GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Jarang Tahu, Ternyata Soekarno Baru Mengenal Islam di Usia Remaja: Rumah HOS Tjokroaminoto jadi Saksinya

Bung Karno sebagai Bapak Bangsa Republik Indonesia menyimpan banyak fakta menarik yang orang jarang tahu. Salah satunya ternyata Soekarno baru mengenal Islam
Selasa, 21 Juni 2022 - 17:05 WIB
Rumah HOS Tjokroaminoto jadi saksi Soekarno belajar agama Islam.
Sumber :
  • Kominfo Surabaya

Surabaya, Jawa Timur - Sosok Bung Karno sebagai Bapak Bangsa Republik Indonesia menyimpan banyak fakta menarik yang orang jarang tahu. Salah satunya adalah ternyata Soekarno baru mengenal Islam di usia remaja. Hal tersebut dijelaskan Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo dalam Sarasehan Kebangsaan bertajuk "Warisi Apinya, Jangan Abunya”.

Dikutip dari buku berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno lahir dari pasangan suami istri Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai yang menikah pada tahun 1897.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat itu, Sukemi (Sosrodihardjo) dan Srimben (Ida Ayu Nyoman Rai) bertemu di Singaraja, Bali. Ketika itu, Sukemi menjadi seorang guru PNS yang ditugaskan di sana, kemudian saling kenal dan suka," kata Kuncar mengawali kisahnya.

Benih-benih cinta itu muncul, karena indekos Sukemi dengan Puri Agung Singaraja atau kediaman Srimben kala itu jaraknya yang tidak begitu jauh, bahkan sejalur dengan tempat ayah Soekarno itu pergi dan pulang mengajar. Meskipun ada rasa saling suka hubungan keduanya tidak mendapatkan restu karena, Srimben adalah keturunan ningrat kerajaan Singaraja. 

“Karena Srimben adalah keturunan ningrat tinggi, sedangkan Sukemi bukan dari keluarga ningrat, sehingga ditolak oleh keluarga pujaan hatinya. Pada saat itu lah ia (Sukemi), tetap mengajak Srimben menikah,” papar Kuncar. 

Setelah menikah, Sukemi dan Srimben pun dikaruniai anak pertama pada 29 Maret 1898. Anak pertama berjenis kelamin perempuan itu mereka beri nama Sukarmini. Setelah itu, di tahun 1899, keluarga kecil ini pindah dari Bali ke Surabaya, seiring adanya surat pindah tugas dari kementerian pendidikan kalau itu. 

Setelah pindah dari Bali ke Surabaya, Sukemi mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) sekolah Belanda untuk bumiputera di Jalan Sulung, atau sekarang SDN Alun - Alun Contong I, Surabaya. Selang setahun kemudian, pada 6 Juni 1901, Srimben melahirkan anak keduanya bernama Kusno yang kelak dikenal sebagai Soekarno. 

“Setelah usia Kusno enam bulan, tepatnya 28 Desember 1901, bapaknya dimutasi lagi, ke Jombang, Ploso. Karena pada saat itu gaji PNS tidak terlalu tinggi, Soekarno kecil dititipkan ke rumah kakeknya di Tulungagung dari tahun 1904 - 1906,” jelas Kuncar. 

Pada tanggal 23 November 1907, Soekarno ikut pindah lagi bersama ayahnya, kemudian menetap lama di Mojokerto  pada 22 Januari 1909. Setelah itu, Soekarno kecil sekolah di Hoogere Burgerschool (HBS) Surabaya, sedangkan bapaknya pindah tugas lagi ke HBS Blitar. 

“Nah, cerita Blitar sebenarnya diawali dari sini. Jadi bapaknya dari dari Mojokerto pindah ke Blitar, kemudian kontrak di sebuah rumah kecil, lantas ketika libur sekolah, Soekarno muda pulang ke Blitar untuk bertemu orang tuanya. Jadi seolah-olah Bung Karno pada waktu itu mudik ke Blitar, padahal awal mulanya itu karena bapaknya dimutasi,” urainya. 

Soekarno Mengenal Islam dari HOS Tjokroaminoto

Di tengah perjalanan Soekarno muda saat mengenyam pendidikan di HBS Surabaya, ada secuil kisah menarik yang dijalaninya. Saat itu di usianya yang baru menginjak ke 15 tahun, Soekarno rela berjauhan dari keluarganya dan memilih untuk merantau ke Kota Pahlawan. Saat itu ia, tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto.

Saat mengenyam pendidikan, Soekarno muda tinggal bersama 30 pemuda lainnya di indekos milik HOS Tjokroaminoto yang terletak di Jalan Peneleh Gang VII No. 29 - 31, Surabaya.

“Jadi yang tinggal di situ indekos Tjokroaminoto gratis, tapi syaratnya harus makan di rumah itu. Karena waktu itu Soekarno makannya sedikit, sehari dua bahkan sekali, maka dia tinggalnya di indekos paling belakang, sekarang menjadi sekolah SD Muhammadiyah,” jelas Kuncar.

Bukan hanya tinggal di indekos, sebagai seorang yang kaya akan rasa ingin tahu, Soekarno muda sering kali ikut nimbrung bersama pendiri Sarekat Islam (SI) itu, ketika mempraktikkan pidato atau diskusi soal politik. Bahkan, saat itu Soekarno sempat menjadi wartawan tulis media yang dimiliki oleh Tjokoroaminoto.

“Di usianya yang masih 15 tahun, Soekarno tergolong sebagai pembaca ulung, makannya di kalau menulis itu runtun. Di bertemu banyak orang yang usianya jauh di atasnya. Yang paling keren, pertama kali Sukarno mengenal Islam itu di rumah HOS Tjokroaminoto,” ungkapnya. 

Soekarno Mengenal Cinta

Di usianya yang menginjak ke 20 tahun, Soekarno remaja baru mengenal yang namanya cinta. Kala itu ia menyatakan cintanya kepada Utari, anak pertama HOS Tjokroaminoto. Saat itu, waktu sore hari menyatakan cintanya di atas Jembatan Peneleh, sembari menghadap ke selatan. 

Kemudian pada usia ke 21 tahun, Soekarno mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di ITB, Bandung. Selang satu tahun kemudian Soekarno menerima telegram dari Surabaya, yang mengabarkan wafatnya istri Tjokroaminoto.

Ia pun memutuskan untuk cuti selama tujuh bulan dan pulang ke Surabaya. Saat itu Tjokroaminoto merasa tiada harapan lagi, tanpa istrinya, tokoh politik itu bahkan sempat ling-lung. Tjokroaminoto sudah tidak lagi punya penghasilan dari hasil usaha istrinya.

Pada saat itu juga Soekarno memutuskan menikahi Utari dan bekerja sebagai pegawai tidak tetap di Stasiun Semut (Surabaya Kota) untuk membantu keuangan Tjokroaminoto sekaligus menghidupi biaya sehari-harinya bersama sang istri. 

“Jadi ini yang nggak banyak diungkap pertama kali Soekarno menikah di Surabaya, tentu ia bekerja susah payah di Stasiun Semut. Itu ada catatannya juga di sebuah buku di Jepang, ditulis bahwa Bung Karno bekerja sebagai outsourcing,” tutupnya. (amr)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Top 3 Voli: Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Cetak Rekor, hingga Reaksi Kapten Red Sparks usai Megatron Pilih Hyundai Hillstate

Top 3 Voli: Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Cetak Rekor, hingga Reaksi Kapten Red Sparks usai Megatron Pilih Hyundai Hillstate

Simak rangkuman tiga berita terpopuler seputar voli di tvOnenews.com, dimana kepindahan Megawati Hangestri ke klub voli Hyundai Hillstate jadi topik utamanya.
Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia U-17 Tak Akan Lolos Piala Dunia: Hampir Mustahil

Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia U-17 Tak Akan Lolos Piala Dunia: Hampir Mustahil

Media Vietnam meragukan peluang Timnas Indonesia U-17 lolos ke perempatfinal Piala Asia U-17 2026. Duel melawan Jepang disebut nyaris mustahil dimenangkan.
John Herdman Tak akan Panggil Jay Idzes ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 saat Lawan Oman dan Mozambik?

John Herdman Tak akan Panggil Jay Idzes ke Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 saat Lawan Oman dan Mozambik?

Jay Idzes, dilaporkan mengalami cedera serius saat membela klubnya, Sassuolo. Lantas, apakah Bang Jay tidak akan dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?
Munas II DPP Papdesi Jadi Ajang Perkuat Sinergi Antar Pemerintah Pusat dan Daerah

Munas II DPP Papdesi Jadi Ajang Perkuat Sinergi Antar Pemerintah Pusat dan Daerah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hadir dalam kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) II Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Papdesi).
Janji Tante Megawati Hangestri ke Kang Sung-hyung Sebelum Keponakannya Gabung Hillstate, Singgung Popularitas

Janji Tante Megawati Hangestri ke Kang Sung-hyung Sebelum Keponakannya Gabung Hillstate, Singgung Popularitas

Sebelum diperkenalkan sebagai rekrutan anyar dari pelatih Kang Sung-hyung, Hillstate sempat dijanjikan popularitas di Indonesia oleh tante Megawati Hangestri.
Kondisi Finansial Zodiak 13 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Kondisi Finansial Zodiak 13 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Berikut ramalan kondisi finansial zodiak pada 13 Mei 2026 untuk enam zodiak terakhir, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Omongan Khabib Nurmagomedov Benar-benar Terbukti: Khamzat Chimaev Tumbang di UFC 328

Khamzat Chimaev gagal mempertahankan gelar sabuk di UFC 328 setelah dikalahkan Sean Strickland, hasil yang sekaligus membuktikan peringatan Khabib Nurmagomedov.
Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Gara-gara Rekrut Megawati Hangestri, Pelatih Hyundai Hillstate Punya Julukan Baru dari Volimania Indonesia

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung juga mendapatkan julukan baru dari volimania Indonesia usai resmi mendatangkan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate Cetak Rekor Usai Rekrut Megawati Hangestri, Nyaris Lampaui Prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea

Hyundai Hillstate berhasil mencetak rekor mentereng usai merekrut Megawati Hangestri. Bahkan pencapaian ini membuat mereka nyaris melampui prestasi Red Sparks di Liga Voli Korea.
7 Pemain 'Grade A' yang Bisa Segera Dinaturalisasi PSSI usai Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, John Herdman Dijamin Senang

7 Pemain 'Grade A' yang Bisa Segera Dinaturalisasi PSSI usai Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, John Herdman Dijamin Senang

Timnas Indonesia masuk grup sangat berat di ajang Piala Asia 2027 bersama raksasa Asia. PSSI bisa menambah 7 pemain diaspora 'Grade A' demi menjaga asa Garuda.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
Selengkapnya

Viral