Menaker Ungkap Kunci Atasi Kesenjangan Kerja: Lulusan Kuliah Harus Siap Hadapi Kebutuhan Industri
- ANTARA
tvOnenews.com - Lulus kuliah tidak otomatis membuat seseorang siap masuk ke dunia kerja. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, industri membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi, memenuhi standar keselamatan, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di sektor Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVAC-R).
Perkembangan gedung pintar, bangunan ramah lingkungan, hingga kebutuhan rantai dingin untuk pangan dan logistik membuat kebutuhan terhadap teknisi tata udara terus berkembang. Artinya, peluang kerja terbuka, tetapi tenaga kerja yang tersedia juga harus memiliki keterampilan yang benar-benar relevan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri tidak bisa diselesaikan hanya oleh kampus.
Diperlukan kolaborasi langsung antara dunia pendidikan, industri, asosiasi profesi, dan pemerintah agar mahasiswa memperoleh pengalaman serta standar kompetensi sebelum benar-benar masuk ke pasar kerja.
Menaker: Industri Tak Cukup Butuh Lulusan, tapi Tenaga Kerja Kompeten
Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam Seminar Nasional HVAC-R 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Darma Persada (UNSADA), Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan UNSADA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Tripartit. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem link and match antara industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi.
“Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata. Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret link and match, di mana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing,” ujar Menaker Yassierli.
Menurutnya, sektor tata udara dan pendingin merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang kerja cukup besar. Perkembangan teknologi membuat kebutuhan tenaga teknisi tidak berhenti pada sistem pendingin konvensional.
“Kebutuhan teknisi HVAC-R akan terus tumbuh, mulai dari gedung pintar dan ramah lingkungan hingga rantai dingin untuk pangan dan logistik. Ini peluang yang harus kita siapkan SDM-nya sejak di bangku kuliah,” katanya.
Load more