Ketika Koleksi Fisik Masuk ke Platform Digital: Tren Baru Dunia Collectibles?
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Artinya, collectibles semakin berkembang menjadi bagian dari budaya konsumen yang menggabungkan nostalgia, komunitas, hiburan, dan pengalaman digital.
Ketika Barang Fisik Tetap Menjadi Inti
Meski transaksi dan penemuan koleksi semakin terdigitalisasi, ada satu persoalan yang tidak hilang: kolektor tetap ingin memiliki benda fisiknya.
Trading card menjadi contoh yang cukup jelas. Nilai sebuah kartu tidak hanya ditentukan oleh gambar atau data digitalnya, tetapi juga kondisi fisik, keaslian, kelangkaan, dan hasil grading. Karena itu, layanan penyimpanan khusus atau vault mulai menjadi bagian dari ekosistem collectibles.
eBay, misalnya, telah mengembangkan fasilitas vault untuk menyimpan kartu trading bernilai tinggi. Sistem tersebut memungkinkan kartu disimpan dalam fasilitas dengan keamanan dan kondisi yang terkontrol, sekaligus mempermudah proses penjualan kembali.
Konsep serupa juga muncul di ekosistem digital collectibles. OpenSea saat ini menampilkan model di mana kartu yang diperdagangkan secara digital memiliki keterkaitan dengan kartu fisik yang disimpan dan diautentikasi.
Salah satu contoh yang tercantum adalah Courtyard, yang memungkinkan kolektor menyimpan kartu secara fisik, memperdagangkannya secara digital, atau meminta barang tersebut dikirim secara fisik.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menggantikan objek fisik. Dalam collectibles, teknologi justru dapat berfungsi sebagai lapisan yang memudahkan orang menemukan, memperdagangkan, dan mengelola benda yang tetap memiliki keberadaan fisik.
Model Baru Collectibles Mulai Muncul di Indonesia
Tren tersebut kemudian mulai mendapat bentuk di Indonesia. Salah satu contohnya adalah Raflux, yang memperoleh pendanaan tahap awal US$300.000 untuk mengembangkan platform collectibles sekaligus menyiapkan fasilitas penyimpanan fisik di BSD City.
Model yang ditawarkan menggabungkan digital packs dengan koleksi kartu fisik yang telah melalui proses grading. Fokus awalnya adalah kartu Pokemon dan One Piece. Kolektor dapat memperoleh koleksi melalui platform, sementara kartu fisiknya disimpan di fasilitas vault.
Koleksi tersebut kemudian dapat tetap disimpan, ditebus untuk dikirimkan kepada pemilik, atau ditawarkan kembali melalui platform. “Collectibles selama ini terbagi antara pengalaman online dan kepemilikan fisik. Kami ingin menyatukan keduanya,” kata Robbie Jeo, CEO dan Co-Founder Raflux.
Load more