Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras
- Tangkapan layar YouTube Herri Pras
Jakarta, tvonenews.com- Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas turut menyoroti viralnya Herri Pras. Konten kreator yang baru-baru ini digeruduk orang tidak dikenal (OTK).
Anwar Abbas menyampaikan pesan bijaknya sekaligus peringatan bahaya mencela. Sosok Herri Pras dikenal sebagai konten kreator yang kontroversi.
"Jauhilah hina-menghina dan cela-mencela," pesannya.
Anwar Abbas yang juga dikenal sebagai tokoh agama itu, menyebutkan peringatan soal bahaya menghina atau mengolok-olok seseorang atau pihak tertentu memang dilarang dalam agama islam.
Hal tersebut, berdasarkan Surat dalam Al-Quran yaitu Surat Al-Hujurat ayat 11. Allah SWT mengajak untuk menjaga lisan atau perbuatan agar tidak menyakiti perasaan orang lain.
"Mengapa dilarang oleh Allah? Banyak hikmahnya, diantaranya adalah untuk menjaga kerukunan hidup di antara kita karena pada dasarnya psikologis semua orang ingin dihormati dan dihargai," jelas Anwar Abbas, kepada tvonenews.com, Selasa (3/11/2026).
"Dan tidak ada orang yang mau dihina, direndahkan dan diperolok-olok. Oleh karena itu, jika ada orang yang menghina dan atau memperolok-olok orang lain maka tindakan dia tersebut tentu akan mendapatkan reaksi karena disitu akan berlaku hukum aksi-reaksi. Dimana jika ada aksi menghina yang kita lakukan maka tentu akan ada reaksi terhadap aksi tersebut," sambungnya.
Dengan melihat persoalan yang berkembang. Seperti kasus konten kreator Herri Pras itu, menurutnya akan ada peluang masuk ke ranah hukum bila terbukti salah.
"itulah yang kita lihat sekarang ini, bahkan tidak mustahil masalah ini akan berlanjut ke ranah pengadilan. Bila itu, terjadi maka keadaan tentu akan semakin bertambah ruwet dan akhirnya akan menyusahkan diri kita sendiri dan orang lain," tegas Anwar.
Ia pun mengajak agar umat muslim dan semuanya bisa berkonten baik. Juga berbicara yang tidak mencela atau mengolok orang tertentu.
"Oleh karena itu, ada kata-kata orang bijak yang perlu kita camkan. Mereka mengatakan buka mulut dulu baru bicara, artinya kita disuruh untuk memikirkan dahulu apa yang akan kita sampaikan," tuturnya.
Untuk diketahui, konten kreator Herri Pars menarik perhatian publik setelah dirinya melaporkan ke Polisi atas adanya dugaan kekerasan fisik yang terjadi Senin, 2 November 2026.
Herri Pars melapor karena adanya kelompok orang tidak dikenal (OTK) yang mendatangi Rumahnya. Lalu meneriaki dirinya hingga memukul dan terjatuh.
"tapi yang terjadi malah mereka menantang saya untuk duel. setelah kasih jawaban untuk tidak ikut duel tanpa alasan yang kuat, terlebih saya punya dua syarat untuk memenuhi tantangan tersebut, mereka tetap memaksa dan akhirnya salah satu mereka lakukan kekerasan kepada saya dengan menendang perut saya sampai terjatuh, lalu saya bangun," kata Herri Pras dalam youtubenya.
"dilanjut saudara C melakukan hal yang sama memukul dan menendang saya, ulu hati dan masuk ke rumah, lalu saya masuk dan menutup pintu dan saya pun menelepon polisi dan mereka tetap menggedor dan memanggil saya di depan pintu," bebernya.
Jauh sebelum kabar ini mencuat, Herri Pras juga sempat viral karena diduga menyinggung penceramah Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan kata-kata kurang pantas seperti setan bisu.
"Adi Hidayat adalah sosok setan bisu, bukan hanya adi hidayat, tapi juga ustaz Abdul Somad yang bisu," ucap Herri dikutip dari tribun_video, Sabtu (3/11/2026).
Namun sehubungan dengan isu terkait, Herri Pras belum memberikan keterangan lebih lanjut atas dirinya yang viral saat ini. Terakhir hanya menjelaskan kronologi dirinya dipukul.(klw)
Load more