Bagaimana Fajar Sahrudin Bisa Berada di GBK Setelah Pukul 22.00? Pengelola Ungkap Ada Celah Akses, CCTV Masih Dikumpulkan
- instagram stewiecopp
tvOnenews.com - Pertanyaan mengenai bagaimana Fajar Sahrudin bisa berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, hingga ditemukan meninggal pada Minggu (6/9/2026) dini hari kini ikut menjadi perhatian.
Pasalnya, kawasan GBK secara umum mulai ditutup pada pukul 22.00 WIB dan petugas keamanan akan meminta pengunjung meninggalkan area.
Namun, pihak pengelola GBK menyebut masih ada sejumlah kemungkinan akses yang dapat membuat seseorang berada di dalam kawasan setelah waktu penutupan.
Kemungkinan tersebut kini menjadi salah satu hal yang masih ditelusuri bersama pihak kepolisian, termasuk melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV.
Kepala Divisi Humas dan Administrasi GBK Asep Triyadi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan secara resmi kronologi keberadaan Fajar di kawasan tersebut. Pengelola masih mengumpulkan informasi dari petugas lapangan dan berkoordinasi dengan kepolisian sebelum memberikan keterangan lebih jauh.
GBK Masih Telusuri Bagaimana Fajar Bisa Berada di Lokasi
Asep mengatakan pihak GBK tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai peristiwa tersebut. Menurutnya, hingga Rabu (9/9/2026), pengelola belum mendapatkan konfirmasi valid dari petugas di lapangan mengenai seluruh rangkaian kejadian.
“Gini ya, kita sendiri belum dapet konfirmasi secara valid dari teman-teman yang di lapangan. Kemudian asumsi-asumsi yang bergerak liar juga saya nggak mau mengikut lah ya. Karena ini kita menghormati penyelidikan dari pihak kepolisian,” kata Asep saat ditemui di Pusat Pengelolaan Komplek GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
- instagram stewiecopp
Menurut Asep, masih ada sejumlah pertanyaan yang harus dipastikan terlebih dahulu. Salah satunya apakah Fajar memang berada di lokasi sebelum kawasan ditutup atau justru masuk setelah pukul 22.00 WIB.
- instagram stewiecopp
Pihak GBK juga belum ingin memastikan apakah lokasi tersebut merupakan tempat terjadinya peristiwa atau terdapat kemungkinan lain. Karena itu, pengelola memilih menunggu hasil penyelidikan aparat.
“Kita masih menunggu konfirmasi dari pihak berwajib untuk memastikan hal ini ya, yang tadi mba bilang siapakah ini meninggalnya disini, apakah meninggal di luar, di bawah, terus kok nggak ketahuan dan segala macem, ini kita masih koordinasi terus soal penyelidikannya,” ujar Asep.
### Pengelola Ungkap Ada Celah Akses Setelah Pukul 22.00
Meski GBK memiliki waktu penutupan, Asep mengakui akses menuju kawasan tersebut tidak sepenuhnya mustahil setelah pukul 22.00 WIB.
Ia menjelaskan, kondisi pagar di sejumlah area memungkinkan seseorang untuk melewatinya. Selain itu, terdapat kemungkinan orang masuk dengan alasan tertentu, misalnya untuk melakukan aktivitas bongkar muat atau loading.
“Celah-celahi ada aja, kan mau lewat loncat juga bisa. Karena kan pagar-pagar luar itu kan bukan pagar yang runcing. Jadi orang bisa loncat juga bisa, mungkin juga dia, misalnya mengaku oh saya sedang loading, gitu. Jadi mungkin bisa boleh masuk,” kata Asep.
Karena itu, menurut dia, belum bisa dipastikan kapan Fajar memasuki kawasan GBK. Ada kemungkinan yang bersangkutan sudah berada di dalam kawasan sebelum pukul 22.00 WIB.
“Atau mungkin dia dari bisa jadi dari jam 7 malam di situ. Itu makanya kita masih selidiki terus nih. Apakah memang dia masuknya sebelum jam 10 atau sudah jam 10 kita masih selidiki terus,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut membuat waktu dan jalur masuk Fajar menjadi bagian penting dalam penelusuran kronologi. Pengelola masih harus mencocokkan informasi dari petugas keamanan dengan bukti lain yang tersedia.
CCTV Dikumpulkan untuk Mengurai Kronologi
Untuk memastikan rangkaian peristiwa, pihak GBK kini mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV. Data tersebut diharapkan dapat membantu memperjelas aktivitas di sekitar lokasi sebelum penemuan jenazah.
“Karena semua harus kita kumpulkan dulu bukti-bukti termasuk CCTV dan segala macam. Ini lagi kita kumpulin dulu. Ya mungkin nanti apakah dengan pihak kepolisian nanti kita bikin preskon atau gimana nanti kita lihat ke depannya deh mbak,” ujar Asep.
Asep menegaskan, sampai saat ini belum ada keterangan formal dari kepolisian yang disampaikan kepada pihak GBK terkait keseluruhan kronologi. Pengelola masih melakukan koordinasi dengan tim keamanan sekaligus aparat penegak hukum.
Di sisi lain, kepolisian sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Plaza Utara Pintu 10 GBK. Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat.
“Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” ujar Dhimas.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Sementara itu, Asep mengatakan pihak GBK menghormati proses penyelidikan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Fajar. Ia juga menanggapi keraguan sebagian warganet yang mempertanyakan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi tanpa diketahui banyak orang.
“Saya juga pas pertama kali dikasih tau info itu juga kaget, ‘emang bener? Kok bisa begitu?’,” kata Asep.
Menurutnya, kondisi di sekitar lokasi penemuan juga relatif gelap. Karena itu, pihak pengelola masih menunggu hasil pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai keberadaan Fajar di kawasan GBK hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. (udn)
Load more