News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi

Kasus kematian balita 20 bulan di Kebayoran Lama mengungkap dugaan kekerasan berulang, temuan luka lama, hingga jasad yang sempat dikuburkan.
Selasa, 3 November 2026 - 15:15 WIB
6 Fakta Mengerikan Kasus Balita 20 Bulan Tewas di Jaksel, Ditemukan Tanda Kekerasan Lama dan Kekurangan Gizi
Sumber :
  • ist

tvOnenews.com - Kematian seorang balita perempuan berusia 20 bulan di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menyisakan sejumlah fakta yang mengkhawatirkan. 

Polisi menduga anak tersebut menjadi korban kekerasan yang dilakukan ayah tirinya, sementara ibu kandungnya turut terseret dalam penyidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini tidak hanya mengungkap dugaan penganiayaan yang berujung kematian. Pemeriksaan forensik juga menemukan tanda-tanda kekerasan lama pada tubuh korban, disertai kondisi gizi yang tidak sesuai dengan usianya.

Di tengah proses penyidikan, sejumlah temuan mulai mengungkap bagaimana peristiwa tersebut terjadi, termasuk upaya menyembunyikan jasad korban setelah meninggal dunia.

Berikut enam fakta mengerikan di balik kasus kematian balita di Kebayoran Lama.

1. Balita diduga mengalami kekerasan berulang

Polisi mengungkapkan bahwa ayah tiri korban berinisial AR diduga melakukan kekerasan terhadap balita tersebut sebanyak dua kali di sebuah fasilitas toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (31/10/2026) malam. Dalam rekonstruksi yang digelar Minggu (1/11/2026), AR memperagakan sejumlah adegan yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan tersebut.

Salah satu barang bukti yang diamankan polisi adalah ember yang diduga digunakan untuk melakukan kekerasan terhadap korban.

Namun, penyebab pasti kematian balita tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lanjutan.

2. Ditemukan tanda kekerasan lama dan baru

Temuan yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang diperkirakan berasal dari waktu berbeda.

Dokter spesialis forensik RS Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri Pralebda, mengungkapkan bahwa pemeriksaan menemukan tanda kekerasan pada wajah, dada, perut, serta keempat anggota gerak korban.

JM, ibu balita korban pembunuhan di toilet umum Kebayoran Lama
JM, ibu balita korban pembunuhan di toilet umum Kebayoran Lama
Sumber :
  • Instagram @merekamjakarta

Temuan tersebut mencakup kekerasan baru maupun lama.

"Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak, baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," ujar Asri dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Adanya luka lama menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk mengetahui riwayat kekerasan yang mungkin dialami korban sebelum peristiwa terakhir.

Meski demikian, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan kapan seluruh luka terjadi atau siapa yang menyebabkan masing-masing luka.

3. Korban ditemukan dalam kondisi kekurangan gizi

Selain tanda kekerasan, pemeriksaan forensik juga mengungkap kondisi gizi korban yang tidak sesuai dengan standar usianya.

Asri menjelaskan bahwa kondisi tubuh balita tersebut menunjukkan adanya kekurangan gizi.

"Kami menemukan keadaan anak tersebut gizinya tidak sesuai dengan usianya, kurang dari normal," jelasnya.

Temuan ini menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam mengungkap kondisi korban sebelum meninggal dunia.

Namun, belum ada keterangan yang memastikan penyebab kekurangan gizi tersebut ataupun kaitannya dengan dugaan penganiayaan.

4. Jasad korban sempat dibawa dan dikuburkan di lahan kosong

Setelah peristiwa di toilet umum, jasad korban diduga dibawa menuju kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Polisi mengungkapkan bahwa jasad balita tersebut sempat dibungkus menggunakan sarung sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam menjelaskan bahwa sarung dan kantong plastik menjadi bagian dari barang bukti yang diamankan.

"Ada tiga barang bukti, yang pertama adalah kantong kresek, saat itu kami menemukan jenazah korban terbungkus dalam kantong plastik kresek," jelas Seala.

Jasad korban kemudian ditemukan terkubur di sebuah lahan kosong di kawasan Bendungan Hilir.

Lokasi tersebut diketahui setelah ibu kandung korban, J, menunjukkan tempat jasad anaknya dikuburkan kepada penyidik.

5. Ibu kandung korban turut ditetapkan sebagai tersangka

Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni AR yang merupakan ayah tiri korban dan J yang merupakan ibu kandungnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Muhammad Iskandar Syah menjelaskan bahwa AR diduga menjadi pelaku utama kekerasan terhadap korban.

Sementara itu, J diduga turut terlibat dalam menyembunyikan peristiwa kematian anaknya.

Meski demikian, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk rangkaian kejadian sebelum dan setelah korban meninggal dunia.

6. Dugaan motif ekonomi masih didalami polisi

Polisi menyebut dugaan faktor ekonomi sebagai salah satu pemicu di balik kasus tersebut.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan dugaan itu muncul berdasarkan keterangan ahli psikologi forensik.

Namun, polisi belum memastikan motif pasti yang melatarbelakangi dugaan kekerasan tersebut.

Kedua tersangka diketahui memiliki dua anak, dengan korban sebagai anak paling kecil. Polisi juga menyatakan belum menemukan indikasi adanya perencanaan pembunuhan sejak awal.

Sementara itu, hasil autopsi masih menunggu pemeriksaan lanjutan, termasuk histopatologi dan toksikologi forensik.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk membantu memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak, terutama ketika ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kondisi yang mengindikasikan adanya masalah pada kesejahteraan mereka.

Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh apa yang dialami korban sebelum meninggal dunia, sekaligus memastikan pertanggungjawaban hukum para tersangka. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Kembali Bikin Ponsel Sultan? Signature 27 Dibanderol Rp32 Juta, Ini Spesifikasinya

Motorola Signature 27 dikabarkan dijual sekitar Rp32 juta di Eropa. Dengan Snapdragon generasi terbaru dan kamera 200MP, apakah Motorola siap kembali bersaing
Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Pesan Menohok Habib Bahar untuk Herri Pras yang Diduga Hina Ulama, Ungkap Bahaya Merendahkan Kiai dan Habaib

Habib Bahar bin Smith turut menanggapi polemik konten kreator Herri Pras yang belakangan viral diperbincangkan di media sosial. Ingatkan bahaya hina ulama.
Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Viral Minta Relokasi Tiang Telkom di Depan Toko, Warga Malah Ditagih Hampir Rp3 Juta

Persoalan memanas ketika warga meminta tiang milik Telkom Indonesia tersebut untuk direlokasi. Ia justru diminta untuk melakukan pembayaran hampir Rp3 juta.
Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Bisa Bantu Kerja Tanpa Sentuh HP, Samsung Siapkan Kacamata Pintar Berbasis AI: Bisa Terjemahkan Bahasa hingga Rangkum Rapat

Samsung Intelligent Eyewear dikabarkan meluncur Desember 2026. Kacamata pintar berbasis Android XR dan Gemini ini bisa menerjemahkan bahasa hingga merangkum
Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Media Sosial Negeri Jiran Sorot Pemain Kelahiran Bontang yang Bersinar di Kasta Teratas Liga Malaysia: Layak Dipanggil Timnas Indonesia

Tampil konsisten di Liga Malaysia membuat pemain lokal kelahiran Bontang mendapat sorotan media sosial Negeri Jiran dan dianggap layak ke Timnas Indonesia.
Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Tragedi LaLiga 2: Striker Tenerife Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Benturan Brutal di Lapangan

Penyerang CD Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia pada usia 30 tahun setelah mengalami benturan keras dengan kiper FC Andorra dalam laga LaLiga 2 itu.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Selengkapnya

Viral