Misteri Kematian Bocah Difabel di Surabaya, Ayah Korban Ungkap Jeratan Tali Sepatu dan Cairan Sabun Colek
- pexels
tvOnenews.com - Selaras Abdul Wahid, ayah dari Zulkarnain Abdil Aziz (10), anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tinggal di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, mengungkapkan sejumlah kejanggalan terkait kematian putranya. Ia menduga anaknya menjadi korban perundungan yang melibatkan anak-anak tetangganya.
Selaras Abdul, yang akrab disapa Laras, masih mempertanyakan penyebab pasti kematian putranya. Ia menduga Zulkarnain mengalami perundungan hingga meninggal dunia.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada 12 September 2026, tepatnya di kawasan Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Rungkut, Surabaya. Kejadian itu bermula ketika ibu korban, Nurul Fadilah, baru pulang berjualan dari pasar sekitar pukul 09.00 WIB.
- Tangkapan layar Youtube tvOnenews
Setibanya di rumah, Nurul mendapati anak keduanya terjatuh dari kursi roda dalam kondisi wajah membiru di depan rumah mereka. Situasi tersebut membuat keluarga panik dan segera berupaya memberikan pertolongan.
Laras mengaku langsung terbangun setelah mendengar teriakan histeris istrinya. Ia kemudian bergegas keluar rumah untuk melihat kondisi putranya.
Saat menghampiri Zulkarnain, Laras mendapati adanya tali sepatu yang menjerat leher anaknya. Tali tersebut disebut dilengkapi bandulan besi.
"Kepalanya ini biru, di lehernya itu ada jeratan tali sepatu, dikasih bandulan besi gitu tali sepatunya," ucapnya dalam wawancara di Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.
Melihat kondisi putranya yang memprihatinkan, Laras segera melepaskan jeratan tali sepatu tersebut. Saat itu, Zulkarnain masih bernapas, meskipun wajahnya telah membiru.
Laras kemudian meminta bantuan warga untuk membawa anaknya ke RSUD Eka Candrarini. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak membuahkan hasil. Nyawa Zulkarnain tidak tertolong dan ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kematian Zulkarnain menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga. Selain menemukan bekas jeratan di leher korban, keluarga juga menyoroti hasil autopsi yang disebut menunjukkan adanya cairan sabun colek di dalam perut anak tersebut.
Menurut Laras, hasil autopsi baru keluar sekitar dua hari setelah kejadian. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui temuan tersebut.
"Hasilnya waktu dua hari kemudian keluar, hasilnya ada cairan sabun colek dalam perutnya,"
Sementara itu, penanganan kasus kematian Zulkarnain telah dilakukan oleh Polrestabes Surabaya. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut, tiga anak telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, mereka tidak ditahan dengan mempertimbangkan usia.
Keluarga korban masih mempertanyakan secara pasti bagaimana peristiwa yang menyebabkan kematian Zulkarnain terjadi. Laras berharap kasus tersebut dapat diusut secara menyeluruh sehingga penyebab kematian putranya menjadi jelas.
Ia juga berharap anak-anak yang diduga terlibat mendapatkan pembinaan yang tepat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Load more