News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tentukan Bacaan Sesuai dengan Kebutuhan Anak

Maun, Kepala SDN Setiling, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, percaya bahwa semua anak itu pintar, serta memiliki minat dan bakatnya masing-masing.
Kamis, 1 Desember 2022 - 07:44 WIB
Maun, Kepala SDN Setiling, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Maun, Kepala SDN Setiling, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, percaya bahwa semua anak itu pintar, serta memiliki minat dan bakatnya masing-masing. Oleh karena itu, ia terus berupaya agar setiap anak mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut penting karena akan menjadi dasar bagi kemampuan belajar mereka pada jenjang yang lebih tinggi.

Bekerja sama dengan Universitas Mataram (UNRAM), Maun mendorong pendekatan pembelajaran berbasis kemampuan siswa melalui program Semua Anak Cerdas (SAC) - Cakap Literasi dan Numerasi Dasar. Sebuah program yang implementasinya menitikberatkan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam implementasinya, mula-mula Maun mengelompokkan para siswa ke dalam tiga klaster, yakni Kelompok Huruf, Kelompok Kata, dan Kelompok Cerita. Kelompok Huruf diperuntukkan bagi siswa yang belum mengenal huruf, sedangkan Kelompok Kata ialah kelompok siswa yang sudah mengenal huruf, tetapi belum mampu membaca kata dengan baik. Sementara, Kelompok Cerita adalah kelompok siswa yang sudah mampu membaca kata dan suku kata dengan baik, tetapi belum begitu lancar membaca kalimat atau cerita. 

Kelompok Cerita kemudian dibagi lagi menjadi dua, yaitu Kelompok Cerita 1 dan 2. Kelompok Cerita 1 adalah kelompok bagi anak-anak yang lancar membaca kata, tetapi belum lancar membaca kalimat, sedangkan Kelompok Cerita 2 ialah kelompok untuk anak-anak yang sudah lancar membaca kalimat, bahkan cerita. 

Menariknya, Maun dan guru-guru di sekolahnya memiliki pendekatan unik bagi anak-anak di Kelompok Cerita agar terus mematangkan kemampuan bacanya dan makin memahami cerita. Anak-anak didorong untuk menampilkan cerita dalam sebuah pertunjukkan. 

“Jadi, siswa-siswa yang masuk Kelompok Cerita 2, selain terus mematangkan kemampuan membaca kalimatnya, kita arahkan untuk bagaimana membawakan cerita tersebut menjadi sebuah pertunjukan di dalam kelas. Sebisa mungkin, cerita yang siswa baca berupa cerita-cerita populer Indonesia dan lokal daerah,” tutur Maun.

Walau menemui tantangan seperti terbatasnya sumber daya manusia, Maun dan guru-guru di sekolahnya tak lelah berjuang. Bahkan, perjuangan tersebut telah mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. Maun tetap berpegang teguh pada keyakinannya bahwa tidak ada anak-anak yang bodoh.

“Melalui program SAC, anggapan yang mengatakan ada siswa bodoh dan pintar perlahan terkikis. Pada dasarnya, semua siswa pintar, tinggal bagaimana pola pembelajarannya, disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan siswa itu sendiri,” jelas Maun.

Jerih payah yang ia perjuangkan bersama para guru mulai menunjukkan hasil. Siswa yang mengikuti pembelajaran berkelompok mengalami peningkatan kemampuan, baik secara signifikan maupun perlahan-lahan. Dari aspek psikologis, pembelajaran berkelompok juga berdampak positif. Cara tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan diri anak dalam belajar, sebuah satu faktor penting dalam menunjang anak untuk menikmati proses belajar. 

Berbicara tentang literasi di Indonesia, berdasarkan penelitian Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2021, tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia menduduki nilai 59,52. Angka tersebut mengindikasikan bahwa literasi masyarakat Indonesia ada dalam kategori sedang. Jika kita telisik lebih jauh hasil penelitian Perpusnas, TGM Indonesia sebenarnya terus meningkat, pada 2017 menunjukkan nilai 36,48, pada 2018 yaitu 52,92, pada 2019 yaitu 53,63, dan pada 2020 yaitu 55,74. Sebuah pertanda baik, selama masyarakat Indonesia terus peduli dan mencintai dunia literasi.

Walau demikian, hasil riset Early Grade Reading Assessment (EGRA) yang dilakukan secara nasional oleh Research Triangle Institute (RTI) pada 2014 menunjukkan hanya 60,8% siswa SD yang mampu memahami isi teks yang dibacanya. Artinya, baru 6 dari 10 anak yang memahami apa yang ia baca. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan pendekatan dan kebijakan yang tepat untuk terus menguatkan literasi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam hal ini berupaya untuk terus meningkatkan kualitas perbukuan di Indonesia, sehingga anak-anak Indonesia dapat menikmati literatur yang makin menarik dan menyenangkan. Upaya ini juga bagian dari strategi Kemendikbudristek dalam meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan juga pembangunan karakter menuju Profil Pelajar Pancasila.

Salah satu upaya yang Kemendikbudristek lakukan ialah dengan menyusun regulasi perjenjangan buku. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 030/P/2022 tentang Pedoman Perjenjangan Buku meregulasi pengembangan bahan bacaan ramah anak yang sesuai kemampuan pembacanya. 

“Upaya ini menjadi salah satu komitmen Kemendikbudristek dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan,” jelas Kepala Pusat Perbukuan, BSKAP Kemendikbudristek Supriyatno.

Dalam menyusun regulasi tersebut, Kemendikbudristek melibatkan para pakar di bidang pendidikan, pegiat literasi, praktisi perbukuan, pemerhati anak, psikolog tumbuh kembang anak, dan pakar terkait lainnya.

Kemendikbudristek ingin agar bahan bacaan dapat padu padan atau sesuai dengan kemampuan pembacanya dan menjadi acuan dalam memperoleh naskah, serta menerbitkan buku bermutu, sesuai dengan pembaca sasaran. Selain itu, adanya regulasi dapat membantu orang tua dalam menyaring bacaan yang tepat untuk anaknya serta menunjang guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa. 

Berdasarkan regulasi perjenjangan buku, buku-buku ramah anak dan ramah cerna dibagi ke dalam lima jenjang utama yaitu level Pembaca Dini (A), Pembaca Awal (B), Pembaca Semenjana (C), Pembaca Madya (D), Pembaca Mahir (E). Level Pembaca Awal (B) sendiri dibagi ke dalam tiga sub jenjang, yaitu level B-1, B-2, dan B-3.

Supriyanto menegaskan bahwa dalam regulasi, usia hanya merupakan penyetaraan, tetapi bukan acuan utama penjenjangan buku, karena acuan utama tetap pada kemampuan membaca. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di sini, kemampuan membaca anak telah dibagi, mulai dari pembaca dini (A) sampai pembaca mahir (E). Karakteristik pembaca pun ada dalam klasifikasi penjenjangan buku ini dan tentunya peran pendamping pun menjadi sangat penting bagi para pembaca dini ini,” jelas Supriyatno.

Publik dapat mempelajari lebih lanjut mengenai perjenjangan buku melalui platform Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) pada laman buku.kemdikbud.go.id.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada, Terkuak Siasat Licik Sindikat Pencurian Modus Geser Tas, 4 Orang Tak Berkutik

Waspada, Terkuak Siasat Licik Sindikat Pencurian Modus Geser Tas, 4 Orang Tak Berkutik

Pelarian komplotan pencuri spesialis modus "geser tas" lintas daerah akhirnya kandas. 
Hari Ini, BEM Seluruh Indonesia Sampaikan Aspirasi di Gedung DPR dan Mengawal RUU Sisdiknas

Hari Ini, BEM Seluruh Indonesia Sampaikan Aspirasi di Gedung DPR dan Mengawal RUU Sisdiknas

Hari ini 5 Oktober 2026, ada aksi penyampaian aspirasi oleh mahasiswa. Mereka disebut BEM Seluruh Indonesia yang berencana mengawal RUU Sisdiknas di Gedung DPR.
Dulu Tandem Kuat di Red Sparks, Megawati Hangestri Akhirnya Bicara Jujur soal Duel Melawan Vanja Bukilic

Dulu Tandem Kuat di Red Sparks, Megawati Hangestri Akhirnya Bicara Jujur soal Duel Melawan Vanja Bukilic

Megawati Hangestri akan kembali bertemu mantan tandemnya di Red Sparks, Vanja Bukilic, pada V-League musim 2026-2027. Namun, kali ini keduanya tidak satu tim.
Dede Sunandar Kolaps saat Lawan Vicky Prasetyo Cuma Gimik? Begini Reaksi Bedu

Dede Sunandar Kolaps saat Lawan Vicky Prasetyo Cuma Gimik? Begini Reaksi Bedu

Bedu langsung menepis tuduhan komedian hingga Dede Sunandar yang pingsan dan jatuh disebut hanya gimik karena benar-benar terkena pukulan dari Vicky Prasetyo
Karutan Blak-blakan Soal Video Pesta Diiringi Musik Keras: Memang Berada di Rutan Depok

Karutan Blak-blakan Soal Video Pesta Diiringi Musik Keras: Memang Berada di Rutan Depok

Jagat media sosial dihebohkan oleh peredaran video yang memperlihatkan sejumlah pria asyik pesta berjoget diiringi alunan musik keras di dalam sebuah ruangan, di mana salah satu di antaranya tampak menggenggam botol yang diduga kuat sebagai bong atau alat hisap sabu.
FIFA Bahas Thom Haye dalam Ulasan Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand, Singgung Malaysia dan Vietnam

FIFA Bahas Thom Haye dalam Ulasan Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand, Singgung Malaysia dan Vietnam

Timnas Indonesia akan melawan Thailand dalam partai final edisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/5/2026). 

Trending

Update Kasus Oknum Kiai di Jember Mengaku Bertemu Allah dan Rasul, Segera Diperiksa Polisi

Update Kasus Oknum Kiai di Jember Mengaku Bertemu Allah dan Rasul, Segera Diperiksa Polisi

Pengakuan kontroversial seorang figur berinisial AA yang dikenal sebagai kiai di Kabupaten Jember memicu polemik besar di tengah masyarakat. 
Al Ghazali Akhirnya Buka Suara usai Alyssa Daguise Dihujat Gegara Wajah Baby Soso Disebar

Al Ghazali Akhirnya Buka Suara usai Alyssa Daguise Dihujat Gegara Wajah Baby Soso Disebar

Al Ghazali akhirnya buka suara setelah sang istri, Alyssa Daguise, menuai hujatan netizen akibat meminta wajah Baby Soso tidak disebarluaskan di media sosial.
Gagal Jadi Juara Tiga Divisi, Alex Pereira Kini Tantang Sergei Pavlovich

Gagal Jadi Juara Tiga Divisi, Alex Pereira Kini Tantang Sergei Pavlovich

Alex Pereira akan kembali bertarung di kelas berat dengan menghadapi Sergei Pavlovich pada UFC 335. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Pereira untuk meraih.
Surat MA Nyasar ke Pengadilan Agama hingga Putusan Keluar, Bupati Gowa Lapor Dugaan Sabotase ke Polisi

Surat MA Nyasar ke Pengadilan Agama hingga Putusan Keluar, Bupati Gowa Lapor Dugaan Sabotase ke Polisi

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi mengadukan dugaan sabotase terkait alur pengiriman dokumen Mahkamah Agung (MA) ke Polda Sulawesi Selatan. 
Megawati Hangestri Ungkap Impian Tak Terduga di Korea Selatan, Ternyata Bukan soal Voli: Saya Ingin Ketemu

Megawati Hangestri Ungkap Impian Tak Terduga di Korea Selatan, Ternyata Bukan soal Voli: Saya Ingin Ketemu

Megawati Hangestri ternyata memiliki impian lain selama berkarier di Korea Selatan, di luar aktivitasnya sebagai pemain voli. Megatron mengungkap sosok yang.
Sadar Hadapi Thailand Bakal Sulit, Kevin Diks Titip Pesan Buat Penggawa Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jangan Emosian

Sadar Hadapi Thailand Bakal Sulit, Kevin Diks Titip Pesan Buat Penggawa Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jangan Emosian

Timnas Indonesia akan hadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Duel tersebut berlangsung di Stadion SUGBK, Jakarta, pada Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.
Timnas Indonesia Terima Kabar Baik Beruntun Jelang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Peluang Garuda Juara Kian Besar

Timnas Indonesia Terima Kabar Baik Beruntun Jelang Hadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Peluang Garuda Juara Kian Besar

Timnas Indonesia dapat sejumlah kabar positif jelang menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Situasi tersebut membuat peluang Garuda juara kian besar.
Selengkapnya

Viral