Viral Pria Lompat ke Rel Tanah Abang Saat KRL Datang, Begini Kronologi dan Kondisinya
- Tangkapan layar instagram jakartapusat.info
Setelah menerima laporan adanya penumpang di area rel, petugas keamanan stasiun atau Petugas Keamanan Dalam (PKD) bersama personel BKO Marinir langsung bergerak menuju lokasi.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan petugas tidak hanya mengamankan pria tersebut, tetapi juga berupaya menenangkan kondisinya sebelum membawanya ke ruang Pos PAM.
"Setelah menerima laporan tersebut, PKD bersama BKO Marinir segera berlari menuju lokasi untuk mengamankan dan menenangkan penumpang," kata Dhimas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Di Pos PAM, pria tersebut kemudian didata dan dimintai keterangan. Penanganan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk KSB, Wakil KSB, Asisten Manajer KCI, serta BKO Polri.
Namun, proses pemeriksaan lebih lanjut tidak dilakukan secara mendalam. Menurut Dhimas, pria tersebut cenderung bungkam ketika dimintai keterangan dan menunjukkan indikasi kondisi kesehatan mental yang tidak stabil.
"Karena kondisi mental penumpang tidak stabil, pemeriksaan dan interogasi lebih mendalam tidak dapat dilakukan demi menjaga kestabilan psikologis penumpang," ujar Dhimas.
Pernyataan tersebut menjadi alasan petugas memilih pendekatan penanganan dan pendampingan, bukan pemeriksaan secara agresif.
Dijemput Pihak Rehabilitasi pada Senin Malam
Setelah kondisi pria tersebut diamankan, petugas berupaya menghubungi keluarganya. Namun, orang tua yang bersangkutan diketahui sedang berada di luar kota.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care, tempat pria tersebut menjalani perawatan.
Petugas dari yayasan tersebut tiba di Stasiun Tanah Abang sekitar pukul 19.53 WIB untuk menjemput yang bersangkutan. Selanjutnya, proses serah terima dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB.
"Pada pukul 20.00 WIB, dilakukan serah terima penumpang dari PKD Stasiun Tanah Abang bersama BKO Marinir kepada petugas Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care," tutur Dhimas.
Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian setelah videonya tersebar di media sosial. Namun, pihak berwenang dan KAI Commuter tidak menyebut adanya korban dalam insiden tersebut.
Kasus ini sekaligus mengingatkan bahwa area rel merupakan zona yang sangat berbahaya dan tidak diperuntukkan bagi pengguna. Selain berisiko terhadap keselamatan orang yang berada di jalur, tindakan tersebut juga dapat membahayakan masinis, penumpang, serta mengganggu operasional perjalanan kereta.
Load more