News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesan Terakhir Fajar Sahrudin atau Stewie di Instagram: Thank You For Being My Friend and Hang Out With Me

Fajar Sahrudin menjadi sorotan setelah kabar kematiannya di kawasan GBK dan unggahan terjadwal di media sosial. Polisi telah mengonfirmasi penemuan korban dan
Selasa, 8 September 2026 - 16:47 WIB
Pesan Terakhir Fajar Sahrudin atau Stewie di Instagram: Thank You For Being My Friend and Hang Out With Me
Sumber :
  • instagram stewiecopp

tvOnenews.com - Kabar mengenai kematian Fajar Sahrudin mendadak menyebar luas di media sosial X pada awal September 2026. Namanya ramai diperbincangkan setelah akun yang dikenal dengan nama Stewie dan Steve menampilkan sejumlah unggahan terjadwal yang kemudian diketahui muncul setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada kabar kematian tersebut, tetapi juga pada jejak digital yang ditinggalkan Fajar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Unggahan itu berisi pesan perpisahan, dokumentasi aktivitas sosial, serta tautan menuju autobiografi digital yang menceritakan perjalanan hidupnya. Dalam waktu singkat, kisah tersebut menyebar dari satu akun ke akun lainnya dan memunculkan berbagai reaksi dari warganet.

Di tengah derasnya informasi di media sosial, penting untuk membedakan antara informasi yang telah dikonfirmasi dan berbagai spekulasi yang beredar. Polisi telah memastikan bahwa seorang pria berinisial FS ditemukan meninggal dunia di area Plaza Utara Pintu 10 GBK. 

Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi menyatakan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, sementara penyelidikan mengenai rangkaian peristiwa tersebut masih berjalan.

Jejak Digital Fajar Sahrudin Mendadak Jadi Perhatian

Fajar dikenal di media sosial menggunakan nama Stewie dan Steve. Setelah kabar kematiannya muncul, unggahan-unggahan lama maupun terjadwal miliknya kembali dicari dan dibagikan oleh pengguna X.

Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian adalah pesan yang ditujukan kepada teman-teman dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Dalam pesan tersebut, Fajar menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada orang-orang di sekitarnya.

"Hi there, If you're reading this probably I have left this world. Thank you for being my friend and hang out with me. Thank you for all my ice mate at @afsi_indonesia for teach me how to skate and spending time together with me. Please forgive me for all my fault and mistake and I wish you all the best. See you around," tulis @stewiecopp.

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri komentar dari orang-orang yang mengenalnya maupun warganet yang baru mengetahui kisahnya. Sebagian menyampaikan duka, sementara lainnya mengaku tersentuh setelah membaca perjalanan hidup yang ditulis Fajar dalam autobiografinya.

Namun, viralnya sebuah unggahan tidak otomatis membuat seluruh informasi yang beredar dapat dianggap sebagai fakta. Karena itu, konteks dan konfirmasi dari pihak berwenang menjadi penting, terutama ketika informasi mengenai kematian seseorang berkembang sangat cepat di media sosial.

Polisi Konfirmasi Penemuan Korban di Kawasan GBK

Kabar mengenai Fajar sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan pengguna media sosial. Sebagian warganet bahkan mempertanyakan kebenaran informasi tersebut karena minimnya dokumentasi mengenai proses penemuan korban.

Keraguan itu kemudian mendapat jawaban setelah Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian memang melakukan pemeriksaan di lokasi.

“Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar AKBP Dhimas.

Menurut keterangan kepolisian, FS ditemukan di area sekitar Plaza Utara Pintu 10 GBK pada Minggu dini hari. Pihak yang mengenal Fajar sebelumnya melakukan pencarian setelah merasa khawatir terhadap kondisi dan aktivitasnya di media sosial.

Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa. Jenazah Fajar kemudian diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke kampung halamannya di Lampung.

Dengan adanya konfirmasi tersebut, publik tidak lagi hanya berhadapan dengan informasi yang bersumber dari unggahan media sosial. 

Namun, sejumlah detail mengenai latar belakang maupun kondisi yang dialami Fajar tetap perlu ditempatkan secara hati-hati dan tidak disimpulkan berdasarkan percakapan warganet semata.

Persoalan Kesehatan Mental

Salah satu alasan kisah Fajar mendapat perhatian luas adalah autobiografi digital yang ia tinggalkan. Tulisan tersebut membuat orang-orang yang membacanya mencoba memahami perjalanan hidup dan pengalaman pribadi yang pernah dilaluinya.

Sejumlah komentar warganet menunjukkan bahwa kisah tersebut memiliki dampak emosional bagi pembaca. Ada yang mengaku pernah mengalami perundungan, kesepian, maupun tekanan psikologis dan merasa menemukan pengalaman yang memiliki kemiripan dengan cerita Fajar.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang seseorang membagikan pengalaman pribadi, tetapi sekaligus menjadi tempat informasi sensitif menyebar tanpa konteks yang memadai. 

Dalam kasus kematian yang diduga berkaitan dengan bunuh diri, pemberitaan seharusnya tidak berhenti pada sisi viralnya sebuah unggahan.

Yang lebih penting adalah melihat persoalan kesehatan mental sebagai isu yang membutuhkan perhatian serius. Unggahan terakhir seseorang tidak selalu mampu menjelaskan keseluruhan kondisi psikologis maupun persoalan yang sedang dihadapinya.

Kasus Fajar Sahrudin kini masih dalam penanganan kepolisian. Fakta yang telah dikonfirmasi adalah ditemukannya seorang pria berinisial FS di kawasan GBK dan dilakukannya olah TKP oleh kepolisian. Sementara itu, penyebab dan rangkaian lengkap kematiannya masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Pada akhirnya, viralnya nama Fajar Sahrudin bukan hanya tentang siapa dirinya atau apa yang ditinggalkannya di internet. 

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa di balik sebuah akun media sosial terdapat manusia dengan persoalan dan kehidupan yang tidak selalu terlihat oleh publik. Karena itu, informasi mengenai kematian seseorang perlu disampaikan secara hati-hati, tidak menghakimi, dan tidak menjadikan tragedi sebagai sekadar konsumsi viral.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi orang yang dipercaya dan cari bantuan profesional atau layanan darurat setempat. Jangan menghadapi kondisi tersebut seorang diri. (udn)


TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

4 Organisasi yang Menerima Donasi Fajar Sahrudin Sebelum Meninggal, Komunitas Kesehatan Mental hingga Peduli Hewan

4 Organisasi yang Menerima Donasi Fajar Sahrudin Sebelum Meninggal, Komunitas Kesehatan Mental hingga Peduli Hewan

Berikut 4 organisasi yang menerima donasi Fajar Sahrudin sebelum meninggal dunia, komunitas kesehatan mental hingga peduli hewan.
Resmi Dipinjamkan ke Persebaya, Saddil Ramdani Siap Bikin Persib Menyesal?

Resmi Dipinjamkan ke Persebaya, Saddil Ramdani Siap Bikin Persib Menyesal?

Saddil Ramdani pun ingin membuktikan diri bahwa dia bisa bersaing dalam skuad asuhan Bernardo Tavares ini.
Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia

Terungkap! Bukan Semata Soal Visa Kerja, PBVSI Beberkan Penyebab Sergio Veloso Batal Latih Timnas Voli Indonesia

PBVSI mengambil langkah mengejutkan dengan melakukan perubahan mendadak pada posisi pelatih Timnas Voli Indonesia menjelang gelaran AVC Men's Cup 2026 lalu.
Viral Keributan Antar Kelompok Buat Geger Pengunjung di Mal Bekasi, Polisi: Dipicu SPG Digoda

Viral Keributan Antar Kelompok Buat Geger Pengunjung di Mal Bekasi, Polisi: Dipicu SPG Digoda

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan aksi keributan diduga antar kelompok pekerja di salah satu mal yang terletak di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Mitchell Baker Bisa Bela Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2027?

Mitchell Baker Bisa Bela Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2027?

Mitchell Baker menjadi sorotan usai tampil tajam bersama Timnas Indonesia. Lantas, bisakah striker 19 tahun itu membela Garuda Nusantara di Piala Asia U-20 2027?
Polda Sumsel Gencarkan Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Banyuasin, Polres Banyuasin: Sisa 10 Hektare

Polda Sumsel Gencarkan Pemadaman dan Pendinginan Karhutla di Banyuasin, Polres Banyuasin: Sisa 10 Hektare

Dari luas lahan terbakar mencapai 26,5 hektare, sebanyak 16,5 hektare telah berhasil dipadamkan Polda Sumsel, sementara sekitar 10 hektare masih dalam proses penanganan.

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral