Gestur Silangkan Jari di Leher Jadi Sorotan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tegas Janji Copot Ajudan Usai Didemo Mahasiswa
- tangkapan layar instagram
tvOnenews.com - Gestur tangan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mendadak menjadi perhatian saat dirinya menghadapi ribuan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (21/10/2026).
Di tengah tuntutan massa, Rudy terlihat menyilangkan jari di bagian leher ketika menegaskan sikapnya terhadap ajudan yang terseret polemik dugaan tindakan fisik terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda.
Dengan raut wajah serius dan nada bicara tegas, Rudy menyatakan akan memberhentikan ajudan tersebut dari tugasnya dan mengembalikannya ke institusi kepolisian.
Pernyataan itu menjadi jawaban atas desakan mahasiswa yang meminta pertanggungjawaban atas insiden yang videonya telah beredar luas di media sosial.
Momen tersebut menambah perhatian publik terhadap polemik yang melibatkan orang terdekat gubernur itu.
Bukan hanya tindakan ajudan yang dipersoalkan, respons Rudy di hadapan massa juga menjadi sorotan. Lantas, bagaimana kronologi insiden yang memicu demonstrasi tersebut dan apa keputusan yang disampaikan gubernur?
- Instagram @badanperwakilannetizenreborn
Rudy Mas’ud Janji Copot Ajudan di Hadapan Ribuan Mahasiswa
Aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim berlangsung dengan membawa tema “2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri”.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap persoalan di Kalimantan Timur, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka juga menuntut kejelasan sikap pemerintah daerah terhadap insiden yang melibatkan ajudan gubernur.
Melansir dari instagram Media Kaltim, Rudy akhirnya memberikan jawaban langsung ketika massa mendesak agar ajudan yang bersangkutan dicopot. Ia menegaskan bahwa respons yang disampaikannya bukan sekadar jawaban formal.
“Saya sampaikan ini bukan normatif, setuju kita pecat. Kami kembalikan ke satuannya,” tegas Rudy di hadapan demonstran.
Pernyataan tersebut merujuk pada Asky Rizal Toding, ajudan yang menjadi sorotan setelah diduga melakukan kontak fisik dengan kader GMNI Samarinda.
Rudy juga terlihat menunjuk ke arah massa dan menyilangkan tangannya di bagian leher ketika menegaskan sikapnya. Gestur tersebut menjadi bagian yang menarik perhatian dalam momen penyampaian keputusan, meski maknanya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan bahasa tubuh.
Bagi mahasiswa, pernyataan gubernur menjadi respons langsung terhadap tuntutan pencopotan ajudan. Namun, keputusan mengembalikan personel ke institusi asal tidak serta-merta berarti proses pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran telah selesai.
Berawal dari Insiden dengan Kader GMNI yang Terekam Kamera
Polemik ini bermula pada Senin (19/10/2026) petang di kawasan Masjid Nurul Mu’minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.
Saat itu, mahasiswa GMNI baru menggelar demonstrasi yang salah satunya menyoroti penanganan karhutla di wilayah tersebut. Ketegangan muncul ketika Rudy berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat Magrib setelah sebelumnya tidak menemui massa aksi.
Sejumlah mahasiswa kemudian mempertanyakan alasan gubernur tidak berdialog dengan mereka. Dalam situasi tersebut, kader GMNI bernama Rossa Tri Rahmawati sedang merekam kedatangan Rudy menggunakan telepon genggamnya.
Berdasarkan rekaman yang beredar di media sosial dan laporan Media Kaltim, seorang ajudan terlihat bersinggungan secara fisik dengan peserta aksi hingga ponsel yang digunakan untuk merekam terjatuh. Peristiwa itu kemudian memicu ketegangan antara ajudan dan mahasiswa.
Insiden tersebut menuai perhatian publik karena terjadi di tengah aktivitas penyampaian aspirasi mahasiswa. Rekaman video yang tersebar membuat persoalan ini meluas dari kejadian di lingkungan kantor gubernur menjadi perbincangan masyarakat.
Desakan agar ajudan dicopot pun menguat. Mahasiswa menilai tindakan yang terekam kamera perlu ditindaklanjuti secara serius, terutama karena insiden tersebut melibatkan peserta demonstrasi yang sedang menjalankan hak menyampaikan pendapat.
Di sisi lain, persoalan ini juga berkaitan dengan bagaimana aparat pengamanan menjalankan tugas ketika mendampingi pejabat publik dalam situasi yang sensitif.
Ajudan Minta Maaf, Pemeriksaan Tetap Menjadi Perhatian
Setelah video insiden menjadi sorotan, Asky Rizal Toding menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video klarifikasi. Ia mengakui tindakannya berlebihan dan menyatakan peristiwa tersebut terjadi secara spontan.
“Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya,” ujar Asky dalam video permintaan maafnya.
Asky juga menegaskan bahwa tindakannya tidak dilakukan atas instruksi pihak lain. Ia meminta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Sementara itu, Polda Kaltim sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) untuk menindaklanjuti informasi mengenai insiden tersebut. Personel yang bersangkutan disebut sedang menjalani pemeriksaan guna mendalami kejadian.
Dengan demikian, pernyataan Rudy mengenai pencopotan ajudan perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan institusional. Penarikan dari tugas pengawalan gubernur tidak otomatis menjadi keputusan akhir mengenai sanksi disiplin atau pelanggaran yang mungkin terjadi.
Peristiwa ini sekaligus menyoroti pentingnya profesionalisme petugas pengamanan ketika berhadapan dengan masyarakat, termasuk peserta demonstrasi. Penyampaian aspirasi dapat berlangsung dalam situasi tegang, tetapi penanganannya tetap perlu mengedepankan prosedur dan menghindari tindakan fisik yang tidak dapat dibenarkan.
Kini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada gestur Rudy Mas’ud saat menjawab tuntutan mahasiswa, tetapi juga pada tindak lanjut atas keputusan pencopotan ajudan tersebut.
Ketegasan yang disampaikan di hadapan massa akan dinilai melalui pelaksanaan keputusan dan transparansi proses pemeriksaan, bukan semata-mata melalui pernyataan atau gestur di depan kamera. (udn)
Load more