Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak
- Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo
Salah satu surat tersebut ditujukan kepada kakak keduanya, Hendra. Dalam surat itu, Fajar terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf sekaligus menitipkan sejumlah pesan kepada sang kakak.
Fajar meminta Hendra untuk menjaga makam kedua orang tua mereka serta merawat rumah keluarga yang berada di Lampung.
"Aku titip makam mamak dan bapak ke kamu ya. Aku juga titip rumah tolong dirawat dengan baik. Rumah itu adalah milik kalian. Tolong jangan diberikan kepada siapa pun," tulis Fajar dalam surat tersebut, dikutip dari autobiografinya, Selasa (8/9/2026).
Selain urusan keluarga, Fajar juga menuliskan pesan terkait kondisi keuangan yang akan ditinggalkannya. Ia menyebut telah menjadwalkan transfer sejumlah dana ke rekening milik Hendra.
Fajar menegaskan bahwa uang tersebut bukan merupakan warisan, melainkan bantuan untuk menunjang kehidupan keluarganya. Ia juga menitipkan pesan agar rekening pribadinya tidak diutak-atik setelah dirinya meninggal dunia.
"Aku udah jadwalin transfer uang ke rekening kamu, itu bukanlah warisan tapi dana bantuan hidup buat kalian."
"Semoga kehidupan kalian bisa jadi lebih baik dari yang sekarang."
"Tolong jangan utak-atik rekeningnya, biarkanlah seperti itu. Jika ada tagihan kartu kredit dari bank tolong jangan direspon. Kalian bukanlah ahli waris jadi tidak memiliki kewajiban, aku juga tidak punya aset atas namaku. Semua milik kalian," tulis Fajar.
Catatan tersebut menjadi bagian dari dokumentasi pribadi Fajar yang kemudian mendapat perhatian publik setelah kabar mengenai dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mencuat di media sosial.
- Figma/Fajar Sahrudin
Sebelumnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah Fajar ditemukan meninggal dunia di sekitar Pintu 10 GBK.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, pemeriksaan awal terhadap bagian luar tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
“Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar AKBP Dhimas dalam keterangannya yang diterima tvOnenews.com pada Selasa (8/9).
Load more