Kena Sanksi OJK, Pihak Terkait Emiten Jadi Sorotan di Tengah Peringatan MSCI
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
MSCI juga mempertimbangkan klasifikasi pasar Indonesia, termasuk kemungkinan penurunan status dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Perubahan klasifikasi semacam itu berpotensi memengaruhi persepsi investor global dan keputusan investasi yang mengacu pada indeks.
Meski demikian, sanksi OJK terhadap pihak-pihak terkait DSSA, BREN, dan CUAN tidak dengan sendirinya menentukan keputusan MSCI. Perbaikan tata kelola dan transparansi pasar secara lebih luas tetap menjadi faktor penting dalam menilai kualitas pasar modal Indonesia.
Lukman mengatakan, pekerjaan regulator tidak seharusnya berhenti setelah sanksi dijatuhkan. Menurut dia, pasar membutuhkan kepastian bahwa pelanggaran ditangani secara konsisten dan praktik serupa dapat dicegah.
“Namun, penjatuhan sanksi ini belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor. Yang lebih penting adalah konsistensi penegakan hukum, transparansi hasil pemeriksaan, dan pencegahan agar praktik serupa berulang di masa depan,” ujarnya.
Risiko terhadap Minat Investasi Asing
Lukman mengingatkan, lemahnya transparansi kepemilikan saham dapat membuat investor asing menilai persoalan di pasar modal Indonesia sebagai risiko yang bersifat struktural, bukan sekadar gejolak jangka pendek.
Investor membutuhkan kejelasan mengenai pemilik sebenarnya suatu saham, besaran free float, serta mekanisme pembentukan harga. Tanpa informasi yang memadai, investor akan lebih sulit menghitung risiko dan menentukan valuasi aset secara akurat.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi keputusan investasi, mulai dari mengurangi kepemilikan saham Indonesia hingga meminta imbal hasil yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas risiko yang dinilai meningkat.
“Jika kepemilikan terkonsentrasi pada kelompok tertentu dan terdapat indikasi perdagangan terkoordinasi, investor akan kesulitan menilai likuiditas dan valuasi secara akurat. Akibatnya, mereka bisa meminta premi risiko lebih tinggi atau mengurangi investasi,” kata Lukman.
Menurut dia, dampaknya berpotensi meluas apabila kekhawatiran investor memicu peningkatan arus keluar modal. Tekanan tidak hanya dapat dirasakan di pasar saham, tetapi juga berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah dan biaya pendanaan perusahaan.
“Dampaknya juga bisa meluas ke rupiah dan biaya pendanaan, terutama jika arus keluar modal meningkat atau investor menjadi lebih berhati-hati menempatkan dana di Indonesia,” tuturnya.
Load more