Dituduh Ngaku Jadi Imam Mahdi hingga Tipu Rp1,3 Miliar, Pria Bangkalan Ancam bakal Lapor Balik Korban ke Polisi
- tvOneNews
FF kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima ataupun meminta uang kepada H. Ia mengklaim selama ini hanya menyelenggarakan kegiatan keagamaan tanpa membebankan biaya kepada para pengikutnya.
"Jangankan uang, suguhan saja saya tidak mau. Itu saya larang karena cukup air mineral gelas. Ini kegiatan saya sholawat rutinan dan saya tidak mau memberatkan," katanya.
Selain membantah tuduhan penipuan, FF juga menyangkal klaim bahwa dirinya pernah mengaku sebagai Imam Mahdi, termasuk pernyataan bahwa ia mampu menambah umur seseorang. Ia bahkan berencana memberikan penjelasan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna meluruskan persoalan yang telah menjadi perbincangan publik.
"Saya sama sekali enggak pernah menyatakan diri saya sebagai Imam Mahdi, bisa top up umur dan sebagainya. Terbaru, ini juga saya dituduh mabuk-mabukan. Saya bisa bertanggung jawab terkait pernyataan saya secara hukum dan agama," ucapnya.
Soal Uang Rp1,3 Miliar yang Masuk
Sementara itu, kuasa hukum FF, Bachtiar Pradinata, membenarkan bahwa uang yang dikirimkan H memang masuk ke rekening atas nama kliennya. Meski demikian, ia menyebut buku tabungan dan kartu ATM rekening tersebut berada dalam penguasaan AS sejak pertama kali dibuka hingga ayah FF meninggal dunia.
"Dari awal buku rekening itu dibuka oleh klien kami, itu dipegang sama ayahnya sampai ayahnya itu AS meninggal," papar Bachtiar.
Atas persoalan tersebut, Bachtiar menyampaikan bahwa pihaknya berencana melaporkan H ke Polres Bangkalan. Langkah hukum itu berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap FF.
"Rencana kami berkaitan dengan pemberitaan yang tidak benar ini, kami akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan Saudara H dengan sangkaan pencemaran nama baik dan fitnah, sebagaimana Pasal 433," ucapnya.
Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, membenarkan adanya laporan yang dilayangkan H. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi tengah memeriksa sejumlah pihak yang diduga menjadi korban. Jumlahnya diperkirakan mencapai tiga orang untuk mendalami perkara tersebut.
"Kami masih mendalami perkara tersebut," kata AKP Eriek.
Berdasarkan pengakuan H sebelumnya, AS diduga mengaku sebagai Ratu Adil, sedangkan FF disebut dinobatkan sebagai Imam Mahdi. Menariknya, ajaran dan dugaan aksi penipuan tersebut disebut berlangsung secara tertutup sehingga hanya diketahui oleh sejumlah orang.
Load more