News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gawat! Kawanan Monyet dan Babi Hutan Jarah Hasil Panen Warga di Ciamis

Menurut petugas Desa Mekarsari, kawanan monyet biasa beraksi di siang hari sementara babi hutan di malam hari.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 23 September 2021 - 09:25 WIB
Warga dan Petugas Memasang Jaring di Ladang untuk Halau Kawanan Monyet dan Babi Hutan
Sumber :
  • Aditya Tri Wahyudi

Ciamis, Jawa Barat - Tanaman jagung dan singkong milik warga di Kawasan Gunung Bitung, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Ciamis, Jawa Barat, beberapa hari ini dijarah kawanan monyet liar dan babi hutan. Jagung dan singkong siap panen dimakan dan pohonnya dirusak.

Warga dibantu petugas desa dan Koramil setempat, kini tengah berupaya menghalau kawanan monyet dan babi hutan dengan memasang jaring di sekitar ladang. Menurut petugas Desa Mekarsari, kawanan monyet biasa beraksi di siang hari sementara babi hutan di malam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Meski sudah dipasang jaring, kawanan monyet tetap saja menjarah jagung dan singkong, monyet memanjat pohon dan loncat ke dalam kebun yang sudah dipasangi jaring,” terang Sekretaris Desa, Dedi Kurnaedi kepada tvonenews.com.

Dedi menambahkan, luas ladang warga di kawasan gunung Bitung yang dijarah kawanan monyet liar dan babi hutan ini, mencapai 30 hektare. Warga pun mengalami kerugian hingga Rp30 juta. Warga mengaku upaya pemasangan jaring tersebut tidak bisa maksimal lantaran mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk pembelian jaring. Warga berharap, pihak terkait bisa melakukan upaya untuk menjauhkan monyet liar dan babi hutan dari ladang mereka.

Sementara itu, pihak BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah 6 Ciamis menyebutkan, di setiap kawasan hutan pasti terdapat habitat monyet ekor panjang dan babi hutan. Terkait penanganan hewan liar tersebut, BKSDA menyerahkan kepada pihak Perhutani selaku pemilik lahan di kawasan Gunung Bitung.

Pihak BKSDA mengindikasikan ekosistem di kawasan tersebut dinamis dan tanaman buah-buahan yang kini belum panen menyebabkan kawanan monyet ekor panjang menjarah jagung. Kelebihan populasi, juga bisa terjadi di kawasan tersebut.

“Bisa jadi pula satwa predator atau pemangsa yang membuat monyet ekor panjang dan babi hutan masuk ke wilayah ladang warga,” jelas petugas BKSDA Ciamis, Dede Nurhidayat. (Aditya Tri Wahyudi/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

PAN Buka Suara soal Jokowi Mulai Safari Politik ke Daerah

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi soal upaya Presiden ke-7 RI Jokowi yang kembali melakukan safari politik ke sejumlah daerah.
Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Bursa Transfer Inter Milan: Butuh Bek Baru, Nerazzurri Bakal Saling Sikut dengan Como FC demi Bintang Chelsea

Inter Milan terus bergerak membenahi skuad jelang musim 2026/2027. Fokus utama Nerazzurri pada bursa transfer musim panas kali ini adalah memperkuat pertahanan.
Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri Film Nasional Mulai Adaptasi dengan Dunia Kripto dan Teknologi AI, Apa Dampaknya?

Industri perfilman Indonesia mulai memasuki fase baru seiring munculnya teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem hiburan digital.
Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Kepribadian Taufik Hidayat Diungkap Polda Jabar, Ingatkan Cerita Mantan Istrinya

Sebelum ini mantan istri Taufik Hidayat menceritakan sifat mantan suami ke KDM. Polda Jabar pun mengungkapkan.
Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Mengapa Banyak Orang Terkejut dan Kecewa dengan Korea Selatan usai Tak Mampu Auto Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026?

Banyak pihak yang sama sekali tidak menyangka bahkan kecewa berat melihat Korea Selatan tampil melempem di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 ini. Mengapa?
PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

PAN Kerap Diplesetkan Partai Artis Nasional, Zulhas Contohkan Eko Patrio dan Uya Kuya yang Punya Talenta Luar Biasa

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyinggung soal partainya kerap dikaitkan dengan singkatan Partai Artis Nasional.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral