Berniat Menghindari Kelompok Bersenjata, Dua Pelajar Tewas di Alam Sutera
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com- Polisi menemukan dua pelajar dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya tewas, setelah sepeda motor menabrak trotoar di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (9/10).
Identitas dua pelajar diketahui berinisial (14) dan W (15) merupakan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Mereka tewas, setelah menghindari rombongan bersenjata saat di tengah perjalanan untuk menonton futsal.
Menurut Kapolsek Serpong Kompol Suhardono di Tangerang, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat kedua korban diduga berusaha menghindari rombongan pelajar lain yang membawa senjata tajam.
“Peristiwa ini murni kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan adanya luka bacok maupun luka tusuk pada tubuh kedua korban,” jelas Suhardono dikutip dari Antara, Minggu (11/10/2026).
Berdasarkan informasinya, korban sebelum meninggal dunia melintas di sekitar Bundaran Alam Sutera berpapasan dengan kelompok pelajar yang diduga membawa senjata tajam dan stik golf.
Merasa panik melihat kelompok bersenjata tersebut, korban memacu sepeda motornya yang ditumpangi bertiga dengan kecepatan tinggi untuk menyelamatkan diri.
Lalu Motor tersebut kemudian kehilangan kendali dan menghantam trotoar dengan keras di depan Sekolah Swasta.
“Hasil pemeriksaan visum di RSUD Tangerang menunjukkan luka memar pada bagian wajah, khususnya area dahi, serta cedera kepala berat akibat benturan keras saat jatuh. Tidak ada luka sabetan senjata tajam,” kata Suhardono.
Sejauh ini, Polisi telah menangkap tiga orang pelajar yang diduga bertanggung jawab membawa senjata tajam dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Diketahui dari tangan para pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah celurit besar berwarna merah, satu bilah arit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor.
Kasus ini pun, kini ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong dengan memperhatikan ketentuan hukum peradilan anak.(klw)
Load more