News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Awalnya Gagal Menyalip, Pemotor Cekik Pengendara Mobil di Jaksel hingga Viral, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Video pemotor mencekik pengendara mobil di Jaksel viral di media sosial. Polisi menangkap pria berinisial O setelah ditelusuri dari rekaman dan keteranga
Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB
Awalnya Gagal Menyalip, Pemotor Cekik Pengendara Mobil di Jaksel hingga Viral, Pelaku Akhirnya Ditangkap
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram

tvOnenews.com - Perselisihan di jalan raya kembali berujung panjang. Seorang pengendara sepeda motor di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diduga melakukan kekerasan terhadap pengemudi mobil setelah terjadi salah paham saat berkendara. Aksi tersebut bahkan sempat direkam hingga videonya menyebar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, pengendara motor terlihat terlibat cekcok dengan pengemudi mobil. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan ketika pemotor memukul korban dan mencekik atau memiting lehernya dari arah belakang. Korban disebut nyaris terjatuh ke area semak-semak di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang terjadi pada 20 Agustus 2026 itu akhirnya menemukan titik terang setelah polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pria berinisial O. Pelaku diamankan di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, setelah penyidik menelusuri rekaman kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Bermula dari Gagal Menyalip dan Bunyi Klakson

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Jalan Tanjung Barat Raya, Jagakarsa. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, perselisihan bermula ketika pengendara motor hendak menyalip mobil yang dikendarai korban.

Situasi memanas setelah korban membunyikan klakson. Pengendara motor diduga tidak terima dengan tindakan tersebut dan kemudian menghentikan kendaraannya untuk menghadang laju mobil.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan kronologi awal perselisihan tersebut.

"Berawal selisih salah paham dalam berkendara. Di mana korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan memalangi mobil," jelas Nurma, dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).

Setelah kendaraan korban dihentikan, perselisihan berkembang menjadi tindakan kekerasan. Pelaku diduga memukul korban beberapa kali sebelum kemudian mencekik atau memiting lehernya dari arah belakang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian wajah serta mengeluhkan sesak di dada.

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak," kata Nurma saat dihubungi pada 21 Agustus.

Aksi Pemitingan Terekam dan Viral di Media Sosial

Keributan tersebut tidak berhenti di lokasi kejadian. Aksi pemotor yang mencekik pengemudi mobil sempat direkam dan kemudian beredar di media sosial.

Dalam rekaman yang tersebar, sejumlah warga serta pengemudi ojek daring terlihat berusaha melerai keduanya. Pengemudi mobil akhirnya dapat dilepaskan setelah beberapa orang di sekitar lokasi menarik pelaku.

Setelah kejadian tersebut, pengendara motor meninggalkan lokasi. Polisi kemudian menerima laporan mengenai dugaan penganiayaan tersebut dan mulai melakukan penyelidikan.

Petugas menelusuri rekaman video yang beredar serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui identitas pelaku. Dari proses penyelidikan itu, polisi akhirnya mengarah kepada seorang pria berinisial O.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardy Marasabessy membenarkan bahwa O telah ditangkap.

"Benar, pelaku berinisial O sudah kami amankan di kawasan Cilandak Barat," kata Resa dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

O diketahui ditangkap pada Kamis (3/9/2026), sekitar dua pekan setelah kejadian. Setelah diamankan di kediamannya di kawasan Cilandak Barat, O kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

"Pelaku masih kami periksa," imbuh Resa.

Polisi Sebut Kekerasan Dipicu Emosi Sesaat

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian yang terjadi sebelum penganiayaan. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menyebut aksi tersebut dipicu oleh persoalan di jalan raya.

Panit 5 Resmob Polda Metro Jaya Ipda Gede Bayu Krisna mengatakan O mengaku merasa kesal setelah gagal menyalip kendaraan korban.

"Untuk motifnya, yang bersangkutan merasa kesal karena gagal menyalip kendaraan korban, kemudian terjadi penganiayaan," kata Gede Bayu.

Resa juga menyebut tindakan tersebut diduga terjadi karena emosi sesaat setelah perselisihan antara kedua pengendara.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi tersebut murni karena emosi sesaat akibat perselisihan di jalan raya," kata Resa.

Atas dugaan perbuatannya, O dijerat Pasal 466 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan.

Kasus kini masih ditangani penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk melengkapi rangkaian penyelidikan sebelum proses hukum dilanjutkan.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana perselisihan yang bermula dari persoalan sederhana di jalan dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan. 

Dalam kasus tersebut, sebuah klakson dan persoalan gagal menyalip berujung pada penganiayaan, sementara rekaman warga menjadi petunjuk penting hingga akhirnya polisi berhasil menangkap terduga pelaku. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Imbas Abu Krakatau, Kemendikti Perintahkan Kuliah Online dan WFH di Kampus

Imbas Abu Krakatau, Kemendikti Perintahkan Kuliah Online dan WFH di Kampus

Kemdiktisaintek mengimbau seluruh kampus dapat menyesuaikan kegiatan belajar mahasiswa hingga layanan kantor karena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. 
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Siaga

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Siaga

Usai kabar gunung anak krakatau, kini Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi pagi ini pukul 07.51 WIB. Kolom abu letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di
Gubernur Pramono Anung Imbau Warga Jakarta Tetap Tenang dan Lakukan 5M Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gubernur Pramono Anung Imbau Warga Jakarta Tetap Tenang dan Lakukan 5M Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Gubernur Pramono Anung imbau warga Jakarta tetap tenang dan lakukan 5M dalam menghadapi abu vullkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Top 3: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV di Kebon Jeruk, hingga Video Kepsek-Guru di Pekalongan

Top 3: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV di Kebon Jeruk, hingga Video Kepsek-Guru di Pekalongan

Redaksi tvOnenews.com merangkum tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca. Mulai dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga kebakaran di Kebon Jeruk.
Ini Deretan Bandara yang Ditutup Sementara Imbas Abu Gunung Anak Krakatau

Ini Deretan Bandara yang Ditutup Sementara Imbas Abu Gunung Anak Krakatau

Imbas abu vulkanik gunung anak Krakatau, membuat sebagian bandara tutup sementara. Bahkan dikabarkan sebanyak delapan bandara ditutup sementara imbas erupsi
Detik-detik Mengerikan Kapal Terobos Radius Terlarang Gunung Anak Krakatau, Polisi Ceritakan Kronogolinya

Detik-detik Mengerikan Kapal Terobos Radius Terlarang Gunung Anak Krakatau, Polisi Ceritakan Kronogolinya

Berdar kabar detik-detik mengerikan kapal terobos radius terlarang Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi. Kabar itu beredar luas di media massa hingga media

Trending

Link Video CCTV 21 Detik Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Tersebar, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Pornografi Lebih Parah dari Narkoba

Link Video CCTV 21 Detik Kepsek dan Guru SD di Pekalongan Tersebar, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Pornografi Lebih Parah dari Narkoba

Di pelbagai media sosial, seperti X hingga Telegram bertebaran akun-akun yang sengaja membagikan atau mempromosikan link video mesum Kepsek dan guru tersebut.
Penyeberangan Kapal Merak-Bakauheni di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Beroperasi Normal

Penyeberangan Kapal Merak-Bakauheni di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Beroperasi Normal

Cabang Merak dan Bakauheni melakukan pemantauan secara intensif dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta-Bogor, Warga Tunda Olahraga Outdoor Pagi Ini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta-Bogor, Warga Tunda Olahraga Outdoor Pagi Ini

Gunung api Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (4/9/2026) Malam mengeluarkan abu vulkanik hingga wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Warga menunda olahraga outdoor
Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Ancam Kesehatan Warga Pesisir Banten

Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Ancam Kesehatan Warga Pesisir Banten

Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengancam keselamatan jiwa warga yang bermukim di kawasan pesisir Kabupaten Serang, Banten.
Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV di Kebon Jeruk Bikin Warga Panik: Saya Lemas, Langsung Pindahin Barang-barang

Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV di Kebon Jeruk Bikin Warga Panik: Saya Lemas, Langsung Pindahin Barang-barang

Warga Jeruk Manis 3 dan 5 panik karena kebakaran yang diduga berasal dari gudang penyimpanan properti salah satu stasiun televisi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau, Terdapat 33 Penerbangan Terdampak

Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Erupsi Anak Krakatau, Terdapat 33 Penerbangan Terdampak

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Lurah Kebon Jeruk Konfirmasi Tak Ada Korban dalam Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV

Lurah Kebon Jeruk Konfirmasi Tak Ada Korban dalam Kebakaran Gudang Properti Stasiun TV

Kebakaran melanda bangunan diduga gudang penyimpanan properti milik salah satu stasiun televisi swasta di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Lurah konfirmasi warga tak terdampak.
Selengkapnya

Viral