Internet of Things (IoT) Makin Mengubah Dunia, Kenali Peran Programmer hingga Insinyur IoT yang Dibutuhkan di Masa Depan
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Penerapannya sudah terlihat di sejumlah negara maju. Singapura, misalnya, menggunakan kombinasi data, sensor, dan otomatisasi dalam berbagai solusi Smart City.
Smart Nation Sensor Platform di negara tersebut menghubungkan jaringan sensor untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat mendukung perencanaan kota dan pelayanan kepada masyarakat.
Di Jerman, konsep serupa berkembang melalui Industry 4.0. Pemerintah Jerman menggambarkan masa depan industri sebagai ekosistem ketika manusia, mesin, dan proses produksi saling terhubung secara digital. Teknologi Industrial Internet of Things juga digunakan untuk memanfaatkan data dari proses produksi, termasuk untuk pemantauan mesin, pemeliharaan, dan pengelolaan rantai pasok.
Programmer hingga Product Development Engineer Punya Peran Berbeda
Semakin kompleks sistem IoT, semakin beragam pula kemampuan yang dibutuhkan. Programmer menjadi salah satu fondasi karena perangkat dan sistem membutuhkan kode untuk menjalankan fungsi tertentu.
Dalam proyek IoT, kemampuan tersebut dapat mencakup pengembangan aplikasi, backend, API, hingga software yang berjalan pada perangkat edge.
Di sisi lain, seorang Systems Engineer atau Insinyur IoT perlu memahami bagaimana berbagai komponen tersebut bekerja sebagai sebuah sistem.
Pemerintah Singapura, misalnya, mencantumkan pekerjaan seperti merancang arsitektur sistem IoT, mengembangkan perangkat edge, membuat API dan layanan backend, serta bekerja bersama product manager dan engineer untuk memahami kebutuhan pengguna.
Sementara itu, Product Development Engineer berada pada tahap pengembangan produk. Perannya dapat mencakup perancangan, pengujian, integrasi komponen, pemecahan masalah teknis, hingga memastikan sebuah produk dapat berfungsi dalam kondisi nyata.
Artinya, profesi di bidang IoT membutuhkan kombinasi kemampuan yang semakin luas. Penguasaan bahasa pemrograman saja belum tentu cukup.
Seorang profesional juga perlu memahami jaringan, perangkat keras, komunikasi data, sistem operasi, keamanan, pengolahan data, dan karakteristik pengguna.
Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa teknologi masa depan tidak hanya membutuhkan orang yang mampu membuat perangkat, tetapi mereka yang mampu menghubungkan perangkat dengan kebutuhan manusia dan proses bisnis.
Tantangan Indonesia Menyiapkan Talenta IoT
Perkembangan global tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Pertumbuhan penggunaan IoT akan membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teknologi secara teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan solusi untuk persoalan nyata.
Load more