Awal Mula Polemik Juicy Luicy soal Over Bagasi Rp64 Juta, Juicy Luicy: Mudahnya Memutarbalikkan Fakta
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Band Juicy Luicy ramai diperbincangkan di media sosial terkait batal tampil di di festival musik XYZ Liveground, Batam pada 5 September 2029. Hal ini lantaran, terkait polemik over bagasi band asal Bandung itu bekisar Rp64 juta.
Untuk diketahui, Juicy Luicy sebenarnya tercantum sebagai salah satu penampil dalam acara XYZ pada Sabtu (5/9/2026) di Lapangan Parkir Temenggung Abdul Jamal, Batam.
Selain band asal Bandung itu, line-up event tersebut juga diisi oleh Dewa 19 feat. Ello, Whisnu Santika, hingga Indahkus. Akan tetapi, pada saat hari pertunjukan, Juicy Luicy batal manggung.
Saat rombongan band tersebut hendak menuju Batam, ada kebutuhan untuk pembayaran tambahan mengingat jumlah bagasi yang dibawa melebihi ketentuan (overweight baggage). Atas hal ini, Juicy Luicy harus membayar biaya tersebut.
Selain itu, dalam sebuah siaran langsung Instagram, vokalis Juicy Luicy, Julian Kaisar alias Uan Kaisar, menyebut bandnya batal tampil di Batam karena pihak panitia belum menyelesaikan pembayaran bagasi dan hotel.
"karena nggak bayar bagasi dan hotel. Hotelnya baru sehari, terus bagasinya nggak dibayar, padahal udah lunas," jelas Uan dalam siaran tersebut.
Setelah itu, perbedaan sudut pandang antara XYZ dan Juicy Luicy ini menjadi bahan perbincangan neziten di media sosial seperti X, Instagram, dan Threads.
Bahkan, polemik ini menyedot perhatian hingga komentar netizen.
Usai menjadi perbincangan netizen, pihak band angkat bicara terkait polemik tersebut melalui pernyataan resminya.
Bahkan Juicy Luicy akhirnya membeberkan kronologi dari sisi mereka. Pelantun Lantas itu menegaskan keputusan untuk tidak berangkat ke Batam bukan dilakukan secara tiba-tiba.
Juicy Luicy mengaku sudah berusaha mendapatkan kepastian dari pihak penyelenggara sejak tujuh hari sebelum acara.
Mereka bahkan berkali-kali menagih pelunasan biaya tampil sekaligus memastikan kebutuhan keberangkatan ke Batam.
Namun, menurut Juicy Luicy, komunikasi dengan pihak penyelenggara justru tidak berjalan mulus.
Pesan yang mereka kirim disebut kerap tidak mendapat respons atau hanya dijawab dengan janji untuk segera menyelesaikannya.
Mereka menjelaskan bahwa pelunasan biaya tampil baru diterima sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Masalahnya, pembayaran tersebut belum disertai sejumlah kebutuhan yang sebelumnya sudah disepakati, termasuk tiket, bukti penginapan selama dua malam, tiket kepulangan, serta pre-paid bagasi tambahan.
Situasi semakin membuat tim Juicy Luicy terdesak karena mereka harus berangkat dari Bandung menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara itu, jadwal penerbangan yang diinformasikan penyelenggara disebut berada di sekitar pukul 05.00 WIB.
Juicy Luicy kemudian mengungkap persoalan bagasi yang akhirnya menjadi salah satu alasan utama mereka batal berangkat.
Menurut mereka, perpindahan maskapai yang dilakukan penyelenggara membuat jatah bagasi menjadi hanya 15 kilogram per orang. Akibatnya, kebutuhan bagasi tambahan mereka membengkak cukup besar.
Juicy Luicy menyebut hasil pengecekan di situs maskapai menunjukkan harga pre-paid bagasi mencapai sekitar Rp44 juta.
Di tengah situasi tersebut, pihak penyelenggara disebut sempat menawarkan pembayaran Rp26 juta terlebih dahulu agar Juicy Luicy tetap berangkat menuju bandara. Sementara sisanya dijanjikan akan dibayarkan ketika mereka sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, janji tersebut kembali tidak terealisasi.
"Sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer 26 juta yang dijanjikan," ungkap mereka.
Waktu pun semakin mepet karena proses memasukkan bagasi harus dilakukan paling lambat sekitar pukul 04.00 WIB.
Ketika dilakukan pengecekan ulang di bandara, harga pembelian bagasi secara langsung ternyata jauh lebih mahal dan mencapai sekitar Rp64 juta.
Dengan kondisi tersebut, Juicy Luicy mengaku memilih tidak melanjutkan perjalanan ke Batam.
Keputusan tersebut membuat Juicy Luicy menyadari adanya pihak yang kecewa, terutama para penonton yang sudah membeli tiket demi menyaksikan penampilan mereka. Band tersebut pun menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para penggemarnya.
"Kami mengerti kekecewaan para penggemar yang telah membeli tiket untuk menonton kami, untuk mereka, maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati kami," tulisnya.
Juicy Luicy juga mengakui bahwa mereka bukan manusia yang sempurna. Mereka meminta maaf apabila selama menghadapi persoalan tersebut ada perkataan maupun sikap yang dianggap kurang pantas.
Namun, di sisi lain, mereka mempertanyakan apakah harus meminta maaf atas konsekuensi yang menurut mereka muncul akibat kelalaian penyelenggara.
Juicy Luicy menyatakan memiliki bukti terkait persoalan tersebut dan siap apabila masalah ini dibawa ke jalur hukum. Tak berhenti di situ, mereka juga mengaku mendapat ujaran kebencian, peretasan hingga teror setelah polemik tersebut mencuat.
Menariknya, Juicy Luicy memastikan tidak akan menikmati sisa pembayaran dari pihak penyelenggara. Mereka berencana menyumbangkan 100 persen dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan di Batam. Bukti penyaluran dana tersebut nantinya akan mereka bagikan setelah prosesnya selesai.
"Kami pun tidak berniat untuk menikmati sisa pembayaran penyelenggara, maka dari itu, kami akan menyumbangkan 100% dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan di Batam, buktinya akan kami sertakan apabila telah selesai dilakukan," ungkapnya.
"Biarkan ini menjadi pelajaran mahal buat kami, doakan agar kami bisa menjadi lebih baik lagi," tutup Juicy Luicy. (aag)
Load more