News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral QRIS Diduga Terhubung Judi Online, Polda Metro Jaya Ingatkan Warga Jangan Asal Masukkan PIN

QRIS mencurigakan diduga mengarah ke transaksi judi online viral di media sosial. Polda Metro Jaya mengingatkan warga mengecek nama merchant sebelum memasukkan
Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:07 WIB
Ilustrasi Viral QRIS Diduga Terhubung Judi Online, Polda Metro Jaya Ingatkan Warga Jangan Asal Masukkan PIN
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Pembayaran menggunakan QRIS kini menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat, mulai dari membeli makanan di warung hingga berbelanja di toko. 

Prosesnya praktis: konsumen cukup memindai kode, memeriksa nominal, lalu memasukkan PIN untuk menyelesaikan transaksi. Namun, kemudahan ini tetap membutuhkan ketelitian, terutama saat memastikan siapa pihak yang menerima uang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran itu mencuat setelah unggahan seorang pengguna media sosial mengenai kode QRIS yang dianggap mencurigakan di sebuah warung menjadi perbincangan. 

Pengguna tersebut mengaku menemukan nama merchant yang tidak sesuai dengan tempat ia hendak melakukan pembayaran. Dugaan kemudian berkembang di kalangan warganet, termasuk kemungkinan kode tersebut berkaitan dengan layanan pengisian saldo judi online.

Temuan yang ramai dibicarakan itu memunculkan pertanyaan tentang keamanan transaksi digital: apakah kode pembayaran yang terpasang di suatu tempat selalu terhubung dengan pemilik usaha tersebut? 

Ketidaksesuaian nama penerima memang patut diperiksa, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan adanya transaksi judi online atau tindak pidana. Karena itu, Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar memeriksa identitas penerima dan tidak melanjutkan pembayaran jika informasi yang muncul mencurigakan.

QRIS Mencurigakan Viral, Nama Merchant Jadi Sorotan

Perbincangan mengenai QRIS yang diduga terhubung dengan judi online bermula dari pengalaman seorang pengguna media sosial yang mengaku menemukan kejanggalan saat hendak membayar di sebuah warung.

Pengalaman itu dibagikan melalui akun Threads pada Rabu (14/10/2026), setelah kejadian yang disebut berlangsung pada Selasa (13/10) malam. Saat kode QR dipindai, nama merchant yang muncul di layar ponsel disebut tidak sesuai dengan tempat konsumen melakukan transaksi.

Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet lain. Sejumlah pengguna mengaku pernah menjumpai situasi serupa, sementara sebagian lainnya mencurigai nama penerima pembayaran berkaitan dengan layanan pengisian saldo judi online.

Meski begitu, dugaan yang muncul di media sosial perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi. Nama merchant yang berbeda dapat menjadi alasan untuk menunda pembayaran dan meminta penjelasan, tetapi tidak otomatis membuktikan bahwa kode tersebut digunakan untuk menampung uang dari aktivitas ilegal.

Untuk mengetahui apakah terdapat penyalahgunaan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap identitas merchant, penerima dana, serta bank atau Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang memproses transaksi.

Bagi konsumen, langkah paling penting bukan menebak tujuan penggunaan kode tersebut, melainkan memastikan informasi penerima cocok dengan pihak yang seharusnya menerima pembayaran.

Polda Metro Jaya Minta Warga Cek Nama Merchant Sebelum Memasukkan PIN

Menanggapi keresahan tersebut, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk memeriksa nama merchant dan Penyedia Jasa Pembayaran sebelum memasukkan PIN ketika menggunakan QRIS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa identitas penerima perlu dipastikan terlebih dahulu agar dana tidak terkirim kepada pihak yang keliru.

“Pastikan identitas penerima sesuai dengan toko atau pihak yang menjadi tujuan pembayaran. Apabila terdapat ketidaksesuaian atau identitas merchant mencurigakan, jangan melanjutkan transaksi,” ujar Budi, Kamis (15/10/2026).

Artinya, memindai kode QR saja tidak cukup untuk memastikan transaksi aman. Konsumen perlu membaca informasi yang tampil pada layar konfirmasi, termasuk nama penerima dan nominal pembayaran, sebelum menyetujui transaksi.

Jika nama yang muncul berbeda dari nama toko atau pihak yang dituju, sebaiknya hentikan proses pembayaran sementara. Tanyakan kepada penjual apakah kode tersebut benar milik usahanya dan pastikan penjelasan yang diberikan masuk akal. 

Jangan memasukkan PIN hanya karena penjual menyediakan kode QR atau karena antrean sedang ramai. Kebiasaan memeriksa informasi sebelum menyetujui transaksi merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko salah bayar. 

Hal ini juga membantu konsumen mengenali kejanggalan lebih awal, sebelum uang berpindah ke rekening atau akun penerima.

Penting pula untuk tidak langsung menyebarkan tuduhan terhadap toko atau pihak tertentu hanya berdasarkan nama merchant yang dianggap aneh. Jika ada indikasi penyalahgunaan, penelusuran sebaiknya diserahkan kepada penyedia jasa pembayaran dan otoritas terkait.

Telanjur Membayar QRIS Mencurigakan? Simpan Bukti dan Segera Melapor

Polda Metro Jaya juga meminta masyarakat melaporkan kode QRIS yang tidak sesuai atau diduga digunakan untuk menampung dana ilegal. Pengaduan dapat disampaikan kepada bank atau penyedia jasa pembayaran terkait, Bank Indonesia, maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai dengan jenis permasalahan yang ditemukan.

Jika pembayaran telanjur dilakukan, konsumen disarankan segera menyimpan seluruh informasi transaksi. Bukti yang perlu disiapkan meliputi tangkapan layar, nomor referensi, waktu transaksi, nominal pembayaran, dan identitas merchant yang muncul di aplikasi.

Budi mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pelaporan apabila menemukan transaksi yang mencurigakan.

“Segera hubungi layanan resmi bank atau Penyedia Jasa Pembayaran untuk melaporkan dugaan transaksi mencurigakan dan simpan nomor tiket pengaduan sebagai bukti pelaporan serta keperluan tindak lanjut,” kata Budi.

Nomor tiket pengaduan penting untuk membantu konsumen memantau perkembangan laporan. Gunakan saluran resmi yang tercantum pada aplikasi atau situs penyedia layanan, dan jangan memberikan PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak yang mengaku membantu proses pengaduan.

Perlu dipahami bahwa pelaporan tidak otomatis menjamin dana dapat dikembalikan. Penanganannya bergantung pada hasil pemeriksaan, kondisi transaksi, serta prosedur penyedia jasa pembayaran. Karena itu, melapor sesegera mungkin dapat membantu proses penelusuran.

Kasus QRIS yang ramai diperbincangkan ini menjadi pengingat bahwa keamanan pembayaran digital bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna memeriksa informasi. Masyarakat perlu memastikan nama penerima sesuai, berhenti ketika menemukan kejanggalan, dan menyimpan bukti apabila terjadi masalah.

Pada akhirnya, QRIS yang diduga terkait judi online belum dapat dipastikan hanya dari unggahan viral atau ketidaksesuaian nama merchant. Namun, satu langkah pencegahan berlaku untuk setiap transaksi: periksa identitas penerima sebelum memasukkan PIN. Jika tidak cocok atau mencurigakan, jangan lanjutkan pembayaran sampai ada konfirmasi yang dapat dipercaya. (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kang Sung-hyung Ternyata Sempat Urung Turunkan Megawati Hangestri saat Hadapi Hi Pass di KOVO Cup 2026 Gara-gara Ini

Kang Sung-hyung Ternyata Sempat Urung Turunkan Megawati Hangestri saat Hadapi Hi Pass di KOVO Cup 2026 Gara-gara Ini

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, ternyata sempat mempertimbangkan untuk menempatkan Megawati Hangestri di bangku cadangan di gelaran KOVO Cup 2026.
Hilang Misterius dari Rumah, Siswi SMK Tasikmalaya Ditemukan Sendirian di Apartemen PIK 2: Diduga Mau Dijadikan Pengantin Pesanan

Hilang Misterius dari Rumah, Siswi SMK Tasikmalaya Ditemukan Sendirian di Apartemen PIK 2: Diduga Mau Dijadikan Pengantin Pesanan

Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, menggagalkan dugaan tindak pidana perdagangan orang bermodus perjodohan terselubung. 
Dibawa ke Jakarta, Bupati Klaten Minta Maaf kepada Masyarakat Usai Jalani Pemeriksaan KPK

Dibawa ke Jakarta, Bupati Klaten Minta Maaf kepada Masyarakat Usai Jalani Pemeriksaan KPK

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, dibawa ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolresta Klaten, Jawa Tengah, Kamis malam (15/10).
Diminta Usut Dugaan Pelanggaran Dalam Muktamar NU, KPK Lakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan

Diminta Usut Dugaan Pelanggaran Dalam Muktamar NU, KPK Lakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) kembali didatangi tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) terkait dugaan politik uang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU beberapa waktu yang lalu.
Viral, Debut Sineas Indonesia Gandhi Fernando di Thailand Langsung Nomor 1 Global, Badminton Boys Bikin Bangga Indonesia

Viral, Debut Sineas Indonesia Gandhi Fernando di Thailand Langsung Nomor 1 Global, Badminton Boys Bikin Bangga Indonesia

Viral di media sosial, serial Badminton Boys garapan Gandhi Fernando langsung menduduki peringkat pertama iQIYI Shorts Global Ranking saat debut di Thailand.
Hasil Survei Adidaya Institute: Dua Tahun Pemerintahan, Publik Puas dengan Gaya dan Kinerja Presiden Prabowo

Hasil Survei Adidaya Institute: Dua Tahun Pemerintahan, Publik Puas dengan Gaya dan Kinerja Presiden Prabowo

Pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto bakal memasuki masa dua tahun pada beberapa hari mendatang.

Trending

iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Tembus Rp58 Juta, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra: Harga Tembus Rp58 Juta, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra mencakup harga, kamera, performa, baterai, dan fitur unggulan. Simak sebelum membeli flagship
Kadin Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRI Insurance, Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha

Kadin Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRI Insurance, Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin kerja sama dengan PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) dalam rangka memperluas jangkauan perlindungan asuransi bagi pelaku usaha.
OTT KPK di BNPB Dinilai Miliki Efek Terhadap Reputasi Pemerintah

OTT KPK di BNPB Dinilai Miliki Efek Terhadap Reputasi Pemerintah

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro turut menyorot tajam langkah KPK yang membongkar dugaan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan.
Viral Pegawai SPBU Bali Protes ke Gubernur Koster: Saya Bukan Robot

Viral Pegawai SPBU Bali Protes ke Gubernur Koster: Saya Bukan Robot

Viral video adu mulut dua operator SPBU di Denpasar dengan Gubernur Bali I Wayan Koster viral di media sosial. Keduanya mengeluhkan kelelahan akibat kebijakan.
Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Detik-Detik Enam Petugas Terkepung Kobaran Api Karhutla di Gunung Bromo, Empat Orang Tak Selamat

Kabar duka menyelimuti penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. 
Carlos Prates Jadi Ancaman Islam Makhachev, Rekan Setim Yakin Sabuk Juara UFC Bakal Berpindah Tangan

Carlos Prates Jadi Ancaman Islam Makhachev, Rekan Setim Yakin Sabuk Juara UFC Bakal Berpindah Tangan

Rekan setim Carlos Prates di Fighting Nerds itu menilai kekuatan pukulan Prates bisa menjadi ancaman serius bagi sang juara bertahan welter Islam Makhachev.
Soal Rencana Transjakarta Laut, Akademisi Ingatkan Perlindungan Operator Kapal Lokal Kepulauan Seribu

Soal Rencana Transjakarta Laut, Akademisi Ingatkan Perlindungan Operator Kapal Lokal Kepulauan Seribu

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merencanakan adanya moda transportasi perairan melalui Transjakarta Laut. 
Selengkapnya

Viral