dan Bagaimana Rekaman "Video Syur 21 Detik" Kepsek dan Guru SD di Pekalong Bisa Beredar?

Rekaman CCTV kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan viral. Dinas mengungkap kamera bukan aset sekolah, tetapi dipasang rekan kerja setelah muncul
Minggu, 6 September 2026 - 15:59 WIB
Siapa yang Memasang CCTV dan Bagaimana Rekaman "Video Syur 21 Detik" Kepsek dan Guru SD di Pekalong Bisa Beredar
Sumber :
  • Tangkapan layar Metro Pekalongan

tvOnenews.com - Sebuah rekaman CCTV Video Syur berdurasi sekitar 21 detik mendadak menjadi perhatian setelah beredar di media sosial.

Video syur tersebut memperlihatkan dua tenaga pendidik di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan tindakan tidak pantas di dalam lingkungan sekolah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan kemudian membenarkan bahwa kedua orang dalam rekaman tersebut merupakan kepala sekolah dan seorang guru.

Namun, ada satu fakta di balik video viral tersebut yang tidak kalah menarik: kamera yang merekam peristiwa itu ternyata bukan CCTV milik sekolah. 

Kamera tersebut dipasang atas inisiatif rekan kerja setelah muncul kecurigaan mengenai hubungan khusus di antara keduanya.

Keterangan tersebut membuat persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan tindakan kedinasan dua tenaga pendidik, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana sebuah kamera pribadi dipasang di lingkungan sekolah, apa yang melatarbelakanginya, serta bagaimana rekaman yang dihasilkan kemudian bisa tersebar ke ruang publik.

Berawal dari Kecurigaan Rekan Kerja

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, mengatakan keberadaan kamera tersebut bermula dari kecurigaan sejumlah rekan kerja. 

Informasi mengenai hubungan khusus antara kepala sekolah dan guru tersebut disebut telah lama menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah.

Menurut Kholid, rekan kerja kemudian berinisiatif memasang kamera untuk membuktikan informasi tersebut.

"Teman-temannya inisiatif sendiri memasang CCTV. Artinya bukan CCTV aset sekolah," kata Kholid saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam kronologi kasus. Artinya, rekaman yang kemudian beredar bukan berasal dari sistem pengawasan resmi sekolah yang dipasang sebagai fasilitas institusi.

Kholid juga menyebut informasi yang diterima pihaknya mengindikasikan hubungan kedua tenaga pendidik tersebut telah berlangsung sekitar enam bulan. 

Meski demikian, laporan resmi mengenai persoalan tersebut baru diterima Dinas Pendidikan pada awal Agustus 2026.

Setelah laporan diterima, Dinas Pendidikan melakukan penelusuran dan klarifikasi. Kholid mengatakan pihaknya berhati-hati karena persoalan tersebut berkaitan dengan pekerjaan dan status kepegawaian kedua pihak.

"Ya langsung kami tangani waktu itu. Tapi kami hati-hati betul dalam menangani itu. Karena hubungannya dengan pekerjaan dan sebagainya. Setelah kedua belah pihak tahu, ya sudah, kami tangani," kata Kholid.

Siapa yang Memasang CCTV dan Bagaimana Rekaman
Siapa yang Memasang CCTV dan Bagaimana Rekaman
Sumber :

Rekaman 21 Detik Kemudian Beredar di Media Sosial

Dari kamera yang dipasang atas inisiatif rekan kerja tersebut, muncul rekaman berdurasi sekitar 21 detik yang kemudian beredar di media sosial. 

Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan muncul melalui akun Facebook Pekalongan Berita. Sejumlah media kemudian memberitakan keberadaan rekaman tersebut.

Di sinilah persoalan berkembang. Rekaman yang awalnya dibuat untuk membuktikan dugaan hubungan khusus di lingkungan sekolah akhirnya keluar dari lingkup internal dan menjadi konsumsi publik.

Kholid membenarkan identitas kedua orang dalam rekaman tersebut sebagai kepala sekolah dan guru di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ia juga memastikan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan kedinasan terhadap keduanya.

Kepala sekolah tersebut tidak lagi menjalankan tugas sebagai kepala sekolah dan ditempatkan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan. Sementara guru yang bersangkutan dipindahkan ke sekolah lain yang lokasinya disebut cukup jauh. Jabatan kepala sekolah yang ditinggalkan kemudian diisi oleh pelaksana tugas atau Plt.

"Sudah kami tangani. Yang guru juga sudah kami pindah dan posisinya diganti," ujar Kholid.

Dinas Fokus pada Sanksi Kepegawaian

Setelah tindakan awal dilakukan, persoalan tersebut masih belum sepenuhnya selesai. Dinas Pendidikan menyatakan sanksi kepegawaian lebih lanjut masih menunggu keputusan pimpinan, dalam hal ini Plt Bupati Pekalongan.

"Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya," ujar Kholid.

Dinas juga menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan dari pihak keluarga kedua tenaga pendidik tersebut. Jika kemudian terdapat laporan atau aduan dari keluarga, menurut Kholid, persoalannya dapat masuk ke ranah yang berbeda dari penanganan kedinasan.

"Kalau ada laporan atau aduan dari keluarga yang bersangkutan, itu urusannya beda lagi dan yang penting sekarang kami sebagai dinas sudah menangani kasus mereka secara profesional secara kedinasan atau kepegawaian," jelas Kholid.

Kasus ini akhirnya menyisakan dua persoalan berbeda. Pertama, bagaimana institusi pendidikan menangani dugaan pelanggaran disiplin oleh tenaga pendidik. 

Kedua, bagaimana sebuah rekaman yang dibuat melalui kamera yang bukan aset sekolah dapat berpindah dari lingkungan internal hingga tersebar luas di media sosial.

Untuk persoalan pertama, Dinas Pendidikan telah mengambil langkah administratif. Sementara mengenai bagaimana tepatnya rekaman tersebut dapat tersebar ke publik, keterangan yang tersedia sejauh ini belum menjelaskan secara rinci siapa yang pertama kali menyebarkannya.

Karena itu, perhatian terhadap kasus ini sebaiknya tidak berhenti pada isi video yang viral. Di balik rekaman berdurasi 21 detik tersebut terdapat rangkaian persoalan yang lebih luas, mulai dari munculnya kecurigaan di lingkungan sekolah, pemasangan kamera secara mandiri, penanganan kepegawaian, hingga penyebaran rekaman ke ruang publik. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Pemerintah secara tegas menyatakan musuh utama dalam penanganan karhutla bukanlah pihak-pihak, seperti pengusaha, kelompok masyarakat, maupun negara tetangga. 
Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann masuk dalam bursa calon pelatih Manchester United di tengah tekanan yang semakin besar terhadap Michael Carrick akibat rentetan hasil buruk.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

Simak 10 teknologi otomotif terbaru 2026, mulai dari inspeksi berbasis AI, mobil listrik, perawatan prediktif, hingga sistem keselamatan pintar. Perkembangan
Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Oknum kepala SMK swasta berinisial W (44) ditangkap setelah diduga menyelewengkan dana bantuan pemerintah untuk Program SMK Pusat Keunggulan senilai Rp125 juta.
Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Video pengeroyokan siswa kelas X SMAN 1 Gorontalo viral di media sosial. Sebanyak 20 siswa diduga terlibat, korban mengalami luka lebam dan trauma.

Trending

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Hasil French Open 2026: Melaju ke Perempat Final, Alwi Farhan Bertekad Balas Hasil Mengecewakan di Denmark Open

Hasil French Open 2026: Melaju ke Perempat Final, Alwi Farhan Bertekad Balas Hasil Mengecewakan di Denmark Open

Hasil French Open 2026 sektor tunggal putra antara Alwi Farhan menghadapi wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus di Grand Paris Arena, Paris, hari Kamis 22 Oktober.
Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Pelatih GS Caltex, Lee Young-taek, mengakui kehebatan Megawati Hangestri yang pernah membuat timnya kesulitan saat berlaga di Liga Voli Korea di musim 2024/2025
Hasil French Open 2026: Amri/Nita Amankan Tiket Perempat Final usai Menang Straight Game dari Wakil Chinese Taipei

Hasil French Open 2026: Amri/Nita Amankan Tiket Perempat Final usai Menang Straight Game dari Wakil Chinese Taipei

Hasil French Open 2026 sektor ganda campuran antara wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dari Chinese Taipei.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
Selengkapnya

Viral